
Melihat ke 10 prajuritnya terlihat kewalahan , Patih Renggo mengambil anak panahnya membidik tubuh Darma thirta.
"Matilah kau sekarang" teriak Patih Renggo, "Panah iblis pembunuh " . Sebuah anak panah berwarna merah kehitaman melesat tajam ke arah Darma thirta, melesat menembus air pelindung yang melindungi tubuhnya.
Sedikit bergeser arahnya, menghantam bahu kiri dari pemuda itu, karna efek dari benturan air pelindung yang melindungi tubuhnya, sehingga tidak mengenai jantung.
Darma thirta yang sudah tidak sadarkan diri itu, sedikit terkejut menyadari anak panah iblis Patih Renggo sudah menembus bahu kirinya, Darma thirta segera mencabut anak panah yang menancap di bahunya.
Seketika di lemparkannya anak panah tersebut ke arah Patih Renggo dan para prajurit Kerajaan Bandar, Melesat menembus salah satu kepala prajurit.
Sekali lagi Patih Renggo melepaskan langsung dua anak panah iblisnya..
__ADS_1
Yang kemudian melesat tajam ke arah bahu kanan, dan yang satunya kearah paha kanan Darma thirta, tetapi kejadian yang sama kembali terulang, seakan tidak merasakan sakit,
Darma thirta kembali mencabut anak panah tersebut.
Dan setelah itu kembali 2 prajurit Kerajaan Bandar meregang nyawa setelah anak panah yang di lemparkannya secepat kilat menembus leher dan jantung dari kedua prajurit Kerajaan tersebut.
" Beraninya kalian mengusik ketenangan ku. Hahaha sosok yang menguasai tubuh Darma thirta berujar.
""Wussh wushh""
Ratusan anak panah air kembali berterbangan, 7 Prajurit Kerajaan Bandar yang tersisa lari tunggang langgang menghindari serangan yang cepat dan sangat mematikan tersebut.
__ADS_1
Tetapi anak panah air dari jelmaan iblis Asura yang menguasi tubuh Darma thirta, lebih cepat menusuk tubuh para prajurit yang membuat mereka mati seketika, Patih Renggo pun tak luput dari serangan tersebut.
Patih Renggo langsung mengeluarkan 5 anak panah sekaligus yang ditembakan ke arah Darma thirta.
Panah-panah tersebut saling berbenturan dengan panah air yang dikeluarkan Darma thirta.
tetapi, salah satu anak panah air Darma thirta melesat tajam ke arah perut Patih Renggo, Membuat sang patih Kerajaan Bandar tersebut mundur beberapa langkah.
Kini berhadapanlah Patih Renggo dengan Darma thirta yang sudah dalam perwujudan iblis Asura.
Patih Renggo segera mencabut keris yang tersandang di pinggangnya, Sejurus kemudian melesat dengan ilmu beladirinya sambil menghunuskan keris Sri guntig yang di genggamnya..
__ADS_1