
Tidak lama kemudian, seorang pendekar berjubah putih terbang di antara ke tiganya yang sedang berdebat, sambil melemparkan puluhan pisau peledak di tangannya ke arah tiga pendekar ketua perguruan hitam tersebut.
Terdengar bunyi ledakan tatkala pisau-pisau kecil itu menancap ditanah ,yang membuat Ketiganya mundur 10 langkah ke belakang, sedikit menjauhi tubuh ke dua pangeran kerajaan Nusantara yang terbaring lemah setengah pingsan.
Dengan sigap pendekar berjubah putih tersebut mengambil kedua tubuh pangeran muda itu dan menggendong ke pundaknya, untuk kemudian Mundur beberapa langkah.
"hahaha tidak ku sangka aku akan melihat legenda ditempat ini" kata Suryo dewo sedikit tertawa mengeluarkan suara aslinya yang berat. "Ah ternyata kau" sambil sedikit mundur satu langkah ke belakang seraya mengernyitkan dahinya Erto jaya menimpali.
__ADS_1
Mahendra hanya terdiam dengan mata merah menatap tajam pendekar berjubah putih tersebut, pendekar yang telah membuat telinganya tinggal tersisa satu.
Sambil berteriak Mahendra menyerang pendekar tersebut dengan energi hitam yang keluar dari pedang hitamnya, melesat ke arah pendekar berjubah putih. "Kurang ajar kau Ki Panca langit, mati lah kau kakek tua"
Ki Panca langit hanya menghindari serangan-serangan brutal dari Mahendra, di ikuti oleh Erto jaya yang juga memberikan serangan ke arah Ki Panca langit. Menyisahkan kepulan asap tebal, akibat ledakan sinar tenaga dalam dari pedang kedua pendekar aliran hitam tersebut.
Dengan sigap Ki panca Langit meletakkan tubuh kedua pangeran kerajaan Nusantara ke atas sebuah pohon, agar tidak terkena dampak serangannya.
__ADS_1
"Ting, ting, jedar, duarr" bunyi pedang ber adu dengan pisau kecil yang di lemparkan oleh Ki Panca langit, terdengar bunyi ledakan dan kembali menyisahkan kepulan Asap tebal, efek dari kedua energi tenaga dalam yang beradu dari senjata para pendekar yang sedang bertarung.
Kakek tua tersebut mundur menjauh beberapa langkah, dari ketiga pendekar aliran hitam yang sedikit kewalahan, akibat jurus tembakan pisau terbang penghancur.
Tentunya kesaktian Ki Panca langit diatas mereka bertiga, tetapi mereka bertiga tetap yakin apa bila diserang secara bersama-sama Ki Panca langit dapat juga mereka kalahkan.
"Kakek tua kurang ajar, beraninya kau " kata Mahendra sambil menatap tajam kakek tua itu. Ki panca langit berkata sambil menggendong tubuh kedua pangeran" kita pasti bertemu lagi, untuk saat ini, kalian tetaplah hidup walaupun tak berguna, dan akan tiba saatnya, biarkan cucu-cucuku ini yang akan membunuh kalian".
__ADS_1
Ki Panca langit berkata sambil membuat sebuah lubang diudara. "Ajian melipat bumi" terciptalah sebuah lubang se ukuran tubuh manusia didinding udara dan Ki Panca langit sesegera mungkin masuk kelubang yang dibuatnya itu.
"Kurang ajarr, jangan lari kau kakek tua" Mahendra terbang mengejar sambil mengeluarkan energi penghancur dari pedang hitamnya yang meledak tepat setelah lubang dimensi Ki Panca langit tertutup.