Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Gumai Larang


__ADS_3

Cahaya rembulan perlahan menampakan wujudnya samar-samar, disertai lolongan serigala menghiasi malam pertama mereka didesa kawur hilir, ke lima pasang mata empat pendekar muda ditemani oleh pemimpin desa kawur hilir Ki Yatno, mereka mengawasi setiap gerak-gerik yang mencurigakan dari jarak 100 meter, mengawasai perangkap yang mereka pasang.


sebelumnya mereka telah memasang sebuah perangkap, bermodalkan umpan dua ekor kambing yang didapat dari pemimpin desa kawur hilir itu untuk menangkap harimau yang meresahkan tersebut.


"Apa cara ini bisa berhasil lestari?" tanya Darma thirta setelah dirasa cukup lama menunggu, tetapi perangkap yang mereka buat belum juga ada tanda-tanda akan didekati oleh hewan yang mereka buru itu.


"Entahlah thirta, kita coba dulu cara sederhana ini" jawab Lestari.


"Bagaimana pendapat mu thirta apa kau punya cara lain, seingatku kau sebelumnya seorang pemburu"


"Hmmp, iya memang aku seorang pemburu gajah, tapi berbeda lagi cara untuk memburu seekor harimau, berbeda dengan gajah biasanya harimau ini hewan yang sangat berhati-hati, karna insting hewan ini pemburu bukan hewan yang diburu."


Darma thirta berkata seraya memegangi dagunya berpikir cara apa yang sebaiknya dipakai.


"Ki biasanya Bagaimana hewan ini menyerang pemukiman, tanya Darma thirta kepada ki Yatno.


" Hmmp, biasanya mereka menyerang kandang ternak pada tengah malam, setidaknya mininal ada dua ekor harimau yang menyerang, kurasa sebentar lagi akan menjelang tengah malam, mungkin mereka akan menampakan dirinya sebentar lagi. Jawab ki Yatno menerangkan.


"Hmpp hewan ini bergerak tidak sendiri, bagaimana bisa?" Darma thirta tidak habis pikir mendengar apa yang di ucapkan oleh ki Yatno.


"Kenapa thirta, apa kau menyadari sesuatu?" tanya Lestari penasaran.


"Hewan ini biasanya menyendiri bila berburu, tetapi aku belum pernah mendengar mereka membentuk kelompok, mungkinkah ini harimau.."


Belum sempat melanjutkan kata-kata, Darma thirta dan keempat orang lainnya dikejutkan dengan suara pekikan hewan ternak yang mereka jadikan umpan.


Seketika mereka melihat kearah hewan ternak yang telah mereka jadikan umpan tersebut, dan ternyata benar, kambing yang tadinya dua ekor sekarang hanya tinggal satu ekor saja.


kejadiannya begitu cepat, mereka tidak dapat memastikan apa yang membuat kambing itu menghilang, kini mata mereka sangat berfokus kepada kambing umpan yang tinggal satu ekor.


Tiba-tiba secepat kilat sekelebat bayangan hewan buas berkaki empat menyerang umpang mereka, makhluk itu dengan lincah melewati setiap perangkap yamg mereka pasang didekat umpan tersebut. Dia menghindari setiap perangkap yang bisa membahayakan nyawanya tersebut dengan mudah.


Sampai akhirnya..


"Embbheekk"


kembali terdengar pekikan pilu kambing umpan yang kedua di keheningan malam..


Keempat pendekar muda yang menyaksikan hal tersebut tanpa membuang waktu langsung mengejar makhluk tersebut secepatnya, seakan tidak mau tertinggal jejak. mereka mengambil jarak sedekat-dekatnya dengan makhluk tersebut.


Sadar kini dirimya sedang dikejar oleh orang asing, makhluk jadi-jadian yang berwujud harimau itu mempercepat langkahnya menyusul temannya yang telah terlebih dahulu berlari membawa hewan buruannya.


"Aurrmm, siaall siapa itu yang mengejar ku, nampaknya warga disini menyewa pendekar bayaran, grrr"


pikir makhluk itu sambil mempercepat langkahnya.


"Tidak akan kubiarkan kau kabur dimisi pertamaku, saatnya mencoba apa yang telah kupelajari selama sebulan terakhir ini." Darma thirta mempercepat langkahnya mencoba mengimbangi laju harimau jejadian yang lari didepannya meninggalkan ketiga rekannya beberapa meter dibelakang.

__ADS_1


Pemuda bermata biru itu memusatkan aliran tenaga dalamnya ke telapak tangannya. kemudian menembakan unsur air bertubi tubi kearah harimau jejadian didepannya.


Darma thirta sekarang telah bisa untuk mengendalikan tenaga dalamnya, unsur airnya kini menjadi senjata yang sangat berguna dalam setiap pertarungannya.


15 menit menyerang, serangan demi serangan Darma thirta dapat dihindari dengan mudah oleh harimau tersebut yang terlihat masih berlari sambil menggigit kambing buruannya.


"Sial aku tidak dapat bergerak dengan cepat jika kambing ini masih kubawa." Harimau itu berpikir untuk meninggalkan buruannya di tengah jalan, sambil mencari cara untuk melawan balik keempat pendekar muda yang mengejarnya.


"sekarang"


"Duuarr duar"


Sebuah unsur air yang terlihat sedikit mengeras menjadi es, kembali ditembakkan Darma thirta tepat mengenai bokong harimau jejadian tersebut membuat harimau itu sedikit terpental.


"ggrrr, grrr" terdengar harimau jejadian itu menggeram dengan tatapan tajam menatap pemuda bermata biru itu.


keduanya saling tatap sampai akhirnya ketiga pendekar lainnya mengepung harimau itu dari empat penjuru.


"Sekarang kau tidak bisa kabur, lebih baik kau tetap diam disana dan biarkan kami menangkapmu." Terlihat Linggar galing memainkan senjatanya yang berupa sebuah kapak berkepala ular dengan percaya diri.


"Huahaha empat lawan satu, kalian kira kalian akan keluar sebagai pemenang, aurrmm ggrrr" harimau itu berbicara layaknya seorang manusia.


Keempat pendekar hanya diam, dan ternyata tebakan mereka benar, bahwa harimau yang meresahkan akhir-akhir ini didesa kawur hilir memanglah sekelompok harimau jejadian.


Jejadian berbeda seperti siluman, bedanya jejadian ini adalah manusia yang mempelajari ilmu atau ajian tertentu yang memungkinkan penggunanya untuk merubah wujud ke wujud hewan tertentu, tentunya dengan mengadakan perjanjian terhadap bangsa lelembut yang dilakukan secara turun-temurun, Berbeda dengan siluman, siluman bisa diartikan sebagai manusia yang menggabungkan kedua wujud, antara wujud manusia ke wujud binatang membuat wujud itu terlihat lebih aneh seperti contoh bertubuh layaknya manusia tetapi berkepala hewan, dan ada juga sebaliknya, bisa juga ada siluman yang berasal dari golongan hewan yang sudah lama hidup sampai umur ratusan bahkan ribuan tahun, yang bisa berubah ke wujud aneh siluman, dengan ukuran tubuh jauh lebih besar dari ukuran semestinya.


"Apakah perlu kujawab" harimau itu bersiap menyerang keempat pendekar muda yang mengepungnya.


"Sombong sekali kau, seharusnya kau sadar dengan posisimu sekarang" Linggar galing seketika mengayunkan kapaknya , terlihat memulai pertarungan terlebih dahulu.


Harimau tersebut dengan mudah menghindari setiap serangannya yang diberikan oleh Linggar galing.


Detingan kapak Linggar galing beradu dengan cakar dan taring harimau tersebut, terdengar beberapa kali.


"Hati-hati Galing, dia kuat"


Diah arum , mengeluarkan tali tambang berupa cambuk yang keluar dari balik lengan bajunya, tali-tali itu memburu, berupaya menjerat kaki dan tubuh harimau, tetapi dengan cepat harimau itu berhasil mengimbangi kedua pendekar yang menyerangnya dengan mudah, terlihat santai seperti seekor kucing yang sedang bermain-main dengan mainannya,


Cahya lestari maju mencoba menyerang harimau itu dari belakang, tetapi sang harimau segera sadar dan berbalik arah menangkis pedang pendekar cantik itu dengan menggigit pedangnya.


"craankk"


Pedang yang dibawa cahya lestari terlihat tinggal setengah bagian lagi, terpotong menjadi dua karna kekuatan gigitan rahang harimau itu.


Gadis itu sejenak terperanjat, ketika melihat pedangnya dibuat menjadi sedemikian rupa.


"Awas lestari," Darma thirta melompat kearah lestari yang terlihat tidak siap dan hampir saja diterkam oleh harimau itu, jika pemuda itu tidak cepat bertindak.

__ADS_1


Ketika harimau akan sekali lagi menyerang Darma thirta dan lestari, linggar galing membantu dengan mendaratkan kapaknya dari arah belakang tengkuk harimau.


"tingg."


Cengkraman harimau berhasil menahan laju kapak linggar galing.


Sedikit ditariknya kebelakang, harimau tersebut menancapkan gigitannya tepat kebahu kanan lingggar galing, yang seketika itu juga darah segar muncrat dari bahu pemuda itu tepat dibekas bagian yang digigit oleh harimau.


Linggar galing mengerang kesakitan, harimau tersebut belum melepaskan gigitannya dan bermaksud mencabik-cabik tubuh pemuda itu.


"craakk"


Terdengar bunyi retakan tulang, karna kekuatan gigitan harimau itu mematahkan beberapa tulang bahu Linggar galing.


melihat kejadian itu, Diah arum menjadi panik, dengan keadaan yang mereka hadapi, gadis itu menyerang harimau itu secara membabi buta, seakan berupaya melepaskan gigitan yang menggigit temannya.


Cambuk tali itu berhasil ditangkap oleh harimau itu dan seketika langsung dilemparkannya kebelakang membuat tubuh gadis itu melayang dan berhenti setelah membentur sebuah pohon.


Tepat sebelum keadaan semakin bertambah parah bagi Linggar galing.


"Wusshh, bletakk"


Seketika sebuah batu berwarna bening melaju cepat, menghantam kepala harimau, membuat harimau itu melepaskan gigitannya dari bahu Linggar galing.


Harimau itu terpundur beberapa langkah kebelakang sambil terhuyung setelah menerima serangan yang dilancarkan oleh Darma thirta.


"Lestari, aku akan coba mengurus makhluk ini, kau bawa teman-teman kita ketempat Ki Yatno.


"Tapi thirta, aku tidak mau meninggalkannmu melawannya sendirian."


"Tidak usah khawatir, aku akan menyusulmu setelah ini" Darma thirta kembali berujar.


Lestari hanya mengangguk memikirkan yang diucapkan oleh Darma thirta, seakan membenarkan, karna melihat kondisi Linggar galing yang sudah terlihat tidak sadarkan diri dengan darah yang masih terus mengalir dari luka dibahunya, yang memang membutuhkan pertolongan secepatnya.


Sekarang dirinya tidak mempunyai pilihan, selain mempercayakan makhluk didepannya kepada Darma thirta.


"Tapi kau harus berjanji Thirta, kau akan menyusul kami setelah menyelesaikan ini, jangan berpikir untuk mengalahkannya, segera cari celah untuk lari bila ada kesempatan, aku akan memanggil bantuan secepatnya setelah ini." Lestari berbisik kearah Darma thirta, terlihat gadis itu cukup khawatir.


"Aku janji."


Darma thirta kembali mengeluarkan unsur air dari telapak tangannya seketika unsur air tersebut kembali mengeras menjadi bebatuan bening. Darma thirta berhasil melakukan pengerasan unsur ketahap batu mineral satu tingkat diatas mineral es.


Seketika batu-batu mineral itu ditembakan dengan cepat kearah harimau didepannya, membuat harimau itu mundur beberapa langkah dan membuat celah, yang tidak disia-siakan oleh Lestari untuk segera melompat kearah Linggar galing dan secepatnya membawa tubuh pemuda itu berlari kearah yang lebih aman.


Diah arum yang juga tidak terlihat begitu baik. tetapi masih bisa berdiri, segera menyusul Lestari yang berlari kearah kediaman Ki yatno. Dirinya sadar jika meneruskan bertarung, untuk saat ini dirinya hanya menjadi beban bagi Darma thirta. setelah melihat kemampuan pemuda itu Diah arum sedikit percaya bahwa pemuda itu bisa mengimbangi harimau tersebut.


Harimau itu menatap tajam kearah Darma thirta dan berkata.

__ADS_1


"Grrr, Sekarang hanya tinggal kita berdua, mari kita bertarung sampai tidak bisa berdiri lagi hahaha , Aku Gumai Larang tidak akan kalah dari mu, bersiaplah kau."


__ADS_2