
"Sekarang, bersiaplah untuk menemui ayahmu di alam baka pangeran hahaha" Erto jaya dan Mahendra tertawa kejam sambil bersiap mengeksekusi kedua pangeran, dengan pedang hitam di tangan keduanya.
Namun sebelum pedang hitam kedua pendekar tersebut menembus jantung para pangeran Nusantara, sebuah pisau kecil melesat tajam ke arah kedua pedang hitam Milik Erto jaya dan Mahendra, menggagalkan eksekusi pembunuhan yang akan dilakukan oleh keduanya.
"Ting ting", bunyi pedang hitam Mahendra dan Erto jaya ber adu dengan pisau kecil yang dilemparkan secara Tiba-tiba dari arah berlawanan, bersaman dengan satu pisau kecil yang dilemparkan ke arah Suryo dewo.
__ADS_1
Pendekar banci tersebut menghindar mundur beberapa langkah, "duaarrr" terdengar bunyi ledakan di ketiga tempat berlabunya pisau kecil yang dilemparkan tadi.
Ke tiga pendekar ketua perguruan aliran hitam tersebut menoleh ke kiri dan ke kanan serta ke balakang, se akan mencari arah, mencari tahu siapa pemilik pisau kecil tersebut.
"Keluar kau sialan, jangan bersembunyi" bentak Mahendra. Sekali lagi dengan cepat sebuah pisau kecil dilemparkan kearah belakang tengkuk Mahendra, dan melesat tajam.
__ADS_1
Sambil meringis kesakitan memegangi telinganya yang putus, Mahendra menyerang dengan pedang hitamnya dan mengeluarkan sinar hitam, energi dari pedang hitam tersebut, menembakannya ke segala arah penjuru mata angin, menghancurkan pepohonan yang ada di sekitar mereka.
Mahendra menembakan energi pedang hitamnya membabi buta ke segala arah. sambil mengupat penuh kekesalan karna kehilangan satu telinga, "sialan keluar kauu, dasar sial, siapa dirimu, tunjukan wujudmu pengecut"
"Mahendra tenangkan dirimu" bentak Erto jaya. "Ya itu benar" sahut Suryo dewo. "Dasar pemula bertelinga sebelah he he he" pendekar banci tersebut menambahi serta sedikit mengejek Mahendra yang kehilangan sebuah telinganya.
__ADS_1
"Diam kalian berdua" bentak Mahendra. Berani nya kalian, bila misi ini telah tuntas, aku akan memotong telinga kalian juga" gumamnya kesal. Sambil meringis sakit memegang telinganya yang putus.