
Hari pertama diperguruan Garuda emas menimbulkan kesan baru bagi Darma thirta,
memang aktifitas berlatih seperti ini bukanlah hal baru baginya, karna memang sebelumnya sebagai seorang pemburu gading, Darma thirta sudah terbiasa melatih tubuhnya untuk berburu, sehingga kelincahan dan kekuatan fisiknya sudah pasti teruji. Yang membedakan hanyalah suasana rame yang dia rasakan, berbeda ketika berlatih berburu yang biasa dia lakukan hanya seorang diri.
"Membersihkan tempat ini bukan perkara sulit bagiku hehe, ahh aku jadi teringat kisah 5 tahun yang lalu ketika berhasil membunuh buruan pertama ku, memang tidak ada hal yang istan dan mudah dalam hidup ini." Darma thirta melamun sambil sesekali memperhatikan murid-murid padepokan yang sedang berlatih ilmu beladiri tangan kosong dan menggunakan senjatanya.
sambil duduk disebuah tiang teras ruangan yang tidak jauh dari halaman padepokan, pemuda tersebut duduk santai sambil meregangkan otot-otot tangan dan kakinya yang pegal, setelah membersihkan seluruh ruangan dan area padepokan yang cukup luas.
Pada hari itu.
yang menjadi giliran anak-anak kelas tiga untuk berlatih di halaman padepokan.
seketika.
ketika sedang asyik melihat-lihat Darma thirta dikejutkan dengan sebuah tombak yang melesat tajam kearahnya, secepat kilat Darma thirta berupaya menghindar agar tombak tersebut tidak menancap menembus kepalanya.
"Awass"" seseorang berteriak histeris..
"Durrr" tombak itu menghantam dan tertancap, tepat ditempat dimana Darma thirta bersandar sebelumnya.
Jantung pemuda itu berdetak cepat serasa mau copot akibat kejadian barusan.
"Sial, apa mereka bodoh, hampir saja" Darma thirta mengupat sambil memegangi kepalanya.
Setelah itu terlihat beberapa anak menoleh kearahnya.
dan dua orang murid berlari kearah pemuda tersebut.
__ADS_1
" Apa kau tidak apa-apa?" tanya salah seorang murid.
Belum sempat Darma thirta menjawab,
kemudian murid satunya berbicara.
"Haha, maaf ya aku terlalu berlebihan memakai kekuatanku" sambung murid satunya.
"Aku tidak apa-apa, tetapi kakak seperguruan lain kali mohon hati-hati, karna bisa saja lain kali akan mencelakakan orang lain" Darma thirta menjawab sambil melirik tombak yang tertancap, kepada murid satunya yang bertanggung jawab atas peristiwa itu.
"Ah kau ini, aku kan sudah meminta maaf sudah tidak usah diperpanjang haha, Aku baru pertama kali melihat mu, perkenalkan nama ku Kemal dan ini Kalianda, sekali lagi kami minta maaf.
nama mu siapa teman ?"
"Perkenalkan kakak seperguruan, nama ku Darma thirta, kakang bisa memanggilku Darma atau thirta" mohon bantuannya.
"Kemal, Kalianda, kalian lagi kalian lagi, kalian hampir membahayakan orang lain, aku heran kenapa kalian tidak pintar-pintar, seharusnya kalian sudah berada dikelas 2 satu tahun yang lalu, tetapi karna kalian tidak pintar-pintar yah jadi begini, selalu berbuat ulah,hadehh"
terlihat pria itu memarahi kedua orang murid tersebut.
"Maaf murid baru, atas kelakuan mereka, aku mendengar dari ketua Raden prakoso bahwa kau murid yang langsung direkomendasikan oleh beliau untuk berlatih disini, namamu kalo tidak salah Darma irama kan?"
"Darma thirta tetua" pemuda itu menjawab dengan wajah datar.
"hahaha aku salah dengar berarti, maaf akhir-akhir ini telingaku memang jarang kubersihkan,
aku guru pembimbing ruang 1 di kelas 3 ini, nama ku Sertu aji, kau bisa memanggil ku guru Sertu atau guru Aji sama saja,
__ADS_1
ketua meminta ku untuk membimbing mu dikelasku, kuharap kau tidak menyusahkan ku seperti dua murid bodoh ini." Sertu aji berbicara sambil menunjuk kedua muridnya kemal dan kalianda.
"Baik Guru Aji, mohon bantuannya." jawab Darma thirta sambil menundukan kepala.
"Baiklah murid baru, karna kau sudah menyelesaikan latihan mu, membersihkan seluruh padepokan dan kami juga sudah selesai latihan, untuk hari ini kau akan kutraktir sebagai tanda permintaan maaf ku mewakili dua murid ku ini, ayo ikut aku, jangan sungkan, aku tahu tempat makan yang enak hahaa"
"Baik guru" Darma thirta menggangguk karna memang rasa lapar sudah dari tadi melanda perutnya.
Sambil mereka istirahat makan, Guru Aji menjelaskan panjang lebar tentang perguruan Garuda emas dengan menunjukan rasa bangganya sebagai guru pembimbing ruang kelas kepada anak baru tersebut dan memang untuk mendapatkan uang atau penghasilan biasanya murid padepokan perguruan Garuda emas, mendapatkan uang dari menjalankan misi sebagai pendekar bayaran, misi-misi itu biasanya di berikan oleh pedagang atau saudagar, rakyat biasa atau petani, dan misi sulit dan khusus biasanya langsung dari bangsawan kerajaan atau anggota keluarga kerajaan. misi terbagi dalam 4 kategori. misi mudah, misi menengah , misi sulit,
dan satu misi yang terakhir adalah misi khusus.
Dengan rincian misi mudah terbagi di kelas misi I, misi H misi G, misi menengah terbagi dari misi F, misi E, misi D. misi sulit terbagi atas misi C, dan misi B. misi khusus dinamakan misi kelas A.
Biasanya kebanyak anak kelas 3 hanya diperbolehkan mengambil misi mudah, yaitu misi I sampai G mengingat kapasitas kekuatan dan keterampilan anak-anak kelas 3, yang biasanya hanya berada di level pendekar tingkat rendah.
"owh iya Darma, kau berasal dari daerah mana, guru juga baru kali ini melihat orang dengan mata berwarna biru seperti dirimu serta berkulit putih sepertimu, biasanya mata orang-orang didaerah sini hitam paling banter coklat. dan kulit wanita termulus sekalipun didaerah sini tidak seputih dirimu" kata sertu aji.
"Aku dari desa Jenggalu guru, aku lahir disana, hmmp entah lah guru, aku juga bertanya dengan pertanyaan serupa kepada kedua orang tua ku, mereka hanya menjawab bahwa hal berbeda yang kumiliki ini hanya sebagai karunia sang dewa, aku juga tidak terlalu mencari tahu lebih jauh, walaupun dalam hatiku terasa seperti ada yang mereka sembunyikan." Darma thirta menjawab sambil melanjutkan suapan makannya.
Kedua murid yang ikut makan bersama yaitu Kemal dan Kalianda, juga melihat Darma thirta memang ada hal yang berbeda dari pemuda itu, tetapi mereka sama sekali tidak ambil pusing selama perut mereka masih lancar untuk diisi, makan pun menjadi prioritas utama mereka saat ini daripada bertanya.
"Baiklah, apapun itu kau harus selalu mensyukuri apa yang kau miliki thirta, setelah selesai makan kita akan lanjutkan latihan kita, kau juga akan bergabung dikelas ku, pesan ku hanya satu, jadilah pendekar yang selalu rendah hati dan menolong sesama, kita hidup dizaman sulit sekarang, sebisa mungkin manfaatkan setiap waktumu untuk latihan agar bisa menjadi lebih kuat, apa kau mengerti, kalian berdua juga jangan mengunyah saja yang kalian bisa." Sertu aji memberikan nasehat kepada ketiga muridnya disertai anggukan oleh ketiganya tanda mengerti.
"Baik guru, nasehat guru akan kutanamkan di hatiku. dan akan aku ingat selalu..
setelah selesai mengisi perutnya , mereka berempat pergi ke padepokan untuk melanjutkan latihan mereka, setelah sebelumnya meninggalkan beberapa koin perak kepada pemilik warung makan.
__ADS_1