Legenda Dewa Phoenix

Legenda Dewa Phoenix
Kejahilan Xiao Lan


__ADS_3

“Eh? Ap-apa?! Ayah dan ibuku?!” Xiao Lan terkejut karena mendengar hal itu. Pikiran Xiao Lan sudah ternodai dengan. hal itu sampai-sampai dia tidak memikirkan hal yang lain selain hal itu.


“Ah, jangan terlalu memikirkannya. Lebih baik kau tidur.” Ucap Xiao Futu sebelum pergi kedalam gubuk tua itu.


“Ayah, ibu. Aku pasti akan membuat kalian menyesali perbuatan kalian karena menutupi semua ini dari aku!” Xiao Lan berdecak kesal sebelum mengikuti langkah Xiao Futu yang masuk kedalam gubuk tua itu.


Keesokan harinya.


“Lan'er, ayo kita pulang. Setelah kau mengalahkan si Wei Zhang, kita akan kembali berlatih!” Ucap Xiao Futu dengan semangat.


“Iya, aku pasti akan membuat orang yang mengganggu tunangan bodohku itu menjadi menyesal!” Xiao Lan juga ikut bersemangat sebelum dibawah Xiao Futu kembali ke Kediaman Keluarga Xiao.


Pada saat diperjalanan, Xiao Lan dan Xiao Futu selalu di hadang dengan berbagai siluman. “Kenapa mereka selalu menghadang aku? Apa mereka sekutu Keluarga Wei juga?!” Xiao Lan berdecak kesal.


“Hahah, kau memang sudah sangat marah ya pada mereka. Sampai-sampai kau libatkan hal itu dengan para siluman bodoh ini.” Xiao Futu tertawa kecil.


“Kakak, cepatlah aku sudah tidak sabar untuk menghajar wajah jelak si Wei Zang itu.” Xiao Lan masih merasa kesal dengan Wei Zang karena berani menyinggung tunangannya.


“Baiklah, paman akan membawamu dengan cepat.” Seketika itu, Xiao Futu langsung memegang pakaian Xiao Lan dan melesat dengan cepat.


“Ahhh.....!”


Disisi lain.


“Dimana tunangan bodohmu itu?! Apa dia takut menghadapiku?” Wei Zang yang sudah berada di kediaman Keluarga Xiao berdecak kesal dengan Xiao Lan yang tidak kunjung datang.


“Apa kalian mau berhadapan dengan salah satu dari orang terkuat karena berani memasuki kediaman Xiao dengan paksa?!”


“Kalian sungguh tidak tau malu.”


“Apa kalian mau menyatakan perang antar keluarga?! Kami keluarga Xiao siap melayani kalian.”


Satu demi satu komentar buruk keluar dari mulut anggota keluarga Xiao. Sementara Xiao Ning dan Xiao Zen'ji hanya diam karena mengetahui Xiao Lan tidak akan datang.


“Hahah, apakah Xiao Futu sudah lari? Dari dulu akulah yang terkuat di dinasti darah ini. Xiao Futu hanyalah kucing pengecut! Kalau berani panggil juga dia dan bertarung dengan aku untuk memperebutkan gelar terkuat!” Ayah Wei Zang yang bernama Wei Zeng berseru dengan lantang.

__ADS_1


“Hmph! Apa kau pikir aku takut padamu?!” Xiao Ning langsung maju kedepan sambil tertawa kecil.


“Xiao Futu yang aku panggil kenapa datang seorang tua bangka seperti ini?” Wei Zeng tertawa dengan lantang.


“Tapi, sudahlah aku akan membicarakan tentang urusan aku nanti. Yang jelas sekarang, Xiao Zen'ji akan di lamar oleh putraku.” Wei Zeng sebenarnya ingin anaknya menikahi Xiao Zen'ji karena, Xiao Zen'ji memiliki paras yang cantik.


Dia ingin keturunannya selanjutnya merupakan orang yang terpandang dan memiliki ibu yang berkekuatan khusus.


“Diam! Aku sudah punya tunangan! Untuk apa aku menerima lamaranmu?! Kalian keluarga Wei benar-benar tidak tau malu.” Xiao Zen'ji berseru dengan lantang.


“Dia sudah mati, aku sudah menyuruh orang untuk membunuhnya.” Wei Zang dan Wei Zeng tertawa dengan lantang.


“Ap-apa?! Lan'er...? Beren*sek kau!” Ucap Xiao Zen'ji dengan geram sebelum ada dua orang datang dengan tiba-tiba dari atas.


“Apakah ini orang yang kau maksud?” Mereka adalah Xiao Lan dan Xiao Futu. Xiao Lan melemparkan sekantong yang penuh dengan darah.


“Tetua Xiao! Tuan Muda!”Seru semua orang.


“Buka-lah, aku menyuruh Lan'er untuk tidak terlalu kasar padanya jadi wajah dia tidak akan seburuk yang pernah aku lakukan pada seorang dikeluargamu.” Ucap Xiao Futu sebelum duduk disalah satu atap.


“Hah? Apa maksudmu?” Pada saat itu, Wei Zang dan Wei Zeng tiba-tiba membuka sekantong itu.


“Beren*sek kau Futu! Apa kau yang membunuhnya?!” Tanya Wei Zeng sambil menatap Xiao Futu dengan kesal.


“Lihatlah, tubuhku tidak ada darah atau pun bagian dari tubuhnya. Seharusnya kau belum buta bukan? Lihatlah lebih jelas lagi.” Xiao Futu tertawa dengan lantang.


Semua orang yang berada disana tiba-tiba melihat kearah Xiao Lan yang dipenuhi darah seluruh tubuhnya.


Pada saat itu juga, Xiao Lan menatap Wei Zang dan lainnya dengan dingin. “Apa kau yang bernama Wei Zang?” Tanya Xiao Lan pada Wei Zang.


“Mana mungkin kau bisa membunuh pamanku?!” Pikiran Wei Zang telah terpenuhi dengan hal tersebut.


“Jadi kau yang ingin melamar Xiao Zen'ji ya...” Ucap Xiao Lan sebelum...


“Hahah, hei kau sangat laku disini ya, sampai-sampai ada orang yang melamarmu.” Xiao Lan tertawa dengan lantang.

__ADS_1


“Pfft....!!” Semua orang terkejut melihat tingkah Xiao Lan yang berubah seketika dan malah terlihat konyol.


“Hei! Bocah sialan! Jangan membuat aku malu!” Seru Xiao Futu yang berada diatap sebuah bangunan dengan kesal.


“Hahah, kakak, aku benar-benar sangat kesal dengan sikap Xiao Zen'ji kepadaku. Tapi... Jika bukan karena sikapnya yang seperti itu, mana mungkin aku tertarik dengannya? Bodoh!” Ucap Xiao Lan dengan nada mengejek.


Xiao Zen'ji yang mendengar hal itu tiba-tiba wajahnya berubah menjadi merah layaknya sebuah tomat. Dia sangat tidak mengangka kalau Xiao Lan akan berkata seperti itu.


“Baiklah! Paman aku hanyalah Pendekar Awan tahap rendah, dia memang tidak berguna. Sekarang aku akan membunuhmu!” Ucap Wei Zang sebelum mengeluarkan aura membunuh yang kuat.


“Apa kau hanya membunuh seorang setiap tahunnya? Ini bukanlah apa-apa, cepat tambah lagi aura membunuhmu.” Ucap Xiao Lan sambil berbaring menghadap Wei Zang.


“Apa?!” Semua orang kecuali Xiao Futu terkejut melihat Xiao Lan tidak merasakan apa-apa saat terkena aura membunuhnya Wei Zang.


“Hahah! Itulah adikku!” Ucap Xiao Futu sambil tertawa dengan lantang.


“Baiklah! Aku akan membuat wajah sombongmu itu menjadi wajah pemohona-”


“Oiii... Apa cara bertarung kalian hanya kebanyakan berbicara? Kalian sangat membosankan.” Ucap Xiao Lan sambil menguap.


“Beren*sek!”


“Tapak Budah - Kemarahan Budah!”


“Apa hanya ini? Baiklah kalau begitu.” Ucap Xiao Lan sebelum berdiri dan membalas tapak itu.


“Tapak Es - Penghancur Gunung!!”


Terlihat sebuah tapak besar muncul ditangan Xiao Lan.


“Jurus ini?!” Tanya Xiao Ning dan Wei Zang secara bersama.


“Zang'er! Awas!” Wei Zeng berseru dengan lantang sebelum...


***

__ADS_1


Maaf ya para pembaca karena jarang updatenya, aku lagi ngerjain tugas sekolah. Jadi jarang buat novel. Makasih buat para pembaca yang udah nunggu updatenya...


Sekali lagi aku minta maaf 🙏


__ADS_2