Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Terbunuhnya Orang Kesayangan


__ADS_3

"Tidak, ayah ibu kita lari bersama-sama" ajak Darma thirta kepada kedua orang tuanya. Sambil melihat keadaan dan berencana berlari ke arah pintu belakang.


Darma thirta menyadari kekuatan orang


-orang tersebut sangat jauh tingkatannya daripada perampok yang di hadapinya tempo hari lalu.


Sehingga lari adalah jalan satu-satunya untuk selamat, sekaligus menjauhkan kedua orang tuanya dari mara bahaya, belum sempat ketiganya melangkah jauh.


2 buah anak panah prajurit kerajaan Bandar melesat deras ke punggung kiri kedua orang tuanya, menembus jantung-jantung mereka, sepasang orang tua tersebut tersungkur ketanah sambil memegangi dadanya yang telah tembus tertancap anak panah.


Darah segar mengalir dari mulut kedua orang tua tersebut. Seraya berucap pelan melihat ke arah Darma thirta. Yang melihat mereka dengan tatapan kosong, ""la lari anakku"" ucap Hartini dan Suseno sesaat sebelum keduanya tewas menghadap sang pencipta.

__ADS_1


Melihat kejadian yang sangat menghancurkan hatinya tersebut, melihat kedua orang yang di cintainya tewas secara tragis di depan matanya, jiwa Darma thirta bergoncang hebat.


Tatapan matanya kosong, pupil mata yang tadinya berwarna biru perlahan berubah menjadi putih, dengan tangan bening yang semakin bersinar terang mengepalkan tinju. Urat-urat nadi keluar dari tangan dan leher anak muda tersebut.


Seraya berucap geram" beraninya kalian",beraninya kalian." Air mata Darma thirta menetes dari kedua pipinya tatkala memandangi jasad kedua orang tuanya yg bersimbah darah dan telah terbujur kaku.


Para prajurit Kerajaan Bandar tertawa lebar menyaksikan pamandangan yang terjadi di depan mata mereka, yang tentu saja di sebabkan oleh ulah mereka, tanpa perasaan bersalah dan tanpa tahu apa yang akan terjadi ke depannya.


seketika..


Ke 5 dari 20 prajurit tingkat tinggi tersebut tewas seketika dengan panah air yang menembus jantung mereka.

__ADS_1


Ke 15 prajurit yang menyaksikan peristiwa cepat tersebut, mundur beberapa langkah begitu pun dengan Patih Renggo.


"Ternyata benar-benar dasyat pikir Patih Renggo.


"Anak ini benar-benar bisa menjadi ancaman, pantas saja hadiah yang di janjikan kerajaan Nusantara sangatlah besar, untuk hanya sekedar membunuh bocah ingusan ini" pikirnya.


Tiba-tiba 5 orang prajurit kembali berteriak kesakitan memegang dada mereka masing-masing, kejadian yang sama terulang, anak panah air melesat dengan cepat menembus jantung mereka.


"Ada apa dengan kalian, cepat habisi anak itu" Patih Renggo memberikan perintah.


Patih Renggo kemudian memberikan perintah yang membuat ke 10 prajurit yang tersisa menyerang Darma thirta yang kini telah terlihat tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Dengan mata putih bersinar dan tangan kiri putih bening yang bersinar dengan rambutnya yang sedikit panjang, meliuk-liuk bagaikan aliran arus sungai serra sedikit terbang beberapa jengkal dari tanah.


Ke 10 prajurit yang tersisa menyerang pemuda itu dengan pedang dan ilmunya, tetapi hal itu tidak berhasil menembus tubuh Darma thirta yang telah di selimuti oleh tenaga dalam berupa air yang melindungi dirinya, sabetan pedang mereka seakan tertahan, tanpa mengenai tubuh pemuda bermata biru tersebut.


__ADS_2