
Disisi Lain.
“Serigala Surgawi - Tanah Bumi!”
“Api Phoenix - Serigala Mengamuk!”
Kedua serigala saling bertarung dengan sengit, Dong An sudah tidak mempedulikan dia kalau akan mati. Tujuannya sekarang adalah untuk membunuh Dong Zong yang merupakan patnernya sejak kecil ini.
Sementara pasukan aliran putih yang sedang bertempur, sudah berada di atas angin. Para pasukan aliran putih langsung masuk ke dalam markas serigala hitam untuk mencari kalau ada yang lari atau ada tahanan.
Sementara para Tetua dan ketua, pangeran dan putri sedang melihat pertarungan sengit antar Dong An dan Dong Zong. Mereka seakan sudah mempertaruhkan nyawa mereka untuk pertarungan terakhir.
“Serigala Bumi - Serigala Tanah!”
“Serigala Api - Serigala merah!”
Pertarungan sengit mereka benar-benar memakan banyak waktu sebelum tiga orang datang. Kedua dari mereka memakai Jubah hitam sementara yang satunya hanya memakai topeng tapi dirinya sudah berlumuran darah.
Mereka adalah Xiao Lan, Xie Ji dan Qiao Qiao. Waktu itu, mereka menyuruh para warga desa datang ke desa rumput dalam waktu kurang dari satu jam setelah mereka datang, dan Xiao Lan dan lainya langsung kembali ke desa rumput.
“Siapa kau?!” Para Ketua, tetua serta pangeran dan putri menghadap ke arah Xiao Lan yang sedang berdiri di salah satu pohon yang tidak berada terlalu jauh dari mereka.
Waktu itu, Xiao Lan membisikkan sesuatu kepada Xie Ji. “Pergilah dan tunggu aku di kota Xian. Aku akan segera menyusul.” Ucap Xiao Lan sebelum turun dari atas pohon. Xie Ji dan Qiao Qiao langsung pergi, Xie Ji yang selalu memeluk Qiao Qiao sudah merasa bahwa Qiao Qiao sudah seperti anaknya sendiri.
Saat Xiao Lan turun dari pohon, semua orang langsung menjadi waspada padanya. Xiao Lan hanya berjalan dengan santai mendekati mereka.
“Paman, aku tidak tahan lagi. Aku akan memberitau mereka tentang identitasku tapi, aku akan melakukan pengelana yang lebih berat dari apa yang paman katakan padaku. Anggap saja ini sebagai hukuman.”Pikir Xiao Lan dengan tersenyum tipis dari dalam topengnya.
__ADS_1
Saat Xiao Lan sudah berada didekat semuanya, pertarungan Dong An dan Dong Zong juga sempat terhenti dan memandang ke arah Xiao Lan.
“Apa aku mengganggu kalian?” Ucap Xiao Lan sambil membuka topengnya. Setelah Xiao Lan membuka topengnya banyak pendekar wanita yang terpana dengan ketampanan Xiao Lan.
Sementara Putri dan pangeran langsung menyampirinya dan langsung bersorak sorai. “Akhirnya kau kembali” Ucap pangeran dan putri secara bersama.
Semua orang yang berada di sana terkejut melihat pangeran dan putri mengenalnya.
Pertarungan Dong An dan Dong Zong sempat terhenti sejenak, mereka selalu memperhatikan Xiao Lan dengan waspada. Sementara itu, Xiao Lan mulai berjalan kembali karena di hampir oleh pangeran dan putri.
Xiao Lan berjalan sampai di depan Wei Ling. Wei Ling tidak memasang kuda-kudanya dan malah melihat Xiao Lan dengan penuh pertanyaan. Pada saat itu, mereka saling berhadapan kemudian Xiao Lan menundukkan kepalanya dan memberikan hormat kepada Wei Ling.
Semua orang terkejut melihat hal tersebut. Mereka mulai memikirkan bahwa pendekar hebat itu ada hubungannya dengan Wei Ling. Sementara Dong An dan Dong Zong masih terdiam dan menoleh ke arah Xiao Lan dan Wei Ling.
“Lan'er, apa ini adalah kau? Atau hanya halusinasiku saj-” Belum selesai Wei Ling berkata, Xiao Lan langsung memotong perkataan tersebut.
“Ini aku guru... Xiao Lan.” Selain pangeran dan putri, semua orang yang berada di sana termasuk Dong An dan Dong Zong terkejut mendengar hal itu.
“Maafkan aku guru, tapi aku tidak mempunyai waktu lagi.” Ucap Xiao Lan sambil menoleh ke arah Dong An.
“Aku telah berjanji kepada Qiao'er untuk melindunginya dan membunuh semua orang yang menyakitnya. Jadi... Ketua Zong, aku minta maaf, aku harus membunuhnya.” Ucap Xiao Lan sambil tersenyum cerah ke arah Dong An dan Dong Zong.
“Tidak! Dendam yang dulu harus aku balas dengan tanganku sendiri!” Dong Zong harus membalaskan dendam anak keduanya yang dibunuh oleh Dong An.
Setelah itu, tiba-tiba ada seseorang yang datang dari udara. Dia adalah raja iblis.“ Tidak aku sangka kau akan kalah di sini Serigala Tanah.” Ucap Raja iblis.
__ADS_1
“Cepat bantu aku!”Setelah Dong An berkata seperti itu, tiba-tiba raja iblis mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat sambil turun ke samping Dong An. Semua orang yang berada di sana langsung memasang aba-aba untuk menyerang tapi Xiao Lan menghentikan mereka.
“Ketua dan lainya, maaf. Setelah kejadian ini, aku akan pergi ke suatu tempat yang jauh dan aku akan membantu kalian untuk kesekian kalinya.” Ucap Xiao Lan sambil tersenyum tipis.
“Ji'er, bantu aku untuk melindungi mereka.” Ucap Xiao Lan sebelum Xie Ji muncul dengan tiba-tiba dari atas dengan Qiao Qiao. Xie Ji mengangguk pelan sebelum memasang perisai yang kuat untuk semua orang selain Xiao Lan.
“Tidak! Lan'er!” Seru Wei Ling dan para matriak dan patriak.
“LanLan!/ Saudaraku!” Para pangeran dan putri juga berseru dengan lantang sambil meneteskan air mata. Sementara Xie Ji dan Qiao Qiao menangis di balik jubah mereka. Xie Ji sebenarnya sudah diberitau oleh Xiao Lan bahwa dia akan pergi ke dunia dimensi yang dimana sangat banyak orang-orang hebat.
Tapi, Xiao Lan mengatakan bahwa, sebelum pergi ke dunia dimensi. Dia akan pergi ke hutan keramat terlebih dahulu untuk mengambil satu senjata pusaka yang terdapat di sana. Xie Ji yang sekarang bahkan tidak bisa menahan tangisnya.
“Kucing Kecil, keluarlah dan tunjukkan kekuatanmu.”
“Bold, jangan kalah dari kucing kecil yaa. Mengamuklah sesuka hatimu.” Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba Xiao Lan mengeluarkan sayap api biru di bagian kirinya dan dibagian kanan ada sebuah sayap merah kehitaman. Dua ekor juga telah muncul pada Xiao Lan.
Pedang Tengkorak Apinya tiba-tiba masuk kedalam cincin dimensi dan dia mengeluarkan pedang hitamnya yang dulu pernah diberikan bold padanya. Pada saat itu, Xiao Lan seakan berubah menjadi sesosok monster.
“Ma... Ti... Dan ENYAHLAH!”
***
Di Like dan vote yaa... Terimakasih loh untuk suportnya selama ini...
Di vote yang banyak ya biar jadi dapat nilai yang bagus untuk Legenda Dewa Phoenix.
God Bless You ❤🤗🙏
__ADS_1