Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Guru Lading vs Darma thirta


__ADS_3

Darma thirta hanya memandangi sosok pria paruh baya itu dengan kewaspadaan karna dirinya bisa merasakan kekuatan pria tersebut sangat jauh diatas dirinya.


"Baiklah bisa kutebak pasti dirimu anak muda. perkenalkan aku Guru lading, ingat namaku ini, kau akan ku beri pelajaran"


Tanpa banyak basa-basi lagi Sosok pria paruh baya berbaju putih yang bernama Guru Lading menggerakan tangannya, dan mengeluarkan sebuah pukulan tenaga dalam kearah Darma thirta, pemuda itu dengan sigap menghindari setiap pukulan tenaga dalam Guru Lading.


Akibat dari efek pertarungan sebelumnya melawan Gumai larang masih terasa oleh pemuda itu, membuat dirinya sulit menghindari setiap pukulan yang diberikan oleh pria paruh baya tersebut. Serangan Guru Lading terlalu cepat bagi Darma thirta sehingga sangat sulit untuk menghindari serangan pukulan tenaga dalam unsur anginnya, dan Darma thirta hanya bisa menangkis setiap serangan tersebut dengan menyilangkan kedua tangannya untuk melindungi diri.


Belum sepuluh menit pertarungan berlangsung kini sudah bisa terlihat pertarungan berat sebelah antara keduanya, tangan Darma thirta sudah penuh dengan luka akibat menangkis serangan yang diberikan oleh Guru lading.


Darma thirta mundur sedikit jauh sepuluh langkah kebelakang untuk mengambil nafas serta mengambil jarak aman. Pemuda itu tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi situasi yang sedang terjadi sekarang, kedua rekannya pun yang tersisa sudah terlihat tidak berdaya dihadapan Hanum dengan sosok harimaunya.


Pria paruh baya kekar itu tersenyum memperlihatkan kepuasannya didepan Darma thirta.


"Kau masih lemah sekali anak muda, tapi aku tetap salut kepada mu, karna kau bisa mengalahkan murid ku, sayang sekali kalau aku harus membunuh mu."


Guru Lading berujar menatap tajam Darma thirta.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan, pria tua ini sangat kuat, tenaga ku juga sudah sangat terkuras, kenapa ini lututku tidak berhenti bergetar, apakah kami akan mati disini" Darma thirta berpikir dalam hati penuh keraguan dan terdapat rasa takut yang kini menyelimuti dirinya


Belum sempat pemuda itu berdiam diri lebih lama, Guru lading sudah terbang memburu kearah dirinya. Kejadian itu sangat cepat, pemuda bermata biru itu tidak menyadari serangan yang cepat seperti itu.


Darma thirta berusaha menghindar, tetapi tangan Guru lading lebih cepat untuk mencengkram leher pemuda bermata biru itu.


Darma thirta berusaha sekuat tenaga melepaskan cengkraman cekikan Guru lading, dirasakannya aliran tenaga dalamnya yang tersisa perlahan terserap sampai habis tidak tersisa sedikit pun. nafasnya pun tersengal-sengal karna kesulitan untuk bernafas.


setelah itu..


"Gubrakk"


"Kau memang pantang menyerah ya, ha haha aku akan membuat ini tidak berlangsung lama." Guru lading berujar seraya, mengangkat tangan kirinya, dengan jari-jari membentuk sebuah cengkraman, yang seketika jari-jari tadi berubah menjadi jari harimau dengan kuku-kuku tajam seperti pisau, bersiap untuk mencabik-cabik kepala pemuda bermata bitu itu.


Darma thirta hanya bisa pasrah, kini tangannya sudah berhenti menggapai. Pandangannya juga berangsur-angsur gelap, dan sepertinya sudah hampir kehilangan kesadaran.


Lestari yang masih tersadar berupaya untuk menolong Darma thirta. tetapi sosok Harimau Hanum segera berlari kearahnya dan memberikan sebuah gigitan yang menancap telak dibahu wanita itu.

__ADS_1


Ki Yatno pun hanya bisa melihat dan tidak henti-hentinya gemetaran sambil terkencing -kencing dicelana saking takutnya.


"Sekarang kau akan mati"


Guru lading mengayunkan Cakar harimaunya kearah kepala Darma thirta, bersiap untuk mengakhiri pertarungan.


Tepat sebelum cakar Guru lading menancap dikepala pemuda itu. Sebuah batu kecil dengan cepat melesat kearah tangan guru lading, Guru lading tersentak dan dengan sigap menangkap batu yang dilemparkan kearahnya,


tetapi setelah itu..


"Duarrr"


Seketika terdengar bunyi ledakan kecil ditangan Guru lading, membuat pria paruh baya itu meringis kesakitan, sambil mundur beberapa langkah kebelakang melepaskan tubuh Darma thirta yang sudah terkulai tidak berdaya.


Guru lading melihat kearah datangnya batu yang dilemparkan tadi. matanya bersinar putih. berusaha melihat lebih jauh lagi sosok orang yang menyerangnya secara tiba-tiba.


"Batu ini dilemparkan dengan jarak sejauh itu, pasti kau orangnya. tidak salah lagi, ggrrr"

__ADS_1


Guru lading bergumam merapatkan giginya sambil menggeram seperti suara harimau.


__ADS_2