Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Sebuah Pertaruhan


__ADS_3

Masih dialam bawah sadarnya sendiri, Darma thirta masih terlihat begitu kesulitan menghadapi sekaligus memahami keadaannya sekarang.


Tidak terbesit dibenak pemuda itu untuk melawan sosok pria misterius dengan tombak trisulanya tersebut, kecuali dirinya benar-benar ingin mati, tidak seperti melawan kawanan perampok lemah, atau memburu seekor gajah dewasa, sosok tersebut disadarinya sangat jauh tingkatannya dari orang yang pernah iya temui dihidupnya, bahkan untuk Raden prakoso ketua perguruan Garuda emas yang sangat dihormatinya sekalipun, dirinya merasa sosok pria misterius itupun bukan tandingannya, sehingga batin Darma thirta berkata, lari jika kau ingin hidup lebih lama.


Dentuman keras ledakan akibat kilatan tombak trisula pria misterius itu memekakkan telinga dan menimbulkan asap tebal, setiap kali menghantam dinding-dinding goa karna serangannya yang meleset, Darma thirta masih terus berusaha menghindar dan berlari dari kejaran pria berambut biru misterius itu.


Walaupun dengan nafas yang tersengal akibat kelelahan, dirinya masih sanggup untuk menghindari setiap serangan yang datang.


"Mau lari sampai kapan kau bocah hahaa, ayo bertarunglah seperti pria dewasa."


Pria misterius itu berkata santai sambil beberapa kali mengeluarkan kilatan biru dari tombak trisulanya."


"Aku tidak punya niat bertarung dengan mu paman, karna memang aku tidak akan sanggup melawanmu, dan aku pun tidak tahu kenapa aku bisa berada ditempat ini" jawab Darma thirta masih dengan muka pucat dan nafasnya yang memburu, karna harus menghindari setiap serangan yang berbahaya seperti itu.


"Aku mintak maaf paman karna aku lemah, walaupun aku tidak mengerti kenapa kau marah dan menyerangku karna hal itu, tapi aku telah bertekat ingin menjadi lebih kuat lagi."


Pria misterius itu terdiam sejenak dan menghentikan serangannya, sambil memegang dagunya dan berkata,

__ADS_1


"kenapa tiba-tiba aku kehilangan niat untuk mati."


Merasakan pria misterius itu berhenti mengejarnya, Darma thirta pun menghentikan langkahnya dan duduk dengan lemas, karna kedua kakinya kelelahan setelah dari tadi berlari menghindari serangan yang datang bertubi-tubi kearahnya.


"Kenapa kau ingin menjadi lebih kuat bocah?" pria misterius itu bertanya sambil tombak trisula pusaka laut itu perlahan lenyap dari genggamannya menghilang seperti embun yang menguap karna sinar matahari.


"Ingin membalaskan dendam ku, sekaligus ingin menghapuskan kegelapan dari muka bumi ini paman" Darma thirta menjawab dengan yakin tetapi masih terbata-bata karna takut kalau ada kata-kata yang salah dan menyinggung pria misterius itu.


"Hahaha kegelapan tidak akan pernah sirna anak muda, kegelapan hanya akan tertutupi dengan sinar terang, kau harus bisa menjadi sinar itu, tetapi hal itu tidak lah mudah dilakukan, bahkan akupun masih sulit untuk menghilangkan kegelapan dari diriku ini, hahaha apa yang bisa kau lakukan, yang bahkan aku saja tidak bisa melakukannya hahaa."


" Menarik sekali, baiklah kita akan lihat, apa kau mampu melakukannya, atau hanya sekedar omong kosong belaka saja, sekarang mari kita lakukan pertaruhan." sosok itu kembali berkata dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak.


''Ampun jangan lagi lah, kalau salah lagi kali ini aku pasti benar-benar mati" Darma thirta berpikir karna mendengar kata pertaruhan dari pria itu mengingat kejadian sebelumnya.


"Hahaha apa kau berpikir kali ini aku akan mencelakai mu seperti tadi ? jangan takut anak muda, aku kan sudah bilang aku sudah tidak ada niat untuk mati, walaupun sejujurnya aku kesal karna berada di dalam tubuh lemah pemuda seperti mu. pria itu berkata santai tetapi dengan ekspresinya masih sulit ditebak.


"Pertaruhan apa itu paman" jawab Darma thirta penasaran.

__ADS_1


Pria misterius itu mengambil sesuatu dari kantongnya bajunya


seraya berkata.


"Kau makan ini, ini adalah inti mutiara laut, bila mutiara ini menerima dirimu, kau akan bisa mengeluarkan potensi terbaik dari tubuhmu itu, baik tenaga dalam, kecepatan, ataupun kemampuan mu akan meningkat lebih cepat setiap kali kau melakukan setiap latihan yang kau jalani, maupun setiap kali kau terluka akibat pertarungan, daya sembuh tubuh mu akan dua kali lebih cepat dari biasanya, tetapi apabila dia menolak tubuhmu, mutiara itu tidak ubahnya menjadi sebuah racun pembunuh yang akan membunuh dirimu dengan cepat hahaha, tentu saja konsekuensinya aku juga akan mati dan aku tidak akan menyesalinya, karna aku ingin melihat sejauh mana tekat mu itu.


Darma thirta hanya menelan ludahnya sendiri, karna mendengar penuturan pria misterius itu, tetapi dirinya tidak mempunyai pilihan lain lagi, selain menerima pertaruhan ini. seandai kata dia menolak pertaruhan itu, pria misterius itu juga akan mempercepat kematiannya bahkan lebih cepat lagi dari efek buruk menelan inti mutiara laut ini.


"Baiklah paman berikan pada ku, aku akan menelannya" Darma thirta memantapkan keyakinanannya.


"kalau kau sudah yakin, ini telanlah" pria itu melempar inti mutiara laut ke tangan Darma thirta,


dan berkata lagi.


"Aku ingatkan saja, sejauh ini bisa dikatakan hampir mustahil untuk selamat setelah menelan inti mutiara itu, dari sekian ribu orang.


Bukan, tidak hanya orang, golongan siluman pun semuanya tidak sanggup bertahan. hahaha tapi syukurnya dari sekian ribu orang yang mati karna mencoba menelannya, hanya ada satu orang yang bisa menelannya dan bisa selamat dari efek buruk mutiara itu, aku rasa, bahkan aku pun bila memakannya, mutiara itu juga akan menolakku hahha." Pria misterius itu berkata membuat raut wajah Darma thirta yang semula yakin, kini terlihat sangat-sangat pucat dan suram.

__ADS_1


__ADS_2