Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Sekutu Misterius


__ADS_3

Sekarang telah berdiri dihapadan mereka para pengejar sekutu misterius Nyai Mesutri, ketiganya mengenakan topi caping petani di kepala mereka masing-masing, dengan perawakan yang seram serta memancarkan aura gelap pembunuh pendekar tingkat tertinggi dari ketiga tubuh orang tersebut.


Terlihat salah satu pengejar misterius mendekati kedua pangeran yang melangkah mundur, sambil menahan salah satu kakinya yang sakit, akibat luka dari serangan salah satu pendekar sekutu misterius yang berdiri didepan mereka.

__ADS_1


Dengan topi caping yang masih terpasang diatas kepalanya, suryo dewo pria berkulit hitam, berjanggut hitam tebal serta bekas codet dibawah pelopak mata kirinya semakin menambah sangar perawakan pria kekar tersebut.


Suryo dewo salah satu ketua perguruan hitam sampan setan dari tanah suwarna bhumi, Mendekati kedua pangeran tersebut sambil berkata Genit dan gemulai. "pangeran apa kalian tidak takut dengan kematian, Sudahlah pangeran ikutlah keistanaku, disana kalian akan aku jadikan selir-selir kesayanganku anak-anak tampan." gumam suryo dewo dengan nada lemah lembut seperti banci.

__ADS_1


Suryo dewo berasal dari kaum lut dari lembah sadum dibagian barat ujung bumi nusantara. Melihat gelagat aneh Suryo dewo, kedua pria rekannya yang berdiri dibelakang mengernyitkan dahi sambil membentak. "Hoi tua bangka banci alas, cepat bunuh mereka dasar banci sampah, jangan buang-buang waktu, Aku ingin pulang bersantai dan kembali dari tugas merepotkan ini". Bentak Mahendra ketua perguruan hitam kubus ireng, salah satu sekutu misterius Nyai Mesutri. Seraya dengan mahendra, Erto Jaya mengangguk setuju. " iya cepatlah banci tua selesaikan tugas kita ini, bunuh mereka" kata Erto jaya ketua perguruan hitam Setan Beringin.


Sambil tertawa genit Suryo dewo memalingkan wajahnya kebelakang, ke arah kedua rekannya yang lebih muda dari dirinya tersebut, seraya berkata "Sabar dinda-dinda yang tampan, Setelah selesai dengan mereka berdua, nanti giliran kalian." sambil saling menatap ertojaya dan mahendra serempak meludah ketanah". Cuih ora sudi dasar banci" Haha". Mereka tertawa jijik mendengar cara dan ucapan suryo dewo.

__ADS_1


Melihat ketiga orang pengejar misterius di depannya, kedua pangeran tersebut mengumpulkan tenaga dalam mereka yang tersisa, memusatkannya untuk bersiap bertempur, menghadapi ketiga ketua perguruan aliran hitam tersebut.


__ADS_2