
Orang-orang yang datang itu adalah tiga pendahulu pemilik takdir langit dan satu pemilik takdir langit di ERA yang sama dengan Xiao Lan.
Mereka adalah....
Meng Zi. Dia adalah pendahulu pemilik takdir langit yang merupakan Roh Unicorn Hitam yang ganas.
Setelah Meng Zi, ada juga seorang yang merupakan pemilik takdir langit yang di era sekarang, dia adalah... Nuu. Roh Nuu adalah seekor singa yang memiliki api ungu di sekujur tubuhnya.
“Hai.” Ucap Nuu dengan datar.
Sementara itu, seorang lagi diantara mereka berdua, dia adalah seorang pemilik takdir langit yang memiliki roh ular. Dia dikenal sebagai Sang Dewa Racun, Cao Xi.
“Haha, ternyata tidak semua yang datang.” Ucap Xiao Tang sebelum menyuruh Nuu, Cao Xi dan Meng Zi duduk di tempat yang sudah di siapkan.
Setelah mereka semua duduk, Xiao Tang menyuruh mereka untuk memperkenalkan diri dengan Xiao Lan.
“Dia adalah anakku. Jangan terlalu kasar dengannya ya.” Ucap Xiao Tang sambil meminum secangkir teh yang telah disiapkan.
“Namaku Nuu... Salam kenal.” Ucap Nuu dengan wajahnya yang datar.
“Hmm, ya... Sa-salam kenal.” Xiao Lan sangat gugup karena dia sedang berbicara dengan pemilik takdir langit lainnya.
“Aku Cao Xi.”
“Aku Meng Zi.”
“Hei, kau ini kan anaknya leluhur Xiao Tang, jadi... Jangan membuat aku kecewa.” Ucap Cao Zi.
“Cao Zi. Jika kau ingin mengujinya, silahkan saja, tapi tunggu sampai dia sembuh total.” Ucap Xiao Tang sambil meminum secangkir teh dengan santai.
“Hmm... Oke.”
“Jadi... Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Meng Zi.
__ADS_1
“Alu sebenarnya ingin kalian melatih Xiao Lan agar bisa menjadi lebih kuat lagi tapi... Kurasa kita tidak mempunyai banyak waktu.” Xiao Tang menjelaskan kepada mereka untuk bersembunyi untuk beberapa saat. Xiao Tang ingin supaya Dewa Neraka Yang Luo segera keluar dari tempat persembunyiannya.
“LanLan... Suatu saat nanti, kau harus membunuh Yang Lou dan mengambil posisinya sebagai Dewa Neraka.” Xiao Lan menatap Xiao Lan dengan serius.
“Ap-ap?! Mengalahkan dewa?!”
“Jangan khawatir, kau ini harus berlatih sekuat tenaga sebelum bertemu dengannya. Kau akan di kabarkan telah mati akibat phoenix Qiao Qi.”
Xiao Tang menjelaskan bahwa Xiao Lan harus melakukan latihan tertutup. Tapi, saat mereka semua akan setuju dengan pendapat dari Xiao Tang, tiba-tiba...
“Jangan khawatir tentang latihannya Senior Tang...” Pada saat itu, pandangan mereka semua terahli kepada tetua merah dan biru.
“Kami berdua akan melatihnya.”
“Oh... Kalau begitu aku akan sangat berterimakasih pada kalian berdua.”
“Tidak perlu sungkan Senior.”
“Baiklah... Semuanya berpencar!” Seru Xiao Tang sebelum para pemilik takdir langit pergi ke arah yang berbeda.
“LanLan... Berjuanglah, ayah akan menemuimu nanti kalau kau sudah menjadi pendekar yang hebat.” Ucap Xiao Tang sebelum menghilang bersama Xiao Futu dengan Yun Wong.
Setelah beberapa hatu setelah kejadian itu, Xiao Lan dikabarkan telah mati dan Xie Ji bahkan shok setelah mendengar kalao Xiao Lan telah mati.
“Tidak apa Ji'er. Ayahnya LanLan sangat kuat, dia pasti akan menghidupkan kembali LanLan.” Xie Mei menenangkan Xie Ji.
Disisi lain...
Gunung Tagger:
“Kakak merah, biru. Apa kita sudah sampai di gurun tagger?” Tanya Xiao Lan dengan lesu kelelahan setelah berjalan beberapa hari dari Universitas Pedang Langit.
“Ya, sebentar lagi kita akan sampai di lembah pasir.” Lembah pasir adalah tempat sebuah kota yang berada di tengah-tengah gurun pasir.
“Oh iya, kakak. Ku dengar disini ada manusia ular.”
__ADS_1
“Ya... Tapi bukan hanya itu... Ada yang lebih mengerikan dari pada manusia-manusia ular itu. Yang paling mengerikan adalah... Ratu mereka... Ratu Medusa.” Ucap Merah dengan wajah yang suram.
“Apa ratu mereka sangat kuat?”
“Dia jauh lebih kuat dari pada kami berdua.” Merah mengaku kalau, walaupun mereka merah dan biru berkerja sama, mereka tetap akan kalah dalam pertarungan.
Bulu-bulu nyawa Xiao Lan tiba-tiba berdiri setelah mengetahui kalau bahkan Merah dan biru tidak sanggup melawan ratu medusa.
Setelah Xiao Lan menanyakan hal itu pada merah dan biru, Xiao Lan sudah tidak menanyakan pertanyaan lainnya karena sudah mengetahui situasinya kalau walaupun dia di jaga oleh merah dan biru, tatap saja belum tentu akan aman.
Beberapa jam kemudian, hari mulai gelap tapi mereka sudah menemukan lembah pasir telah berada di depan mereka.
Xiao Lan bisa melihat kalau ada banyak sekali pasukan yang menjaga di depan gerbang maupun di sekitarnya.
“Tetua merah, tetua biru. Lama tidak berjumpa.” Ucap seorang yang baru saja sampai di gerbang lembah pasir dan membuat sambutan hangat kepada Merah dan biru.
“Tetua Gyo lama tidak berjumpa, kau sudah semakin kuat saja ya.” Ucap Merah.
“Hahah... Ayo masuklah, dan bawah adik kecil itu masuk juga.”
Pada saat mereka masuk kedalam, Xiao Lan tiba-tiba merasakan kalau di sana ada yang memantaunya tapi, Xiao Lan hanya membiarkan itu dan terus berjalan kedepan.
Gyo ini berusia sekitar 40 tahunan. Dia juga memiliki seorang putri yang bernama Ryun yang berusia sekitar 17 tahun.
Beberapa saat kemudian, Gyo memberikan tempat untuk Xiao Lan untuk beristirahat sementara Gyo memanggil merah dan putih untuk membicarakan suatu hal.
“Di Kamarnya Xiao Lan.”
“Hei bold, apa perjalananku masih panjang untuk menjadi lebih kuat?” Tanya Xiao Lan sambil berbaring di tempat tidurnya.
“Setelah kau keluar dari tempat ini, aku sangat yakin kalau kau sudah akan mencapai Pendekar Raja.” Ucapan bold membuat Xiao Lan tersedak dengan air liurnya sendiri.
“Bagaimana kau bisa seyakin itu?” Tanya Xiao Lan.
“Karna Api Suci Lotus ada di gurun ini.” Ucap bold sebelum...
__ADS_1
***
Maaf ya buat teman-teman, aku jadi ga bisa update karena ada masalah. Dan juga terima kasih buat teman-teman yang nunggu LDP update ya. Sekali lagi makasih:)