
"Dimana aku, tempat apa ini, teman-teman mereka dimana ? apa aku sudah."
Darma thirta tersadar dari pingsannya mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi dengannya.
"Oh ternyata kau sudah sadar, sudah dua hari kau tidak sadarkan diri, minumlah obat ini untuk membantu memulihkan kondisi tubuh, dan mempercepat penyembuhan luka-lukamu.
Pria sepuh datang tiba-tiba dengan membawa sebuah ramuan obat yang sudah ditumbuk halus memberikannya kepada pemuda itu.
"Maaf, eyang sesepuh Ki Panca langit" Darma thirta terkejut hampir melompat dari tempat tidurnya karna melihat sesepuh perguruan Garuda emas merawat dirinya.
"Haha tidak usah kaget seperti itu anak muda, biasa saja, apakah aku seperti hantu hingga kau harus menunjukan ekspresi seperti itu. Ujar Ki Panca langit.
"Maaf atas kelancanganku eyang sesepuh, dimana teman-temanku eyang ? Lestari, linggar galing dan Diah arum."
"kau tidak usah kwatir mereka sudah sadar dari kemaren." jawab Ki Panca langit.
"Bagaimana dengan misinya eyang dan Harimau itu?" Darma thirta melontarkan pertanyaan-pertanyaan.
"Ahh mengenai misi itu, aku akan menceritakannya."
Ki Panca langit menceritakan kejadian yang terjadi setelah Darma thirta tidak sadarkan diri, dari pertarungannya dengan sesepuh perguruan silat macan hingga tempat sekarang dirinya dirawat, pemuda mata biru itu hanya menganga membuka tutup mulutnya mendengarkan cerita sesepuh perguruan Garuda emas itu.
"Jadi sekarang kita berada di..??
__ADS_1
"Benar anak muda, he hee
Belum sempat Darma thirta melanjutkan kata-katanya seorang pria muncul dihadapan mereka berdua memotong pembicaraan antara keduanya.
Dialah Patih Singaran, patih kerajaan Gading cempaka yang dikenal dengan julukan Pendekar Singa merah.
Sudah dua hari kau tidak sadarkan diri. Kau sekarang berada di Kerajaan Gading Cempaka, misi yang kalian jalankan itu misi dari keluarga kerajaan Gading Cempaka, tetapi, aku tidak menyangka Perguruan Garuda emas hanya mengirim murid kelas 1 nya tanpa pengawalan Dari Guru pembimbing,
"Ah mengenai itu, Kan aku sendiri yang sudah datang kesini. hehe" Ki Panca langit menengahi pembicaraan tetapi dalam hatinya mengumpat karna Jaya prana tidak menemani mereka dalam misi ini.
"Awas kau bocah prana ketika aku kembali, akan ada hukuman yang super berat dari ku, heehh"
Ki Panca langit mengumpat dalam hati sambil tersenyum licik.
"Dari cerita Ki panca langit tidak kusangka, perguruan silat harimau sampai datang kesini" apa yang terjadi dengan perguruan mereka di Kerajaan Bandar, dan tampaknya orang perguruan silat harimau yang datang ke sini juga tidak banyaK, hmmp apa jangan-jangan." sambil memegangi dagunya Patih singaran berujar memikirkan masalah yang terjadi tempo lalu.
"Mungkin saja seperti yang kamu bilang patih, apapun itu, dengan hadirnya diriku disini aku rasa mereka tidak akan mengacau disana untuk sementara waktu, hahaa" Ki Panca langit berujar sambil sedikit bergaya menyombongkan diri.
Melihat gaya pria sepuh itu Darma thirta hanya tersenyum kecut, dirinya tidak mengira sesepuh perguruan garuda emas yang merupakan pendekar tingkat dewa, dikenal dengan julukam pendekar seribu bintang yang dikagumi banyak pendekar aliran putih dan hitam, disegani kawan maupun lawan sifatnya sangat berbeda, dari cerita yang ia dengar.
"Haha mungkin karna pengaruh usia" Darma thirta berujar dalam hati, tersenyum geli
"Ngomong-ngomong bocah bermata biru, nama mu Darma thirta kan." Ki panca langit berujar sambil menatap serius Pemuda bermata biru itu.
__ADS_1
"Iya benar eyang sesepuh" Darma thirta menjawab dengan sedikit kaku.
" Aku tertarik dengan mu, entah mengapa, selama ini aku hanya tertarik kepada keluarga ku, anak dan cucu-cucuku, melihat mu sepertinya ada sesuatu yang membuat pria tua ini sangat tertarik, mungkin kau bisa menjadi murid ku, dan aku akan melatih mu."
Ki panca langit berkata sambil meminum arak yang tersedia.
"HAAH"
Darma thirta dan Patih singaran kaget dengan apa yang mereka dengar, menelan ludah, sambil membuka tutup mulut mereka beberapa kali,
"Apa aku tidak salah dengar, selain Dari keluaganya sendiri, anak dan cucunya, bahkan keluarga kerajaan di Kerajaan Nusantara sendiri sangat sulit untuk menjadi murid pria tua ini, yang dikenal tidak mau menurunkan kemampuannya selain kepada keluaganya, dan sekarang mengangkat murid, seorang pemuda yang tidak dikenalnya ini ?" bahkan kakekku yang dekat dengannya, walaupun sudah memohon, akupun dia tolak untuk menjadi muridnya, apa aku tidak salah dengar."
Patih Singaran berpikir didalam hatinya, masih belum bisa berhenti menunjukan keterkejutannya.
Sedangkan Darma thirta hanya menganga beberapa saat dan seakan menjadi sangat kaku tidak bisa berucap apa-apa untuk sesaat.
"Kenapa, apa kau tidak mau bocah?" Ki Panca langit menatap serius pemuda itu.
"Tentu saja aku mau, dan aku merasa sangat senang sampai tidak bisa berkata-kata, mohon bimbingannya Eyang guru."
Darma thirta segera beranjak dan memberi hormat membungkukkan badannya.
"Haha bagus-bagus, kau pulihkan dirimu terlebih dahulu, setelah ini jalan mu lebih terjal lagi, karna untuk menjadi pendekar tingkat tertinggi bukanlah hal yang mudah untuk di capai." Ki panca langit berujar sambil menunjukan senyuman termanisnya.
__ADS_1