Legenda Dewa Phoenix

Legenda Dewa Phoenix
Kemampuan Kucing Kecil


__ADS_3

Saat Xiao Lan berkata seperti itu. Raut wajah Ye Fei seketika itu berubah. “La... LanLan?” Tanya Ye Fei.


Sementara itu Cha An menatap Ye Fei dengan bingung. Dan pada saat itu juga, Xiao Lan mencekik Cha An dengan satu tangannya. Cha An ini berumur 17 tahun, dan seorang pendekar spirit tahap menengah.


“Kaulah orang yang inginku bunuh di kerajaan Ye.” Setelah berkata seperti itu, Xiao Lan yang awalnya hanya menekan kekuatannya sampai pendekar kelas II, kini berubah menjadi pendekar kaisar tahap awal.


“Ka... Kau....”


“LanLan, dia mengancamku dan ingin membunuh ayah dan adikku.” Ucap Ye Fei.


“Ya. Aku sudah dengar semuanya. Dan lagi... Hei! Apa kau tau, Ye Fei iti adalah pacarku! Apa kau mengerti!” Ucap Xiao Lan sambil memarahi Cha An. Sementara itu, wajah Ye Fei mulai memerah, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


“Api Bumi - Mata Api!”


Sesaat setelah mereka berbicara, terlihat ada seseorang yang menyerang mereka semua yang berada disana. Xiao Lan langsung melepaskan Cha An dari genggamannya dan pergi melindungi Ye Fei.


“Tidak aku sangka kau mengkhianatiku!” Orang itu adalah Raja Ye dan para pengawalnya. Nama ayahnya Ye Fei adalah Ye Fan, dan juga terlihat bahwa ada dua orang lagi yang muncul di belakang para prajurit raja. Mereka adalah ibunya Ye Fei yang bernama Xiao Pay, dan adiknya Ye Nei.


“Puh..! Apa kau pikir aku takut?!” Seketika Cha An berkata seperti itu, tiba-tiba. Ada seorang yang datang, itu adalah Wan Ping. Guru dari Cha An. Wan Ping berada ditingkat pendekar kaisar tahap awal.


“Beraninya kalian menyakit muridku? Tidak bisa di maafkan.” Wan Ping yang mulai bersiap-siap melancarkan jurusnya. Wan Ping sudah sangat tua, umurnya sekitar 130an.


“Api Phoenix - Semburan Api!” Ucap Wan Ping.


“Api Bumi - Mata Api!”


Setelah Raja Ye Fan melancarkan jurusnya, para pasukannya juga mengeluarkan jurus api. Tapi para pengawal raja Ye Fan hanya berada di tingkat pendekar kelas III dan dirinya berada di tingkat pendekar spirit.


Mereka semua terpental jauh karena serangan Wan Ping jauh lebih kuat dari mereka.


“LanLan, cepat bantu keluargaku...” Ye Fei yang melihat hal itu menangis karena, kedua orang tuanya terluka dan juga adiknya.


“Tenang saja. Aku Xiao Lan, jika aku berjanji aku harus menepatinya walaupun dengan taruhan nyawaku.” Xiao Lan kembali mengelus kepala Ye Fei.


“Guru, aku ingin perempuan itu.” Ucap Cha An sambil menunjuk ke arah Ye Fei.


“Tidak ada yang tidak bisa gurumu ini lakukan.” Setelah berkata demikian, Wan Ping langsung menyerang Xiao Lan.


“Tidak! Jangan sentuh anakku!” Ye Fan berseru dengan lantang.


“Pendekar, aku minta tolong. Selamatkan kedua anakku ini.”

__ADS_1


Xiao Lan menundukkan kepalanya dan berkata... “Keluarlah.” Seketika itu, Xie Ji melompat dari langit. Xie Ji sebenarnya sudah memantau Xiao Lan dari tadi, tapi dia memilih untuk diam. Sementara itu, Qiao Qiao ditinggalkan oleh Xie Ji di sebuah penginapan dan membayar semua orang yang berada di sana untuk melindunginya.


“Bawah Ye Fei dan keluarganya dan lindungi mereka. Katakan pada mereka. Mereka hanya perlu menonton saja.” Ucap Xiao Lan sebelum berbisik kepada Ye Fei. “Jangan bilang kepada siapa pun tantang aku ya.”


Ye Fei langsung mengangguk pelan sebelum dibawa pergi oleh Xie Ji. “Cih, pria yang membosankan.” Ucap Xie Ji.


“Masih berani memalingkan pandangan setelah berada di situasi seperti ini? Kau terlalu percaya diri anak muda.” Ucap Wan Ping sebelum menyerang Xiao Lan. Xiao Lan hanya tersenyum dingn menjawa perkataan tersebut.


“Api Phoenix - Semburan Api!”


“Api phoenix? Hmph, ini terlalu lemah.”


Seketika itu, saat Xiao Lan ingin mengeluarkan kekuatan phoenixnya. Dia berpikir sebaiknya dia tidak menggunakannya di sini.


“Pukulan Api Membara!”


Xiao Lan memukul mundur api yang di Wan Ping. Wan Ping dan semua yang berada di sana tidak menyangka Xiao Lan memukul api.


Tapi Xiao Lan juga merasakan sakit, karena. Jika api yang kuat melukainya, maka darah phoenix akan menyembuhkannya tapi dalam waktu yang lama.


“Agh... Sakit juga, pukulan ini sudah lama tidak aku latih... Sepertinya kekuatannya menurun” Selama ini Xiao Lan selalu melatih kekuatan berpedangnya dan tidak terlalu memikirkan kekuatan tapaknya. Dia sedikit menyesal karena dia tidak melatih dengan sempurna kekuatan tapaknya itu.


“Hmph! Boleh juga... Baiklah aku akan tunjukkan kekuatanku yang sebenarnya!” Wan Ping berseru dengan lantang dan mengeluarkan spiritnya. Terlihat seekor burung phoenix yang tidak terlalu besar.


Waktu Xiao Lan berlatih di tempat rahasia, didunia luar telah kedatangan tiga bersaudara yang memiliki kekuatan phoenix yang membuat kekacauan dimana-mana. Tapi, sesaat semua orang masih terkejut melihat seekor phoenix, Xiao Lan...


“Pfft.... Hahah, he... Hei... Coba kamu lihat Ji'er, di... Dia sangat jelek seperti bold...” Xiao Lan yang melihat itu malah tertawa terbahak-bahak. Sementara bold yang di dalam ruang jiwa berdecak kesal. “Tunggu setelah kau menghabisi mereka, aku akan membalasmu!” Gumam pelan bold.


Semua orang yang berada disana malah kebingungan dengan tingkah laku Xiao Lan. Sementara Wan Ping... “Haha, bocah yang sungguh menarik. Baiklah aku akan membunuhmu disini!” Wan Ping akhirnya memutuskan untuk menyerang.


“Kucing kecil, silakan keluar. Nampaknya dia adalah lawan pertamamu.” Ucap Xiao Lan dan mengeluarkan spiritnya yang merupakan Kucing Putih kecil.


Semua orang yang berada disana tertawa sampai terbahak-bahak. Ye Fei dan Xie Ji malah merasa kucing itu terlalu imut.


“Kucing kecil, sepertinya mereka semua meremehkan kekuatanmu. Tunjukkanlah kepada mereka.” Setelah Xiao Lan berkata demikian. Tiba-tiba, kucing kecil itu berubah menjadi seekor macan yang besar dan mempunyai garis-garis hitam di bulu putihnya.


Semua orang yang awalnya tertawa, kini diam seperti tikus yang sedang bersembunyi dari kucing.


Wan Ping bisa merasakan bahwa, kucing yang Xiao Lan punya itu setidaknya setara dengan pendekar langit tahap akhir. Tapi, Cha An menambahkan spiritnya yang merupakan seekor tikus perak.


Kucing putih itu seakan menjadi lebih ganas karena melihat ada seekor tikus yang berada didepannya.

__ADS_1


Tidak mau berlama-lama lagi, Wan Ping dan Cha An pun menyerang Xiao Lan secara bersama-sama.


“Tikus Duniawi - Taring Perak!”


“Api Langit - Phoenix Mengamuk!”


Kedua serangan itu berada di satu sisi yang sama. Walaupun begitu, itu tidak membuat Xiao Lan takut, malahan dia merasa senang karena bisa bertarung dengan kucing kecilnya.


“Macan Es - Penghancur Gunung”


Seketika itu Xiao Lan hanya mengeluarkan sedikit suaranya. Disaat itu, macan putih itu langsung menyerang kedua spirit itu tanpa ragu-ragu. Saat mereka berbenturan...


“BOOM!”


Terjadi ledakan besar. namun, sesaat kabut hitam yang memenuhi tempat itu menghilang, tiba-tiba mereka melihat macan yang Xiao Lan miliki telah menggigit dan menerkam Wan Ping dan Cha An sampai tidak bernyawa lagi.


“Hmph! Kau pikir kucingku selemah dirimu?” Xiao Lan memalingkan pandangannya dan menarik kembali kucingnya itu. Kucing itu seakan tidak mau pergi, dia berubah menjadi kecil kembali dan dia duduk di atas kepala Xiao Lan.


Saat itu, Xiao Lan pergi mendekati Xie Ji dan Ye Fei. “Ji'er, ayo. Mungkin Qiao'er sudah menunggu.” Ucap Xiao Lan.


Xie Ji mengangguk pelan sebelum pergi dengan Xiao Lan. Sementara Ye Fei sangat bersyukur bisa bertemu dengan Xiao Lan kembali. Dia pun memutuskan untuk pergi melihat Xiao Lan nanti.


“Fei'er, apakah kamu mengenal pendekar tadi?” Tanya Ye Fan.


Ye Fei hanya tersenyum menjawab pertanyaan tersebut. Ye Fan hanya bertanya-tanya pada dirinya sendiri bahwa dia pernah melihat Xiao Lan, tapi dia tidak dapat mengingatnya dengan jelas.


***


“Ji'er, kamu meninggalkan Qiao'er dimana?”


Xie Ji menjawab dia meninggalkan Qiao Qiao disebuah penginapan. Saat setelah Xie Ji mengantar Xiao Lan di penginapan itu, Qiao Qiao sudah menunggu didepan pintu.


“Kakak, akhirnya kamu kembali.”


“Tentu saja, kakak mana mungkin meninggalkan Qiao'er disini.” Ucao Xiao Lan sambil mengelus kepala Qiao Qiao.


“Oh ya, kamu temani Qiao'er dulu. Aku akan mengunjungi salah satu tempat disini.” Ucap Xiao Lan sebelum berjalan untuk mencari Tokoh Asosiasi Mawar Putih.


Saat Xiao Lan berjalan beberapa saat, dia pun menemukan subuah tokoh yang sangat besar memiliki tiga lantai dan juga banyak pengunjungnya.


***

__ADS_1


Dimohonkan untuk yang membaca untuk vote sebanyak-banyaknya ya... Jika sampe banyak yang votenya, saya akan CryUp... Jadi mohon bantuannya yaa...


***Terimakasih❤


__ADS_2