
Liu Xun, Yin Mei dan Ye Fei telah menjadi putri yang sangat amat cantik. Sementara Yin Fang dan Zhang Hou telah menjadi pendekar yang hebat dan tampan.
Xiao Lan yang melihat hal itu mematung sejenak. Dia mencoba mengingat kembali perkataan Yun Wong kalau dia tidak boleh membocorkan identitasnya.
Tiba-tiba Xiao Lan langsung berdiri dan segera menuju ke pintu keluar. Tian Su mengerutkan dahinya karena bingung melihat reaksi Xiao Lan yang langsung berubah derastis.
Saat Xiao Lan berjalan di dekat Zhang Hou, kemudian Xiao Lan membisikan sesuatu padanya. “Pangeran Zhang Hou, aku adalah Xiao Lan. ada yang aku ingin tanyakan padamu, datanglah di gerbang keluar desa.”
Wajah Zhang Hou langsung cerah mendengar Xiao Lan telah kembali. Perubahan wajah Zhang Hou membuat semua orang bingung tapi, mereka tidak terlalu memikirkannya.
“Teman-teman, aku akan segera kembali.” Ucap Zhang Hou. Zhang Hou tidak mau berlama-lama untuk menemui Xiao Lan.
Saat setelah Zhang Hou sampai di gerbang keluar desa, dia menemukan seorang yang berpakaian jubah hitam yang menyandarkan dirinya di pintu gerbang.
“Lan'er, akhirnya kamu menunjukkan dirimu.” Ucap Zhang Hou.
Seketika itu Xiao Lan membuka jubah hitam yang dia pakai dan memasukanya ke dalam cincin dimensi.
“Hou'er, aku ingin kamu menjaga rahasia kalau aku telah kembali.”Zhang Hou langsung mengangguk pelan.
“Dan juga, aku ingin tau dimana keberadaan Asosiasi mawar putih. Aku perlu bantuan mereka.” Ucap Xiao Lan.
Zhang Hou kemudian menjelaskan bahwa akar dari Asosiasi Mawar Putih berada di Kerajaan Han di kota Xian. Yang lainnya bercabang dari kerajaan ke kerajaan lain. Zhang Hou menjelaskan.
“Ternyata sebesar itu ya... Baiklah, aku akan segera pergi, beritau juga tentang aku kepada Yin Fang. Dia temanku” Ucap Xiao Lan sebelum meninggalkannya.
“Lan'er, semoga kamu baik-baik saja.” Ucap Zhang Hou kepada Xiao Lan. Zhang Hou khawatir kepada Xiao Lan yang akan menanggung tanggung jawab yang besar.
Setelah Xiao Lan hilang dari pandangan, Zhang Hou kembali ke restoran tersebut.
“Saudara Fang, bisakah kita bicara sebentar?” Ucap Zhang Hou.
Yin Fang mengangguk pelan sebelum pergi menjauh dari yang lain. Setelah Zhang Hou membicarakan tentang Xiao Lan, Yin Fang terlihat sangat senang karena mengetahui Xiao Lan baik-baik saja.
Setelah mereka kembali ke perkumpulan mereka, Yin Fang langsung memarahi Tian Su dengan keras.
__ADS_1
“Pangeran Su... Kuharap, jika bertemu dengan orang tadi yang kau singgung, kau segera minta maaf jika tidak. Kau sendiri yang akan menanggung akibatnya.” Ucap Yin Fang.
“Memangnya siapa dia sampai-sampai kau membelahnya.”
“Jika kau tidak ingin kerajaan Han, kerajaan Yin dan kerajaan Ye menghancurkan kerajaanmu. Sebaiknya kau meminta maaf kepada orang tadi.” Ucap Yin Fang dengan dingin. Zhang Hou mendukung tentang hal tersebut.
***
Disisi lain.
“Sepertinya aku harus ke kota Xian untuk pergi ke Asosiasi terlebih dahulu.” Pikir Xiao Lan.
Xiao Lan menambah kecepatannya agar segera sampai ke kota Xian. Saat Xiao Lan berlari di hutan, dia melihat ada sebuah serigala berwarna putih sedang terjebak di perangkap pemburu. Xiao Lan langsung pergi menyelamatkannya.
Saat Xiao Lan membengkuk untuk mengusap kepala serigala itu, tiba-tiba datang dua orang pemburu. “Bocah, serahkan serigala itu pada kami.”
Xiao Lan menggigit tangannya sampai keluar darah, dia meminumkan darahnya kepada serigala itu agar sembuh. Darah Xiao Lan merupakan darah Phoenix jadi, darah Xiao Lan bisa menyembuhkan penyakit apa saja dan luka apa saja.
“Pergilah sebelum aku berubah pikiran.” Setelah berkata seperti itu, Xiao Lan mengeluarkan aura membunuhnya yang sangat hebat. Sampai-sampai, kedua orang itu sesak nafas sejenak.
Yang membuat Xiao Lan terkejut. Serigala itu dapat berbicara dan dapat berubah menjadi kecil.
“Terimakasih telah menyelamatkan aku.” Ucap serigala itu.
“Siapa kau sebenarnya?”
“Aku adalah dewi serigala, dan aku mengetahui kau adalah pemilik takdir langit. Benarkan?” Ucap serigala tersebut.
“Bagaimana bisa kau mengetahuinya?!” Xiao Lan benar-benar kaget mendengar bahwa serigala itu mengetahui bahwa Xiao Lan adalah pemilik takdir langit. Padahal, yang mengetahui takdir langit hanyalah dewa dan para pemilik takdir lainya.
“Sudah aku bilang aku adalah dewi serigala. Kekuatanku belum pulih sepenuhnya karena, aku telah menghadapi sang raja iblis. Dia sangat kuat!” Ucap serigala itu.
“Oh, Xie Ji! Lama tidak berjumpa!” Phoenix yang berada di dalam tubuh Xiao Lan tiba-tiba keluar dalam bentuk kecil.
“Bold apa kamu mengenalnya?”
__ADS_1
“Bocah ingusan, kau memang sangat beruntung sekarang.” Tawa bold. Xiao Lan benar-benar sangat bingung melihat reaksi bold yang dinin kini berubah derastis.
“Phoenix, ternyata kamu yang berada di dalam anak ini ya.” Ucap serigala.
Bold mengangguk pelan kemudian memperkenalkan Xiao Lan.
“Oh, jadi ini tuan barumu? Cukup tampan.” Sambil berucap seperti itu, serigala itu tiba-tiba berubah menjadi perempuan yang sangat amat cantik.
“Namaku Xie Ji, aku adalah dewi serigala salju.” Ucap Xie Ji. Xiao Lan yang melihat hal itu, wajahnya langsung memerah seperti tomat.
“Huh... Walaupun aku terkejut tapi kamu terluka.” Ucap Xiao Lan sambil menggigit tangannya.
“Minumlah.” Ucap Xiao Lan. Phoenix langsung kembali ke ruang jiwa karena tidak bisa bertahan lama dengan wujudnya.
Walaupun Xie Ji adalah dewi, namun melihat ketampanan Xiao Lan membuatnya terpana, apa lagi Xiao Lan sangat baik. Seketika itu, Wajah Xie Ji mulai memerah, dia memegang tangan Xiao Lan dengan gugup. Saat Xie Ji masih berbentuk serigala, dia hanya melihat Xiao Lan sebagai orang biasa karena matanya sangat sakit akibat pertarungan dengan raja iblis.
Sesaat Xie Ji mau meminum darah Xiao Lan, tiba-tiba Bold membuat mengembangkan sayapnya dan membuat Xie Ji mencium Xiao Lan. Bold melakukan itu dengan sengaja, bold juga bisa menembus ruang jiwa jika dia ingin mengeluarkan kekuatannya.
Wajah Xie Ji dan Xiao Lan sudah seperti tomat saja. Tapi saat mereka berciuman di bibir, Xie Ji tidak berusaha melepaskan, tapi hanya berdiam diri. Tidak bedanya bagi Xiao Lan, Xiao Lan pun hanya berdiam diri saat mereka berciuman.
Xie Ji yang menimpa Xiao Lan mulai malu, bahkan, merah tomat tidak sebanding merahnya dengan wajahnya. Namun, saat mereka masih berciuman. Xie Ji dan Xiao Lan mendengar ada orang yang meminta tolong, disitulah mereka berdiri dan tidak lagi berciuman.
“Tolong!”
Seorang gadis kecil cantik yang di kejar-kejar oleh para pendekar hidung belang meminta tolong sekeras-kerasnya.
Xiao Lan dan Xie Ji langsung pergi walaupun Xie Ji terluka, dirinya tidak ingin mendengar orang yang sedang minta tolong namun tidak membantunya.
***
Ig : MarselImanuel24
Hai para pembaca... Sambil nunggu Legenda Dewa Phoenix di update. Saya mau nyaranin buat baca novel.
“ Legenda Dewa Kematian ”
__ADS_1
***Terimakasih.