Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Keberadaannya Di ketahui 3


__ADS_3

Dari kejahuan mata Mat codet, terlihat Cemprit dengan rombongan kerajaan Bandar yang menunggangi kuda datang mendekati mereka.


"Itu teman-teman mu." tanya Patih Renggo kepada Cemprit.


Cemprit mengangguk, "iya tuan patih, itu teman-teman hamba yang menunggu, dan itu adalah tempatnya" sambil menunjuk gubuk kecil yang terlihat dari kejauhan.


"Baik lah kalian ikut kami Ke gubuk itu." Patih Renggo memerintah.


Cemprit mengangguk "baik yang mulia patih".


Setelah cukup dekat, Mat codet mengiringi Patih Renggo kekediaman Darma thirta.


Digubuk tersebut.

__ADS_1


Darma thirta dengan perasaan tidak enak, mondar-mandir di dalam rumah seakan ada firasat buruk yang akan terjadi.


Kedua orang tuanya hanya diam dan heran melihat tingkah anaknya tersebut, tanpa menanyakan, prihal apa yang membuat anaknya itu menjadi gusar.


Tidak lama setelah itu, benar saja. Tiba tiba ada seseorang dengan pakaian khas kerajaan dengan tubuh tinggi besar nya menerjang pintu gubuk kecil tersebut sehingga membuat ketiganya terkejut.


"Ada keperluan apa tuan prajurit kerajaan", sambil belum bisa menyembunyikan keterkejutannya kedua orang tua tersebut bertanya kepada kepada Patih Renggo.


"Tidak usah banyak bicara pak tua, dimana anak itu." Patih Renggo sambil melihat-lihat dan matanya tertuju ke arah seorang pemuda yang berdiri di belakang kedua orang tua tersebut.


Kedua mata Patih Renggo berbinar melihat anak yang dicari-cari junjungannya selama ini, tepat berdiri dihadapannya.


"Hahaa ternyata berita yang kalian sampaikan benar kutu kuprett, dialah anak yang di cari raja Kusumo selama ini, ini ambil hadiah kalian" seraya melemparkan sekantung koin emas kepada mat codet dan kawan-kawan.

__ADS_1


"Terima kasih tuan patih". Mat codet dan ke 10 temannya mengangguk, seraya sedikit menjauh dari gubuk kecil itu.


Mat codet dan temannya tentu tidak mau mengambil resiko bila harus berhadapan lagi dengan Darma thirta yang membuat keempat temannya meregang nyawa, dengan kekuatan air anehnya.


Darma thirta heran dengan apa yang di bicarakan oleh orang kerajaan itu, begitupun dengan kedua orang tuannya yang tak kalah herannya. Kenapa raja Nusantara mencari-cari putranya.


"Apa gerangan kesalahan yang di buat anak hamba tuan, sehingga Raja Kusumo mencarinya." tanya Suseno kepada Patih Renggo masih dipenuhi rasa keheranan.


"Kesalahan anak mu adalah terlahir kedunia ini pak tua" jawab Patih Renggo.


"Kalian tangkap anak itu hidup atau mati, dan bunuh kedua orang tua itu" perintah Patih Renggo kepada ke 20 prajuritnya di iringi dengan serangan bersamaan menyerang ketiga orang tersebut.


"Cepat lari anak ku" Suseno dan Hartini berteriak kepada Darma thirta meminta anak nya, untuk pergi dari tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2