
Darma thirta melepaskan aura dingin tenaga dalamnya, membuat Gumai larang sedikit bergetar karna hal tersebut.
"Hahaa hawa yang menarik"
Harimau jejadian itu langsung bergerak cepat menerkam Darma thirta, Pemuda itu sigap menghindari serangan demi serangan Gumai larang dengan tetap menjaga jarak sambil melepaskan beberapa tembakan jurusnya.
Menit demi menit pertarungan mereka berlangsung dengan serunya, Gumai Larang menggeram seakan menikmati pertarungannya.
Tidak terasa pertarungan mereka berlangsung hampir satu jam lamanya, mereka sudah hampir bertukar ratusan jurus dan gerakan beladiri, tetapi keduanya masih tetap berdiri menunjukan bahwa pertarungan mereka berimbang satu sama lain.
Disisi Darma thirta terdapat beberapa luka cakaran dan goresan gigitan taring di tubuhnya, membuat baju yang ia kenakan compang camping tidak berbentuk lagi.
disisi Gumailarang terdapat beberapa luka dipelipis mata dengan satu mata lebam yang hampir menutup, serta sekujur tubuh harimau itu terkena luka gores tetapi tidak terlalu dalam, dampak jurus dari pemuda bermata biru itu.
__ADS_1
"Makhluk ini sangat kuat, aku harus lebih berkonsentrasi lagi, ahh jika saja aku bisa membuat senjata tajam, setidaknya tombak seperti paman misterius itu, pasti ini akan menjadi lebih mudah" pikir Darma thirta memikirkan langkah apa yang akan diambil berikutnya seraya memusatkan setiap energi tenaga dalamnya yang tersisa berupa membuat sebuah senjata untuk mengakhiri pertarungannya.
"Hahaha siapa namamu, sudah lama aku tidak melihat orang semuda dirimu yang bisa mengimbangi ku, tetapi jelas setelah ini kau tidak akan bisa berdiri lagi"
Gumai larang berkata sambil bersiap mengeluarkan jurus berikutnya.
"Darma thirta, tetapi aku rasa kaulah yang akan kalah, aku tidak akan membiarkan misi pertamaku berakhir dengan kegagalan" Darma thirta bersiap menangkis dan menyerang balik Gumai larang.
''Ggrrr ayo kita mulai lagi, ajian lipat taring harimau."
"akhh lagi-lagi Taring harimau itu mengingatkan ku dengan gading gajah yang biasa aku buru" Darma thirta berkonsentrasi penuh kali ini, dari telapak tangan pemuda itu kini memancar unsur air yang cukup deras seperti air pancur yang memiliki mata air sendiri di telapak tangannya.
Kejadian itu berlangsung selama beberapa detik sebelum akhirnya unsur air itu mengeras membatu, membentuk sebuah senjata seperti tombak lurus yang tajam di ujungnya.
__ADS_1
"Hahh akhirnya aku berhasil, setidaknya ini sudah lebih dari cukup" Gumam Darma thirta.
Gumai Larang melesat cepat memburu Darma thirta, mencoba menerkam kepala dan leher pemuda itu, harimau itu melompat tinggi, tetapi Darma thirta dengan sigap menjadikan tombak yang dipegangnya sebagai prisai menghalau gigitan Gumai larang.
keduanya terlihat bergulat ditanah. Taring Gumai larang hanya beberapa centi lagi menempel di leher Darma thirta. Yang masih terlihat memegang kuat tombak dari unsur airnya yang tertahan di sela-sela taring Gumai larang.
Gumai larang mengayunkan tangan kanannya keatas bersiap menyapu bagian kiri kepala Darma thirta yang terlihat cukup terbuka.
sebelum itu terjadi, Pemuda itu melepaskan sebuah tendangan kuat kearah perut Gumai Larang yang telah dialiri tenaga dalamnya, membuat harimau itu melepaskan gigitannya dan terpental mundur beberapa langkah.
Kejadian seperti itu terjadi berulang kali.
taring Gumai larang dan tombak Darma thirta terus beradu, menghasilkan percikan-percikan bunga api.
__ADS_1
Sampai akhirnya tombak itu patah menjadi dua, tentu saja hal yang sama terjadi terhadap Gumai larang yang kehilangan satu taringnya, membuat harimau itu meringis kesakitan sekaligus sangat marah karna sekarang terlihat seperti macan ompong.