Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Perguruan Garuda Emas 2


__ADS_3

Kedua ketua perguruan Garuda emas tersebut memperhatikan pemuda bermata biru yang masih celingak-celinguk melihat keadaan di sekelilingnya, di perhatikannya dari ujung kaki ke ujung kepala pemuda yang tampak berbeda tersebut, sesekali memancarkan aura tenaga dalam yang berbeda terpancar dari dalam diri pemuda itu.


Tidak berselang lama Paklek Bagio membuka pembicaraan membuyarkan lamunan Raden prakoso dan Biantoro.


"Permisi pangeran, tujuan kedatangan ku kesini karena adipati Gegar gentar ingin meminta bantuan terhadap perguruan Garuda emas , prihal kawanan penjahat.


Yakni, kelompok kapak hitam yang sangat meresahkan dijalur utama perdagangan di wilayah kadipaten kami, Karna semua pendekar yang kami kirim untuk menumpas mereka, tidak ada yang sanggup bahkan beberapa pendekar yang kami kirim tidak pernah kembali."Kata Paklek Bagio.


"Hmmp" Raden prakoso termenung sejenak, sambil memegangi dagunya seraya berpikir siapa pendekar yang akan dia kirim untuk membatu kadipaten selawut.


"Baiklah Paklek" Paklek sekarang istirahat saja dulu, nanti saya kumpulkan dulu anak-anak, untuk saya kirim ke sana membantu kadipaten selawut." kata Raden Prakoso mengiyakan permintaan adipati Gegar gentar yang di sampaikan oleh Paklek Bagio.


Paklek Bagio tersenyum lega mendengar Raden prakoso bersedia membantu kadipaten Selawut.

__ADS_1


"Baiklah terima kasih banyak pangeran" ucap Paklek Bagio seraya membungkukan badan.


"Sudah Paklek, haha tidak usah paggil saya pangeran, panggil saja Raden" Raden prakoso menimpali, "sekarang kalian istirahat saja dulu sekarang hari sudah mau gelap, besok pagi-pagi kita bersiap menuju kadipaten Selawut, owh iya anak muda siapa nama mu.?" Raden prakoso bertanya kepada Darma thirta.


"Darma thirta tuan" seraya memperkenalkan diri."


"Owh iya, maaf Raden, saya lupa. Anak muda ini yang menolong kami sewaktu mau di rampok dalam perjalanan kesini, dan dia juga yang mengantar kami menuju padepokan ini" paklek bagio menjelaskan.


"Dia ini hebat loh raden, tangannya bisa mengeluarkan air, 15 orang perampok tumbang semua, bahkan nak thirta tidak bergerak sedikit pun dari tempat dia berdiri" Paklek Bagio menceritakan dengan raut wajah kagum dengan apa yang dilihatnya tempo lalu.


"Jangan melebih kan paman. Aku hanya pemburu gading biasa." Darma thirta menyahut.


Raden prakoso melirik Darma thirta "nama mu thirta kan, dari mana asalmu anak muda"?,

__ADS_1


dari desa jenggalu tuan. "Darma thirta menjawab pelan dan sangat santun.


"Aku juga baru pertama kalinya melihat orang bermata biru seperti dirimu anak muda, aura tenaga dalam mu juga sangat dingin." Raden prakoso berkata seraya memperhatikan lagi tangan yang terbungkus kain.


"Kelihatannya aura dingin itu berasal dari tangan kiri mu itu, bisakah aku melihatnya ?"


"Baik paman" Darma thirta mengangguk sembari membuka kain yang membungkus tangan beningnya.


Seketika terlihat ketika kain pembungkus itu di buka tangan bening Darma thirta mengeluarkan aura cahaya seperti cahaya rembulan.


Dan terlihat aliran darahnya mengaliri nadi -nadinya karena tangan beningnya tersebut.


Melihat hal itu Raden prakoso terkagum, sekaligus kaget. Karna dia memang pernah mendengar dari cerita kakeknya Ki Panca langit yang pernah berkata, bahwa nanti akan lahir seseorang yang akan kembali menyatukan Kerajaan Nusantara dibawah kekuasannya dan menghancurkan kegelapan dengan hawa yang menyejukan, bermata aneh dan sebuah berkah ditangannya, apakah anak ini yang di maksud oleh eyang guru, pikir Raden prakoso.

__ADS_1


__ADS_2