
Setelah memberikan perintah, Ki Projo gendeng atau Raja Kusumo negoro terbang menghadap, dan sujud kepada pria berjubah hitam di depannya.
"terimakasih eyang, mulai hari ini kegelapan pasti akan menguasai bumi nusantara ini." Ki Projo gendeng berkata.
"yaa,, tidak akan lama lagi dewa kita, dewa kegelapan, dewa yang terbuang, akan terlepas dari belenggunya ha ha ha." salah seorang pria berjubah berkata dengan suara serak parau dan berat." tetaplah kau lakukan ritual untuk membangkitkan dewa kita anakku" salah satu pria berjubah menimpali dan perlahan terbang pergi, kemudian membuat sebuah portal hitam besar, di atas dinding udara, seakan menghisap mereka, mereka bersembilan pun bak hilang ditelan bumi.
***
Dari kejauhan terlihat Nyai Mesutri terbang ke arah istana kerajaan Nusantara yang sebagian telah porak poranda, kemudian mendarat mulus di dalam istana dihadapan Ki Projo gendeng, dengan membawa kepala Dilan sepuh, dan tubuh Rangga geni yang setengah hidup dengan posisi bola mata yang tercongkel keluar, serta kaki kanan putus dan pergelangan tangan kirinya putus. Serta lidah yang telah putus.
Nyai Mesutri meletakan kepala Dilan sepuh dan tubuh Rangga geni kehadapan Ki Projo gendeng. "Ternyata pesta disini juga telah selesai ya Hihihi." Nyai Mesutri terkikih melihat kepala dan tubuh Raja Susilo yg telah terpisah.
__ADS_1
"Kanjeng, apakah kedua pangeran itu juga bernasib sama seperti mereka ini?" Ki Projo bertanya kepada Nyai Mesutri.
"Entah lah Projo, kurasa demikian, aku sudah menugaskan ketiga sekutu kita yang lain untuk mengejar mereka, bukan tugas yang sulit kurasa untuk menghabisi dua pemuda lemah tersebut, bagi ketiga orang itu projo",ketiga orang yang di maksud Nyai Mesutri tentu saja Mahendra, Erto jaya, dan Suryo dewo.
Dari kejauhan, ketiga orang yang dimaksud Nyai Mesutri itu terbang melayang kearah istana kerajaan Nusantara mendarat tepat di depan nyai mesutri dan Ki Projo gendeng yang sudah menunggu.
Tanpa membawa kedua jasad pangeran Nusantara. Dan hanya membawa tanda tanya dibenak keduanya, melihat telinga Mahendra yang sudah putus, dengan bekas darah yang masih melekat di pipi dan bahu ketua perguruan sampan setan itu.
Membuat Ki Projo gendeng geram,
"pak tua kurang ajar, dimana kau pak tua, aku akan membalas mu sialan,, arrrgghh."
__ADS_1
pekik Ki Projo gendeng. Mengeluarkan auman katak nya yang melengking, memecahkan semua kaca yang ada di dalam istana kerajaan Nusantara, Setelah mendengar nama Ki Panca langit.
Sesaat kemudian Ki Projo gendeng kembali berubah ke wujud manusianya.
"baiklah, malam nanti kita akan mengadakan rapat, kalian bertiga bersihkan diri kalian aku akan mendaulat diriku sebagai raja, dan untuk kerajaan di bawah kaki ku yang tidak mau tunduk, Kalian bumi hanguskan sampai tidak tersisa." Ketiga sekutu tersebut mengangguk tanda mengerti. "baik ki."
"Kumpulkan semua sekutu kita kanjeng, mulai sekarang dunia kegelapanlah yang berkuasa Huahahhahaa." Ki Projo gendeng tertawa jahat..
*****
lanjut ke episode selanjutnya, silahkan membaca dan jangan lupa jejaknya bro n sis, tanks..
__ADS_1