
Beberapa saat yang lalu ditempat lain, tepatnya di dalam istana kerajaan Nusantara, Ki Projo gendeng mengambil pedang darah iblis yang tertancap dileher Raja Susilo dan dengan kejamnya, tanpa ampun memotong leher sang raja yang telah tinggal jasad tanpa nyawa.
Kemudian berjalan pelan ke atas singgasana sang raja , sambil meletakan pedang darah iblis yang berdiri tegak di depannya, menopang kepala Raja Susilo yang telah terpisah dengan tubuhnya.
Sungguh pemandangan yang kejam, dan memilukan untuk akhir hayat Raja Susilo, yang membuat mental para pejabat dan prajurit kerajaan yang tersisa, jatuh dan menimbulkan perasaan takut yang teramat di dalam hati mereka, tentu saja membuat mereka tidak berani berbuat nekat untuk melawan mantan mahapatih mereka itu.
Dengan suara membentak di sertai aura jahat pembunuh yang keluar dari tubuhnya, Ki Projo gendeng mengintimidasi para pejabat dan prajurit kerajaan yang tersisa, membuat sebagian prajurit bermental lemah bergelimpangan pingsan, dan beberapa prajurit berlevel pendekar tingkat menengah bergetar, nyaris jatuh pingsan juga.
__ADS_1
"Dengar kalian yang nyawanya hari ini aku ampuni, nyawa kalian berada dalam genggamanku, aku lah raja baru kerajaan Nusantara, siapapun yang berani atau membuka mulutnya ke dunia luar, untuk coba-coba menceritakan apa yang terjadi saat ini, untuk membocorkan siapa diriku yang sebenarnya. Maka, nasib kalian, nasib keluarga kalian, dan nasib orang-orang yang kalian cintai, akan berakhir seperti ini" kiprojo menunjuk kepala Raja Susilo di depannya.
Sambil bergetar menahan takut, para pejabat, para prajurit dan orang-orang kerajaan Nusantara yang tersisa, serentak menunduk sujud, memberi hormat kepada raja baru mereka, Raja Kusumo negoro.
"Hahahhaa terdengar tawa mengerikan Ki Projo gendeng menggelegar menambah kesan seram di istana kerajaan Nusantara.
"Haii kamu curut ngibul, kesini kamu" perintah Ki Projo, di ikuti anggukan dari penasehat kerajaan itu berjalan pelan ke arah Ki Projo, sambil bergetar berkata "ya, yang mulia raja" pria tua gendut bersorban putih
__ADS_1
"Sekarang kamu aku tugaskan sebar berita, putra mahkota, Raden Prakoso dengan Biantoro membunuh ayahnya sendiri merencanakan kudeta terhadap ayahnya, dan di bantu oleh Patih Rangga geni serta Adipati Dilan sepuh, untuk melancarkan aksinya tersebut, sebar juga berita bahwa aku adalah pahlawan yang berhasil menghentikannya walaupun aku tidak sempat menyelamatkan nyawa sang raja" Perintah Ki Projo gendeng.
Curut ngibul mengangguk tanda mengerti, akhirnya pria penjilat ini dibantu oleh anak buahnya menyebarkan berita palsu ke seluruh wilayah kerajaan Nusantara melalui surat yang disebar dan di ikatkan ke kaki burung merpati pengantar surat, kepada seluruh wilayah kerajaan-kerajaan di bumi Nusantara.
Dari kerajaan ditanah suwarna bhumi , kerajaan di tanah java dwiva, kerajaan ditanah sulas bhumi, Kerajaan di tanah khalamanthana dan kerajaan di tanah iryan dwiva.
Berita tersebut tersebar dengan cepat, terutama di daerah perbatasan kerajaan jayakarta dan kerajaan Majasakti yang paling dekat dengan kerajaan Nusantara.
__ADS_1
*****
lanjutt..