
"Baik ayahanda, kami undur diri" setelah itu kedua pangeran Nusantara tersebut berlalu meninggalkan aula utama istana kerajaan.
****
ditempat berbeda..
di tanah Suwarna bhumi, para tetua perguruan aliran putih saling bertukar surat, untuk mengatur pertemuan yang akan diadakan perguruan aliran-aliran putih yang berada di seluruh tanah Nusantara.
pertemuan yang membahas tentang masalah pemberontakan terhadap kepemimpinan Raja Kusumo negoro, pertemuan yang rencananya akan diadakan di tanah Suwarna bhumi sebagai tuan rumah dan rencana pertemuan tersebut memang akan diadakan dalam waktu dekat mengingat mereka memang harus siap tempur, untuk perang selanjutnya yang kemungkinan bakal bisa terjadi kapan saja.
memang, sejak beralihnya tampuk kekuasaan kerajaan Nusantara, aliran-aliran putih di seluruh tanah Kerajaan Nusantara berpihak kepihak pemberontak pemerintahan. mengingat Raja Kusumo Negoro didukung oleh perguruan aliran hitam untuk menjalankan roda pemerintahannya. yang tentu saja menjadi musuh perguruan aliran putih, sehingga mereka wajib bersatu untuk menjatuhkannya. Karna bukan rahasia lagi tidak sedikit dalam 15 tahun terakhir perguruan aliran putih di binasakan.
__ADS_1
walaupun perguruan aliran putih dikenal dengan aliran garis lurusnya, tetap saja di beberapa perguruan ada semacam persaingan, sehingga untuk benar-benar menyatukan mereka berada didalam satu komando bukanlah hal yang gampang, tidak ubahnya seperti perguruan aliran hitam, bedanya ilmu perguruan aliran hitam menghalalkan segala cara untuk memperkuat ilmu mereka dengan menggunakan ilmu terlarang, dan biasanya menggunakan tumbal manusia.
di perguruan Garuda emas..
"Tidak terasa, kau sudah pulih lebih cepat sesuai perkiraanku Darma" Raden prakoso yang mengunjungi Darma thirta tersenyum, melihat kondisinya membaik cukup cepat dari perkiraan tabib.
"Ketua, aku harus secepatnya mempelajari ilmu kanuragan, sehingga aku bisa melindungi banyak orang dan sebisanya aku akan menghapus kegelapan yang menyelimuti Bumi Nusantara ini.
Sebelumnya Raden prakoso sedikit terkejut, ketika Darma thirta menuturkan kejadian yang dia alami dan terbunuhnya kedua orang tuanya.
Dari yang dia tangkap, Darma thirta tidak mengetahui apapun apa yang terjadi setelah dirinya pingsan, jadi dirinya hanya bisa menyimpulkan bahwa ada sosok lain yang bertanggung jawab atas peristiwa terbunuhnya para prajurit kerajaan Bandar yang mengincarnya dan para kawanan perampok.
__ADS_1
Tetapi Raden prakoso tidak mengambil pusing soal itu, dia hanya berharap Darma thirta menjadi murid yang tangguh setelah dirinya berlatih di perguruan Garuda emas.
Sambil berjalan keluar Darma thirta merasa sangat bersemangat melihat keadaan yang benar-benar baru baginya.
" Inikah padepokan perguruan Garuda emas itu, baik lah aku akan memantap kan langkahku, aku akan menjadi sekuat yang aku bisa, tidak,, aku akan menjadi yang paling kuat di sini, setelah itu aku akan." sambil menggepal tinjunya memikirkan muka Patih Renggo serta muka Raja Kusumo negoro, raja Nusantara yang mengakibatkan kedua orang yang paling dia sayangi meninggalkan dunia ini selama-lamanya.
" Aku akan menghabisi setiap penjahat yang kutemui, akan kuhapuskan kegelapan dari dunia ini, semoga." Darma thirta memantapkan tekadnya, bersiap menyambut tantangan, dan takdir yang mungkin sangat sulit dan terjal yang akan dihadapinya kedepan.
" ketua, aku sudah tidak sabar berlatih, sekarang pelajaran apa yang akan kau berikan pada ku, Hehe"
Raden prakoso mengernyitkan dahinya " hahaa kau sungguh bersemangat yahh, baik lah pelajaran pertamamu adalah..."
__ADS_1
"Sial, pelajaran pertama aku harus membersihkan seluruh padepokan ini, huhh, mana luas seperti ini tempatnya, tapi aku harus semangat, apapun yang ku lakukan, pokoknya semangat". Terlihat suasana yang sedikit lebih baik dari seorang pemuda yang baru saja di liputi perasaan bersedih karna telah kehilangan kedua orang tuanya, bertekad kuat, untuk menjadi pendekar sejati.