
“Berani juga kau bocah!”Ucap Gong Ding.
“Aku hanya takut pada langit dan bumi dan kedua orang tuaku dan juga guruku. untuk apa aku takut padamu wajah buruk rupa?”Ucap Xiao Lan sambil tersenyum dingin.
Wei Ling dan Xia Qiao tersentak kaget pada sikap Xiao Lan yang langsung berubah derastis. Wei Ling dan Xia Qio memutuskan untuk turun tangan.
“Lan'er/Ding'er ada apa?”Ucap Wei Ling dan Xia Qiao secara bersama..
“Guru, anak ini mungkin mempunyai orang tua yang bodoh dan busuk sampai-sampai tidak mengenali siapa ayam dan siapa harimau haha.”Ucap Gong Ding.
Mendengar perkataan tersebut Xia Qiao dan Wei Ling tersedak nafasnya sendiri karna ucapan Gong Ding.
“Selamat anda mendapatkan masalah yang sangat besar sekarang.”Ucap Hong Zou yang muncul di belakang mereka.
“Apa maksud ketua?”Tanya Xia Qiao dan Gong Ding.
“Maaf lebih baik kalian meninggalkan tempat ini atau pergi ke aula kalian, aku akan menenangkanya.”Ucap Hong Zou sambil memandang ke arah Xiao Lan yang mulai mengeluarkan Aura membunuh dan Aura phoenix yang berada di dalam dirinya.
Kedua Aura itu menekan semua yang berada di sekitarnya dan juga rumah-rumah mulai retak karna aura tersebut.
Wei Ling dan Xia Qio kehilangan nafas mereka sampai beberapa detik dan Gong Ding mulai sesak nafas.
“Ap-apaan? aku tidak bisa bernafas!”Ucap Gong Ding.
Waktu Xiao Lan dan Gong Ding bertengkar, para wanita dan pria sudah menunggalkan tempat itu sejak awal karna takut terlibat dengan Gong Ding. jadi di sana hanya ada Xiao Lan, Wei Ling, Hing Zou dan kedua guru dan murid itu.
“Sebaiknya kamu Xia Qiao tidak menceritakan ini pada siapapun.”Ucap Hong Zou.
Xia Qio langsung mengangguk dengan cepat dan Gong Ding pingsan sejak tadi.
“Ketua, bagaimana kita menghentikannya?”
“Go... ng... Ding....!”Ucap Xiao Lan yang mulai kehilangan kendali.
“Lan'er ini gurumu! jangan termakan oleh kemarahanmu!”Ucap Wei Ling sambil menggoyangkan pundak Xiao Lan.
‘Haihh... bocah ini, dia sudah termakan oleh kemarahanya. aku akan menyadarkannya.’Ucap Bold yang awalnya tertidur tapi terbangun kembali karna Xiao Lan mulai kehilangan kendali.
Bold melepaskan Aura phoenix yang sangat kuat dan membuat rumah-rumah yang berada di sekitar hancur berkeping-keping tidak tersisa.
__ADS_1
Bold mengeluarkan auranya karna ingin menekan Xiao Lan. Xiao Lan pun menunduk dan terbaring tidak sadarkan diri.
Wei Ling dan lainya hampir mati kehabisan nafas karna aura tersebut. mereka memutuskan untuk membawa Xiao Lan kembali ke aula macan putih tapi Xia Qiao dan Muridnya yang pingsan di bawa juga ke aula macan putih. tapi teman-teman Gong Ding mati karna auranya Xiao Lan membuag mereka tidak bernafas.
Setelah kembali ke aula macan putih, beberapa saat kemudian Xiao Lan terbangun dan memegang kepalanya yang amat sangat sakit.
“Apa aku kehilangan kendali?”Ucao Xiao Lan sambil memandanggi tubuhnya yang penuh luka ringan.
‘Bocah, kau sudah sadar?’Ucap Bold.
‘Bold kau sudah bangun?’
‘Jika tidak ada aku pasti kau sudah menghancurkan sekte ini dan mengamuk sesukamu.’Ucap Bold.
‘Hah... memang, sepertinya aku kehilangan kendali.’
“Lan'er kau sudah sadar?”Ucap Wei Ling serta Hong Zou. tapi saat Wei Ling dan Hong Zou masuk ke kamar Xiao Lan. Xiao Lan melihat orang yang membuatnya marah dan perempuan. tidak lain mereka adalah Gong Ding Dan Xia Qio.
“Saudara Lan, aku minta maaf soal yang tadi.”Ucap Gong Ding sambil menundukan kepalanya.
“Senior, kau beruntung karna membuatku marah tadi.”Ucap Xiao Lan.
“Benar, jika kau tidak membuatku marah, apa kau percaya kepalamu sudah terpisah dari tubuhmu?”Ucap Xiao Lan.
“Pe-Percaya!”Ucap Ging Ding dengan gugup.
Hong Zou memperingatikan Xia Qiao dan Gong Ding agar melupakan kejadian tersebut tapi Hong Zou masih tidak mempercayai mereka kalau mereka akan menimpan rahasia ini. Hong Zou memutuskan untuk menghapus ingatan Xia Qiao Dan Gong Ding.
“Kalian boleh pergi.” Ucap Hong Zou dan menyuruh Xia Qiao Dan Dong Ding pergi dari aula macan putih.
Xia Qiao dan Ging Ding merasa kebingungan karna melihat mereka sudah berada di aula macan putih.
Sifat sombong Gong Ding kembali lagi.
“Hmph! kenapa aku berada di tempat bodoh ini?”Ucap Gong Ding.
Hong Zou dan lainya tertawa kecil melihat hal tersebut.
“Xiao Lan! aku menantangmu! jika kau menang di turnamen kekuatan aku akan berlutut dan menjilat kakimu! tapi jika kau kalah kau harus melakukan hal yang sama!”Ucap Gong Ding.
__ADS_1
Melihat hal tersebut Xia Qiao yang awalnya masih bingung tiba-tiba menampar keras-keras waja Gong Ding.
“Gu... guru...? ada apa?”
“Jika kau masih mau menjadi muridku lagi, jangan sombong! buang jauh-jauh kesombonganmu itu!”Ucap Xia Qiao.
Gong Ding yang awalnya sangat arogan tiba-tiba berdiam diri seolah baru di ceramahi 2 hari.
Xia Qiao tiba-tiba menarik Gong Ding dan pergi dari aula macan putih.
“Guru, Ketua, kalian sudah mengetahui tentangku?”Tanya Xiao Lan.
“Jangankan sekarang, dari dulu aku dan gurumu sudah mengetahui jika ada kekuatan dewa yang berada di dalam tubuhmu.”Ucap Hong Zou.
Xiao Lan tersedak nafasnya sendiri karna dirinya tidak menyangka bahwa Wei Ling dan Hong Zou sudah mengetahui tentangnya.
“Xiao Lan kamu tidak perlu khawatir, kami tidak akan membocorkan ini kepada siapapun.”Ucap Wei Ling diikuti angkukan pelan oleh Hong Zou.
“Terimakasih guru, ketua.”Ucap Xiao Lan sambil membungkuk memberi hormat.
“Lan'er, ini roti kesukaanmu.”Ucao Wei Ling.
Xiao Lan denga antusias mengambil roti tersebut dan memakanya.“Guru, aku akan memperkenalkan dia pada kalian.”Ucap Xiao Lan dan mengayunkan tangannya ke udara kemudian muncul seekor phoenix kecil di kepalanya.
“Namanya Bold, aku membuatnya menjadi kecil.”Ucap Xiao Lan sambil memperkenalkan bold pada guru dan ketua Zou.
“Wah...”Ucap Wei Ling.
“Bocah bodoh, kenapa kau mengeluarkan aku!”Ucap Bold kesal.
“Maaf-maaf, aku hanya memperkenalkanmu pada mereka.”Ucap Xiao Lan.
“Bawa aku masuk kembali!”Ucap bold dengan kesal.
“Ah, ahah... baiklah burung pipit sialan!”Ucap Xiao Lan sambil mengayunkan tangannya dan sengaja menampar bold keras-keras dan mengilang.
“Bocah sial-”Belum selesai bold berkata Bold tiba-tiba hilang dan masuk ke ruang jiwa.
“Haha, se-sepertinya kamu dan bold hubungannya cukup baik ya.”Ucap Wei Ling dengan senyum canggung.
__ADS_1