
Setelah Xiao Lan berkata seperti itu, tiba-tiba Xiao Lan dan semuanya yang berada disana merasakan kalau ada dua aura yang sangat amat kuat yang sedang berdiri bersama Xiao Futu di sebuah bangunan.
“Aku dengar ada yang ingin melamar Xiao Zen'ji, apa itu kalian dari keluarga Wei?” Tanya seorang pria.
“Siapa kau?! Apa kau berada di pihak mereka?!” Tanya Xiao Lan sambil memasang posisi siap untuk menyerang.
“Ya... Aku di pihak mereka.” Ucap Pria itu sebelum melesat dengan cepat menyerang Xiao Lan. Xiao Lan yang tidak siap untuk menahan serangannya itu kini terpental jauh kebelakang.
“Uhuk...! Ku-kuat sekali...” Xiao Lan muntah darah beberapa kali sebelum kembali bangkit berdiri dan bersiap-siap untuk menyerang.
“Ohh... Kau sudah datang ya.” Gumam pelan Bold yang berada di dalam ruang jiwa.
“Tunjukkan kekuatanmu Xiao Lan!” Ucap pria itu dengan tegas.
Xiao Lan yang mendengar bahwa pria yang memakai jubah hitam itu memanggil namanya kini mulai bingung. “Kau? Kau mengenalku?!”
“Orang yang sudah sangat terkenal didunia manusia mana mungkin aku tidak mengenalnya. Jangan banyak omong kosong lagi, cepat ser-”
“Tapak Phoenix - Gelora Api Neraka!”
Belum selesai pria itu berbicara, tiba-tiba Xiao Lan langsung menyerang pria itu dengan sebuah jurus tapak. Tapi, yang membuat Xiao Lan terkejut adalah, pria itu dengan mudahnya menghindari serangan tersebut.
“Boleh juga, tapi masih kurang cepat.” Ucap pria itu sebelum memukul perut Xiao Lan dengan keras. Xiao Lan kembali terpental jauh dan muntah darah berkali-kali.
“Berengsek! Phoenix Suci Api Abadi!”
Seketika itu bold tiba-tiba keluar dari dalam tubuh Xiao Lan. “Kau akan aku bunuh!” Sebelum Xiao Lan kembali menyerang, tiba-tiba pria itu berkata.
“Baiklah Lan'er, aku akan mengajarkanmu cara menggunakan Roh dengan benar.” Pada saat itu, pria itu langsung melepaskan sesuatu yang sangat mengerikan.
“Roh dewa pencabut nyawa.”
__ADS_1
Selain Xiao Futu dan seorang yang datang bersama pria itu mereka semua terkejut setelah melihat sesosok yang mengerikan.
“Ap-apa?! I-ini milik... Ayah!” Xiao Lan yang baru menyadari bahwa dirinya sedang bertarung bersama ayahnya kini mulai sedikit tenang.
“Hahah, jangan berhenti di tengah pertarungan. Ayo serang ayah, anggap saja ini adalah latihan bagimu untuk menggunakan Roh.” Ucap Xiao Tang sebelum membuka jubah hitam yang dia kenakan.
“Ba-baiklah. Tapi kalau ayah ada disini... Ibu...”
“LanLan! Ibu ada disini. Jangan khawatir jika kau terluka parah, ibu pasti akan membalas beribu-ribu kali lipat pada ayahmu.” Ucap seorang yang berdiri didekat Xiao Futu. Dia adalah ibunya Xiao Lan yang dikenal sebagai Dewi Matahari Abadi.
“Oh ternyata ibu juga. Hei, aku akan menanyakan banyak pertanyaan nanti tapi, lihatlah aku masih ada urusan, kita akan bertarung nanti.” Ucap Xiao Lan sebelum menatap Wei Zang dan lainnya.
“Pergilah... Tapi ingat, jika kau berani mencari masalah dengan Tunanganku, aku tidak akan segan-segan lagi untuk membunuh semua keluargamu.” Ucap Xiao Lan dengan dingin.
Wei Zang dan lainnya berdecak kesal tapi, mereka masih menahan kekesalannya karena mereka tau bahwa posisi mereka sedang berada di posisi yang kurang baik bagi mereka.
Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi dari kediaman keluarga Xiao. Saat Wei Zang dan lainnya berada di pintu keluar dari keluarga Xiao, tiba-tiba Xiao Lan berseru dengan lantang.
“Hei! Jawab pertanyaanku! Apa kau ingin mati disini?!” Ucap Xiao Lan sambil mengeluarkan bold dengan api biru hitam yang kuat.
Pada saat seluruh pasukan keluarga Wei sudah keluar dari kediaman keluarga Xiao, tiba-tiba...
“Hmm waktunya sudah habis.” Gumam pelan Xiao Futu, Xiao Tang dan Xiu Lan.
“LanLan!” Sewaktu itu juga, Xiao Lan menatap ke arah suara tersebut. Dia bisa melihat ada seseorang yang sedang berlari ke arahnya. Dia adalah Xiao Zen'ji.
“Jangan khawatir. Aku akan melindungimu setiap saat...” Ucap Xiao Lan sebelum mulai jatuh pelan tanah. Tapi, sebelum Xiao Lan jatuh ke tanah, dia di topang oleh Xiao Zen'ji yang mulai menangis.
“Te-terimakasih.”
“Hahah! Lihatlah, dia adalah adikku. Dia sudah membanggakan nama baik keluarga Xiao.” Xiao Futu tertawa dengan lantang sambil memajukab dada seakan dia yang paling benar.
“Tuan muda memang hebat!”
“Hahah! Rasakan itu keluarga wei!”
__ADS_1
***
Beberapa Bulan Setelah Kejadian Itu.
Setelah kejadian itu, berita tentang tuan muda dari keluarga Xiao yang bernama Xiao Lan berhasil mengalahkan keluarga Wei dengan kekalahan telak.
Xiao Lan yang kini telah di juluki sebagai Sang Dewa Neraka. Dia mendapatkan julukan sebagai Dewa Neraka karena, dalam beberapa bulan terakhir dia telah di kabarkan telah menghabisi 100 Siluman dalam sehari.
“Haahh... Sangat melelahkan, tapi aku rasa kekuatanku saat ini yang telah mencapai Pendekar Obat yang membuka gerbang ke enam, sudah setara dengan Pendekar Bumi ataupun Pendekar Langit didunia manusia.” Ucap Xiao Lan yang baru saja membelah sebuah kayu di Hutan Terlarang.
Xiao Lan
Pada saat itu, Xiao Lan memutuskan untuk kembali ke Keluarga Xiao untuk pergi menemui Ibunya dan Xiao Zen'er.
Beberapa bukan terakhir ini, Xiao Lan dilatih oleh ayahnya dan Xiao Futu untuk menjadi lebih kuat.
“Lan'er, apa kau akan pulang ke keluarga Xiao sekarang?” Tanya Xiao Tang.
“Ya ayah. Aku sudah sangat tidak sabar untuk pergi menemui ibu. Aku yakin ibu juga sudah sangat ingin bertemu denganku.”
“Futu. Aku mempunyai sebuah misi yang berbahaya. Jadi aku ingin kau ikut denganku saat aku pergi menjalankan misi ini.” Ucap Xiao Tang kenapa Xiao Futu yang sedang berbaring di atas pohon.
“Baik...”
“Lan'er, ayah akan menjalani sebuah misi penting dari teman lama. Apa kau bisa pulang sendiri?”
“Iya, aku tidak akan apa-apa walaupun aku hanya sendirian disini.”
“Bagus, Futu. Ayo kita berangkat sekarang. Temanku sudah menunggu.” Xiao Futu mengangguk pelan sebelum turun dari pohon dan mengikuti langkah Xiao Tang.
“Adik. Jaga keluarga Xiao dengan baik ya.” Ucap Xiao Futu sebelum melesat dengan cepat mengikuti jalan Xiao Tang.
“Tentu saja. Aku akan melindungi mereka dengan seluruh kemampuanku.” Xiao Lan bergumam pelan sebelum pergi bersiap-siap untuk berangkat ke kediaman keluarga Xiao. Tapi, pada saat Xiao Lan akan masuk ke gubuk, tiba-tiba...
__ADS_1