Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Kedatangan Patih Singaran, Pertarungan Berakhir.


__ADS_3

Bunyi dentingan pun terdengar beriiringan akibat pisau emas beradu dengan kuku harimau, diiringi bunyi ledakan setelahnya, setiap kali Pisau emas terbang Ki panca langit beradu dengan kuku harimau Guru lading.


Pisau emas tersebut terus menyerang tanpa rusak sedikit pun, meski beberapa kali menimbulkan ledakan ketika bersentuhan dengan kuku harimau putih Guru lading.


Wajah Guru lading terlihat cukup serius, sosok harimau putih besar itu terlihat menampakan raut kecemasan ketika kuku-kukunya beberapa kali terkena ledakan pisau emas, tampak ada sedikit keretakan dikuku harimau putih itu, akibat dari serangan pisau emas terbang tersebut.


Dari arah berlawanan Ki panca langit dengan tenang menggerak-gerakan tangannya menggendalikan pisau emas terbangnya dari jarak yang lumayan jauh.


****


Ditempat lain, tepatnya di rumah panggung milik Ki yatno yang sudah berubah menjadi puing-puing. Gumai larang yang perlahan sadar dari pingsannya bergerak meninggalkan tempat tersebut, dilihatnya Ki yatno yang sudah berlari terlebih dahulu, tanpa ada niat untuk mengejar pemimpin desa kawur hilir itu, karna memang kondisi dirinya yang tidak memungkinkan, dan prioritas utama dirinya sekarang, hanyalah berupaya sampai ke markas tersembunyi mereka secepatnya untuk memulihkan diri.


Sedangkan Ki Yatno terus berlari, meninggalkan rumahnya yang telah menjadi lokasi pertempuran untuk menuju pusat istana Kerajaan Gading Cempaka, bermaksud untuk meminta bantuan.


****


Pertempuran antara Guru lading dengan Ki panca langit masih berlangsung sengit.


Terlihat Guru lading sangat kewalahan menghadapi serangan pisau emas terbang, yang meledak bila beradu atau tersentuh kukunya.


Tiga kuku harimaunya telah patah akibat serangan pisau emas tersebut. Pergelangan tangan harimau putih itu juga terdapat luka gores bercampur luka bakar akibat ledakan.


Guru lading hanya mampu berada pada posisi bertahan. Tampak jelas perbedaan kekuatan diantara kedua pendekar tersebut, Ki panca langit memang sudah berada di tingkatan pendekar dewa, bisa dikatakan sangat sulit untuk mengalahkannya jika dalam posisi satu lawan satu, bahkan untuk pendekar iblis seperti Guru lading sekali pun.


Serangan pisau emas tersebut sekarang telah beberapa kali berhasil menggores tubuh harimau putih itu. menggores dan meledak yang tentu saja menimbulkan rasa yang sangat tidak enak bagi Guru lading.


Ketika harimau itu sudah dalam keadaan putus asa, tiba-tiba gerakan Pisau emas terbang itu seakan berhenti memburunya dan hanya terbang berjejer di atas udara.


Guru Lading bisa bernafas lega, karna sekarang Sosok pengendali pisau tersebut, Ki Panca langit sedang disibukkan bertarung dengan dua ekor harimau hitam, yang tentu saja dikenalnya sebagai adik kandungnya sekaligus ketua perguruan silat harimau lainnya Yaitu, yang bernama Kumbang Kanan dan Kumbang Kiri.


Ki panca langit sekejap bergerak menghindari serangan yang datang tiba-tiba dari arah belakang, pria sepuh itu melompat cepat menghindari dentuman pukulan cakaran kumbang kanan dan kumbang kiri yang menyisahkan lubang yang cukup besar dari tempat Ki panca langit berdiri sebelumnya.

__ADS_1


Ki panca langit membalas dengan segera mengeluarkan beberapa pisau yang dilemparkan kearah kumbang kanan dan kiri, tetapi dengan sigap kedua harimau hitam tersebut dapat menghindar.


Kini telah terjadi pertarungan tiga lawan satu, Guru lading yang mendapatkan angin segar, segera melepaskan beberapa auman, dan jurus Ajian tapak sucinya yang menghasilkan angin pu**ting beliung menyerang Ki panca langit dari arah berlawanan, serangan yang tidak sekuat ketika diawal pertarungan, karna memang tenaga dalam Guru lading telah banyak berkurang. Serangan tersebut dapat dimentahkan dan dihindari oleh Ki panca langit dengan cukup mudah.


Pria sepuh itu pun kini di kepung dari tiga arah oleh ketiga sosok harimau jejadian.


tetapi tidak tampak sedikitpun raut wajah cemas dari sosok Ki panca langit, yang masih bisa tersenyum ditengah pertarungan.


"Memang sudah seharusnya kalian datang membantunya, jika tidak bocah macan putih itu sudah habis ditangan ku, dengan datangnya kalian setidaknya dua bocah macan hitam seperti kalian, bisa juga ku beri pelajaran."


Ujar Ki panca langit sedikit mengejek menunjukan kepercayaan dirinya.


"Sialan, beraninya pak tua ini, ejekan bocah itu membuat telinga ku sakit, gggrr" gumam kumbang kiri.


"Jangan gegabah, pak tua sialan ini beberapa kali mengalahkan ku dulu." kesaktiannya bahkan lebih hebat ketika terkahir kali aku ketemu dengan nya. Dan kalian lihat luka disekujur tubuhku, kalian harus waspada" Guru lading berujar mengingatkan kedua adik kembarnya.


"Ayo kenapa diam tunggu apa lagi ayo serang aku kucing dapur." Ki panca langit menggoda ketiga harimau itu dengan senyum yang tidak enak dilihat.


Guru lading seketika berbicara lantang.


"Panca langit, aku akui kali ini aku kalah lagi. lain kali aku akan menghabisi mu, kanan, kiri cepat bawa Hanum dan Gumai pergi dari sini. kita mundur, aku akan menyusul."


"Baik kakang." kanan dan kiri melesat cepat


meninggalkan guru lading sendiri berhadapan dengan Ki panca langit.


"Hahh sudah selesai, kucing dapur sudah tidak punya taring lagi rupanya." Ujar Ki panca langit tanpa ada niat untuk mengejar kanan dan kiri. Karna memang pikirannya sekarang terbagi, yang disebabkan murid-murid perguruan garuda emas yang terluka harus segera diberi pertolongan.


Disisi lain lain sosok harimau hanum menghentikan serangannya karna melihat harimau hitam yang mendekati dirinya dan memberi isyarat untuk mundur, melihat kedatangan harimau lainnya lestari mundur sepuluh langkah kebelakang agak jauh dan terlihat lebih waspada. Pikirannnya sedikit panik, melawan satu saja dirinya sangat kewalahan, apalagi sekarang ada dua.


Hanum beranjak mengikuti harimau hitam tersebut pergi seraya berkata.

__ADS_1


"Kau kali ini beruntung lain kali aku akan mengunyah tulang mu itu."


Melihat kedua sosok harimau itu pergi, Lestari terduduk lesu dan lega sambil memegangi luka gigitan dibahunya yang lumayan parah.


****


Ki panca langit menarik kelima pisau emasnya kembali, kelima pisau itu terbang bagaikan merpati kembali kepada tuannya.


Setelah memastikan kumbang kanan, kumbang kiri, dan Hanum melesat pergi meninggalkan lokasi pertarungan, Guru lading juga secepat kilat berlari meninggalkan lokasi pertempuran mereka meninggalkan Ki panca langit seorang diri.


Tampak juga Ki panca langit tidak berniat untuk mengejar kelompok harimau jejadian itu, melainkan pria sepuh tersebut langsung terbang menuju kearah sosok gadis muda yang sedang terkulai lemah dengan darah menetes dari bahunya yang terluka cukup parah. yang sekarang telah di kelilingi oleh beberapa prajurit kerajaan.


Kini dilokasi pertempuran telah dipenuhi oleh setidaknya 100 orang prajurit berkuda dari kerajaan Gading cempaka, salah satu prajurit memakia baju zirah lengkap dengan perawakan kekar dagunya dipenuhi brewok yang cukup lebat dan mata yang tajam menatap sekelilingnya yang sekarang telah menjadi puing-puing, dan beberapa rumah warga juga telah hancur lebur akibat menjadi medan pertempuran.


Pria itu turun dari kuda hitamnya, dan berjalan kearah seorang gadis yang sudah terkulai lemah.


"Apa kau murid perguruan Garuda emas yang mengambil misi ini?" tanya pemimpin prajurit itu sedikit mengernyitkan dahinya.


Belum sempat Lestari menjawab, Ki panca langit sudah berada di hadapan mereka.


Seketika pemimpin prajurit itu yang mengenali pria sepuh itu sebagai sesepuh perguruan Garuda emas, memberikan hormat kepadanya.


Pria sepuh itu membalas hormat yang diberikan oleh Prajurit kerajaan tersebut.


seraya berkata.


"Terima kasih kalian datang tepat waktu"


"Sama-sama ki, tadi pemimpin desa ini datang melaporkan kejadian yang terjadi didesa ini, tapi tidak kusangka juga akan bertemu Ki panca ditempat ini."


Jawab pemimpin prajurit yang datang tersebut, yang mempunyai jabatan seorang patih dikerajaan Gading cempaka.

__ADS_1


"Patih Singaran, maaf jika pertempuran ini melibatkan warga sipil dan banyak tempat yang hancur, aku juga mau mintak tolong kepada prajurit mu, tolong evakuasi beberapa rumah yang hancur, takutnya ada beberapa warga yang terluka masih berada disana." Ujar Ki panca langit, yang segera di iyakan oleh Patih singaran, kemudian memerintahkan prajuritnya untuk menyisir lokasi, membantu jika ada para warga yang terluka untuk mendapatkan pertolongan.


__ADS_2