
"Apa mungkin perkataan Eyang naga salah, ahh tidak mungkin salah" pikir Raja Kusumo negoro.
Tidak lama kemudian munculah sesosok pria berjubah hitam tepat di hadapan Raja Kusumo negoro.
"Eyang, kenapa datang tiba-tiba" kata Raja Kusumo negoro sambil membungkukkan badannya.
Sosok tersebut berkata serak "sebentar lagi kau akan mengetahui dimana keberadaan anak itu anakku."
"Baik lah eyang, terima kasih, ohw iya, berapa lama lagi waktu yang di butuhkan untuk dewa kita bangkit eyang, dan beberapa banyak lagi tumbal yang harus kita sajikan ?" tanya Ki Projo kepada sosok tersebut.
"Butuh kurang lebih 5 tahun kedepan anakku, kau harus bersabar, kau juga harus bersiap-siap untuk perang yang lebih besar, untuk mencapai tujuan kita butuh pengorbanan yang tidak sedikit anakku. Hahaha" jawab sosok berjubah tersebut seraya pergi menghilang dengan portal hitam yang di buatnya.
Tiba-tiba..
Sesaat setelah itu, seorang prajurit berlari sedikit tergesa-gesa menuju aula utama kerajaan Nusantara, terlihat seekor merpati pengantar surat di genggam di tangannya. Tidak lama kemudian, menghadap ke Raja Kusumo negoro yang sedang duduk di singgasananya.
"Lapor yang mulia, ada surat dari Kerajaan Bandar" sambil membungkuk prajurit tersebut melapor kepada Raja Kusumo negoro
__ADS_1
"Apa itu, cepat berikan suratnya pada ku." Perintah Raja Kusumo.
Setelah melepaskan burung merpati yang mengantarkan surat , prajurit tersebut memberikan surat itu kepada sang raja.
Kemudian Raja kusumo mengisyaratkan prajurit itu pergi, seraya membaca isi surat dari Raja Basah, raja kerajaan Bandar.
Mimik muka Raja kusumo sangat serius ketika membaca kata perkata dari surat yang di tulis oleh Raja Basah, terlihat senyum licik di ujung bibir dari Raja Kusumo.
"Akhirnya, kutemukan juga kau sialan" pikir Raja Kusumo sambil tersenyum picik.
"tetapi masalahnya,, hmmp" Raja Kusumo berkata sendiri, seakan ada yang mengganjal di pikirannya.
Sambil berlari kecil Curut ngibul, membungkuk melapor" maaf yang mulia, ada keperluan apa yang mulia memanggil hamba."
"Ini kamu segera sampaikan surat balasan dari Kerajaan Bandar, dan kamu suruh perwakilan mereka datang langsung kesini melapor kepada ku, aku ingin mendengar sendiri dari mereka tentang kebenaran keberadaan anak bermata biru yang di katakan oleh eyang naga, dan seperti apa kekuatan dan rupa anak itu, ayo cepat pergi sana." perintah Raja Kusumo.
"Baik yang mulia, titah yang mulia akan segera hamba laksanakan" Sambil kembali membungkuk, Curut ngibul berlalu dari hadapan Raja Kusumo negoro.
__ADS_1
Malam pun tiba, perwakilan dari Kerajaan Bandar yang diwakilkan oleh Senopati Panduarta dan wakilnya Lasu angin Menghadap ke Raja Nusantara, dan menceritakan prihal kabar tentang keberadaan serta kekuatan tersembunyinya, yang berhasil membuat patih terkuat mereka terluka lumayan parah, mendengar kabar tersebut Raja Kusumo , tersenyum sinis.
"Akhirnya."
Dua pemuda yang sedari tadi mendengar kabar, dan cerita yang di sampaikan oleh Senopati Panduarta serta Lasu angin memotong pembicaraan mereka.
"Ayahanda, mengingat jabatan mu sebagai maharaja Nusantara, tentunya kau pasti akan di sibukan dengan berbagai macam hal, untuk tugas memburu anak itu, serahkan saja padaku" sosok pemuda itu dengan yakin menyampaikan pendapatnya, sosok itu tak lain adalah Pangeran Karsang bumi, serta kakaknya Pangeran Restu bumi.
"Apa kau yakin Karsang anakku?" kau tahu wilayah suwarna bhumi sekarang hanya Kerajaan Bandar yang berada dalam kekuasan kita, sedangkan anak itu berada di tempat lainya, tentu saja kerajaan seperti Gading cempaka dan rencong barat tidak akan tinggal diam"? Potong Raja Kusumo.
"Hamba yakin ayahanda, ananda ,dan kakang Restu akan menyusup masuk kesana, satu hal ayahanda, apabila kita menyatakan perang terbuka, ayah tau sendiri ketiga sosok itu tidak akan tinggal diam, dan tentunya kerugian besar bakal kita derita juga bila kita secara langsung menyerang mereka untuk saat ini" kembali Pangeran Karsang memberikan pemikiran meyakinkan kepada ayahnya.
Sejenak Raja Kusumo berpikir, apa yang barusan di utarakan oleh anaknya ada benarnya, tetapi dirinya juga ragu apabila sampai misi ini gagal tentunya kepala anaknya menjadi taruhannya.
"Bagaimana menurut pendapat mu Kanjeng?" Raja Kusumo negoro bertanya kepada nyai Mesutri sang mahapatihnya.
"Menurut ku, apa yang pangeran sampaikan ada benarnya yang mulia, untuk saat ini. Kita harus mengumpulkan informasi yang sangat akurat, dan mengirimkan mata-mata ke kerajaan Gading cempaka adalah hal yang sangat tepat. Perang terbuka hanya akan menyusahkan kita, mengingat ketiga sosok itu" Nyai mesutri mengutarakan pendapatnya yang setuju dengan usulan kedua pangeran Kerajaan Nusantara.
__ADS_1
"Baiklah, aku setuju, Karsang, Restu. Kalian aku tugaskan menyusup ke tanah suwarna bhumi, bawa kepala anak itu padaku, kalian akan di temani oleh paman Suryo dewo dan paman Mahendra." Raja Kusumo memberi perintah.
Sedikit ragu Karsang hanya mengangguk sambil dalam hatinya ada perasaan mendumel ketika harus menjalankan misi ini dengan ditemani oleh pendekar banci dan pendekar satu telinga.