
Dengan kecepatan tinggi Ki Projo gendeng yang sekarang telah berwujud siluman katak merah, melesat menyerang raja Susilo. "lompatan seribu gunung" wusss" raja Susilo yang masih terkejut dengan apa yang dilihatnya menyilangkan kedua tangannya menangkis serangan ki Projo gendeng.
"Tendangan tarian katak", sebuah tendangan kaki kanan Ki Projo gendeng menukik dengan cepat kearah samping kiri kepala raja Susilo, Membuat raja tersebut terpental cukup jauh dan terhenti di tiang aula kerajaan yang menghadang tubuhnya.
Sambil memegang kepalanya yang masih terhuyung raja Susilo mencoba berdiri, belum sempat berdiri dengan benar sebuah tendangan yang sama menghujat ke arah dada raja Susilo. "bletakkk" wusss" raja Susilo terpental kebelakang dan terlihat darah segar muncrat dari mulut sang raja. Dengan sigap sekelebatan terbang menangkap tubuh raja Susilo yaitu Pangeran Raden prakoso.
__ADS_1
"Ayahanda apa kau tidak apa" Raden prakoso berkata kepada ayahnya, kemudian disusul dengan Biantoro yang menyusul kakaknya. Sambil menyekah darah yang keluar dari mulutnya, raja Susilo berbisik sambil berkata kepada kedua pangerannya.
"Anakku mungkin ini saat terakhir kalian melihat ayah, mereka bukan lawan kita. Kekuatan mereka sangat sakti, mereka pendekar pendekar Iblis, kekuatan mereka berada jauh diatas ayah dan kalian. Larilah bila ada kesempatan anakku, larilah ke tanah suwarna bhumi, Temui raja Kerajaan Rencong barat dan Kerajaan Gading cempaka. Beritahu kepada mereka keadaan yang sebenarnya. Mereka sahabat ayah, mereka tidak akan mau tunduk kepada orang selain dari keluarga kita. Aku yakin setelah ini mereka akan menyusun rencana licik untuk memerintah kerajaan kerajaan yang bernaung dibawah panji kerajaan Nusantara."
Dengan air mata yang menetes dipipinya, kedua pangeran tersebut hanya mengangguk tanda mengerti. "apapun yang kalian rencanakan tidak akan berpengaruh, kalian semua akan kumusnahkan disini Hahaha" bentak Ki Projo gendeng.
__ADS_1
Raja Susilo membentak kedua putranya. "pergilahh sekarang, Rangga geni, Dilan sepuh, lindungi kedua pangeran. Larilah, jangan lihat kebelakang aku akan menghancurkan tempat ini, aku akan memakai ajian terakhir untuk menuntaskan ini, larilah selagi sempat.
"Tapi yang mulia, aku akan bertarung sampai mati disamping mu" Kata Rangga geni. "apa kau bodoh dan mau mati konyol, apa kau mau menentang titah terakhir rajamu, cepat lari" bentak raja Susilo.
Sambil menahan tangis, Patih Rangga geni hanya mengangguk menuruti titah rajanya, Kemudian keempat orang tersebut melesat menjauh, diikuti oleh ratusan anggota perguruan Siluman katak merah dan anggota perguruan Banteng iblis yang mengejar mereka.
__ADS_1
"hihihi ternyata mau kabur ya Hhiihi." Nyai Mesutri tertawa kecil dan bersiap mengejar mereka berempat diikuti ke 3 sekutu lain dibelakangnya, sedangkan sosok berjubah hitam 9 Naga hanya terdiam menjadi penonton, melihat Kejadian didepannya. Seperti hanya tontonan yang seru dan hiburan bagi mereka tanpa berbuat apapun.