
Hujan masih mengguyur bumi nusantara dengan derasnya, suasana di istana kerajaan Nusantara masih riuh gaduh, diakibatkan oleh para ketua perguruan aliran hitam yang berpesta pora atas keberhasilan mereka menguasai kerajaan Nusantara.
Sesaat kemudian terdengar bunyi petir menyambar dan disertai dengan aura kegelapan yang amat besar serta mengerikan, membuat seluruh pendekar aliran hitam di dalam istana Nusantara terkejut, mereka berlari menoleh ke arah luar istana, di pimpin oleh Ki Projo gendeng dan Nyai Mesutri, mereka bergerak menuju sumber aura kegelapan besar tersebut, menuju bagian luar istana, Ki Projo gendeng sadar betul tenaga dalam milik siapa yang ia rasakan saat ini.
Ke semua orang pendekar yang datang, yang belum melihat langsung kejadian siang tadi di buat kaget oleh 9 sosok berjubah hitam yang berdiri terbang di luar istana dengan portal lubang hitam besar diatas kepala mereka.
Membuat ke 9 sosok tersebut tidak terkena air sedikit pun. Sambil bersujud Ki Projo gendeng berkata, "ada keperluan apa eyang datang menemui ku,?"
"Projo, kau harus berhati-hati, telah lahir anak titisan brahma ke dunia ini, dialah ancaman terbesar kaum kita, dia lah musuh alami dewa kita, keberadaannya bisa membuat keberadaan kita terancam, musnahkan dia Projo, suatu saat dia bisa sangat berbahaya." Kata salah seorang berjubah hitam dengan suara serak paraunya.
__ADS_1
"Seperti apa rupanya eyang?" Ki Projo gendeng kembali bertanya," bermata biru dan berhawa sejuk." jawab salah seorang berjubah hitam.
"Baik eyang aku akan mengerahkan seluruh kemampuanku untuk memburunya." kata Ki Projo gendeng.
Semua yang hadir takjub dan tak menyangka dengan apa yang dia lihat, dulu yang hanya menjadi suatu dongeng dan cerita turun temurun, di dunia persilatan, sekarang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri, 9 sosok legenda naga dalam wujud manusianya, telah berdiri menampakan diri di depan mata kepala mereka.
walaupun dari kejauhan tetapi perkataan Ki Kamala membuat salah satu orang berjubah hitam tersebut marah," sambil mengarahkan tangan kirinya kearah orang tersebut. Seraya berkata" kau mengumpulkan sekumpulan orang tidak berguna Projo.
Terutama orang ini" seraya merentangkan kelima jarinya, sejurus kemudian mengepalkan jari-jarinya seperti mencengkram ke arah ki kamala, bersambut teriakan kesakitan dari Ki Kamala sambil memegang lehernya, tidak lama setelah itu, Ki Kamala memekik panjang, tanda sukma telah lepas dari jasadnya.
__ADS_1
Kejadian tersebut Membuat semua orang yang menyaksikannya bergidik ngeri dan ketakutan menyaksikan kekuatan yang baru pertama kali mereka lihat. " maafkan diriku ini eyang" Ki Projo sambil berlutut, seraya ke sembilan orang tersebut pergi dan menghilang, melalui portal hitam tempat mereka sebelumnya muncul.
*****
Hari-hari pun berlalu. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, tahun berganti tahun, tidak terasa 15 tahun telah berlalu.
Kerajaan Nusantara yang dulu tidak seperti kerajaan Nusantara yang sekarang. Warga-warga yang di kuasai kerajaan Nusantara kini mulai hidup serba keterbatasan, hidup di bawah ketakutan, hidup dibawah tekanan, KORUPSI DIMANA-MANA,, kejahatan merajalela, seakan menjadi hal yang sudah biasa terjadi, di setiap belahan bumi Nusantara.
Kedua Pangeran Nusantara Raden prakoso dan Biantoro yang lolos dari maut 15 tahun yang lalu, sekarang sudah menjadi pendekar tingkat tertinggi melampaui kesaktian ayah mereka Raja Susilo, keduanya semakin sakti karna dilatih oleh mahaguru sekaligus kakek mereka Ki Panca langit.
__ADS_1