Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Patih Renggo vs Iblis Asura


__ADS_3

Patih Renggo melesat terbang, tusukan demi tusukan Keris pusaka sri gunting di layangkannya bertubi-tubi ke arah tubuh Darma thirta, tetapi tanpa bergerak sedikit pun dari tempatnya, Darma thirta berhasil menangkis setiap serangan Patih Renggo dengan menggunakan pelindung air yang menyelimuti tubuhnya.


"Ajian sri gunting penebus sukma" terlihat keris sri gunting memancarkan aura kemerahan, yang di sebabkan karena Patih Renggo mengalirkan sebagian besar tenaga dalam ke keris sri guntingnya.


Jangkaun keris yang tadinya hanya beberapa centimeter kini berubah menjadi sebuah pedang energi merah, yang disabetkan beratus kali ke arah tubuh Darma thirta.


Setelah setengah jam lebih pertarungan berlangsung, yang tentu saja menguras banyak tenaga dalamya, Patih Renggo mundur beberapa langkah untuk mengatur nafas.


Seakan tidak memberikan kesempatan, mode Iblis Asura Darma thirta kembali membuat ratusan panah air dari air yang melindungi tubuhnya.


"Ada apa pak tua hahaha" terlihat Asura berbicara sombong dalam diri Darma thirta.


Sejurus kemudian panah air tersebut melesat ke arah tubuh Patih Renggo, Sang patih yang sudah cukup kelelahan berhasil menghindari beberapa panah sambil berlari terbang, ada pula yang berhasil di tangkisnya dengan keris sri gunting.


Panah-panah tersebut berserakan ke segala arah membuat gubuk yang dulu menjadi tempat tinggal Darma thirta semasa kecil, kini telah rata dengan tanah, akibat dari pertarungan mereka berdua.


Kini tersajilah pemandangan mayat-mayat prajurit Kerajaan Bandar yang bergelimpangan di sebuah tanah lapang.


Salah satu anak panah air berhasil mengenai dada kanan dari Patih Renggo, sambil memegangi dadanya, Patih Renggo kemudian berlari menghindari serangan brutal Darma thirta yang telah di kendalikan oleh iblis Asura.


Merasa dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan, sang patih segera cepat berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh, memanfaatkan tenaga dalamnya yang tinggal tersisa sedikit menuju ke arah hutan Bungo bangkai.

__ADS_1


"Sial ternyata benar-benar kekuatan yang luar biasa", Patih Renggo mengumpat sambil terus berlari menghindari panah-panah air Darma thirta yang terus terbang mengejar di belakangnya.


Dari kejauhan,,


Patih Renggo melihat sekelompok perampok yang sedang beristirahat di bawah sebuah pohon, sambil menenggak arak dan di temani beberapa wanita muda, seakan sedang berpesta, menikmati koin emas hadiah yang mereka dapatkan dari Raja Basah.


Melihat para perampok tersebut, terpikir olehnya cara cepat untuk mengalihkan perhatian, agar bisa kabur dari kejaran Darma thirta yang terus memburunya.


"Yahh, aku harus mundur dulu untuk sementara waktu, kalo tidak aku bisa mati". Pikir patih renggo, aku harus kesana menjadikan para kutu kupret itu umpan untuk melarikan diri, tanpa menunggu lama Patih Renggo segera terbang melesat ke arah para perampok yang sedang bersenang-senang tersebut.


Diikuti oleh darma thirta yang masih terus mengejarnya. .


Sambil menoleh ke belakang dan melepaskan anak panah iblisnya yang terakhir, panah tersebut kembali tepat mengenai paha kanan Darma thirta, tetapi lagi-lagi percuma, panah tersebut tetap tidak dapat melumpuhkan pemuda tersebut, seakan tidak merasakan sakit, Darma thirta terus maju memburu Patih Renggo.


"Haii anak muda, kamu pasti masih bisa mendengarkan ku, merekalah orang yang telah memberitahukan prihal dirimu dan tempat tinggal mu, sehingga menyebabkan kedua orang tua mu mati, jika kau mau membunuhku, seharusnya kau juga harus menghabisi mereka." Teriak Patih Renggo sambil menunjuk sekumpulan perampok yang sedang asyik berpesta arak.


sesaat kemudian setelah mendengarkan ucapan sang patih, Darma thirta melihat sekumpulan perampok yang samar-samar ada dalam ingatannya, seketika itu juga Darma thirta melesat ke arah sekumpulan perampok tersebut.


Serta sedikit melengahkan pandangannya dari Patih Renggo, kesempatan ini tidak di sia -siakan oleh Patih Renggo yang segera melesat tajam, terbang berbelok arah menuju perbatasan Kerajaan Bandar.


Dengan tubuh yang penuh luka, akibat panah air dari pertarungannya dengan Darma thirta, Patih Renggo menambah kecepatan ilmu meringankan tubuhnya yang membuat tenaga dalamnya habis terkuras, melesat cepat menjauh dari Darma thirta yang terlihat memporak poranda kan kawanan perampok.

__ADS_1


Sambil terdengar dari kejauhan,


samar-samar telinganya mendengar pekikan kematian para perampok dan rekan-rekannya.


Darma thirta yang masih tidak sadarkan diri menoleh ke kanan dan kekiri mencari-cari jejak Patih Renggo, Yang telah menghilang dari hadapannya.


Sesaat kemudian tubuh pemuda bermata biru itu terjatuh, pertanda bahwa tubuh itu telah mencapai batasannya.


Karna memang sejak pertarungannya, Darma thirta juga terkena anak panah dari Patih Renggo, terlihat bahu kiri dan kanan darma thirta terluka tertembus panah. Paha kanan bagian kaki dan tangannya juga terlihat terluka, hanya dalam wujud Asura saja yang membuat Darma thirta tidak merasakan sakit,karna hampir sepenuhnya tidak sadarkan diri.


Kini tubuh tersebut jatuh ketanah tergeletak di antara mayat-mayat para perampok yang di bantainya.


Di lain tempat,,


Terlihat dari kejauhan Patih Renggo telah sampai di perbatasan Kerajaan Bandar, para prajurit penjaga perbatasan menunjuk mengira-ngira siapa orang yang terbang melesat cepat kearah mereka.


Dan setelah itu,,


orang tersebut jatuh tersungkur ke tanah tepat didepan para prajurit Kerajaan Bandar yang kemudian langsung mengerumuninya, para prajurit tersebut dibuat kaget, karena kini terlihat sosok penuh luka cukup parah tersungkur di hadapan mereka, Yaitu patih mereka sendiri.


Patih Renggo Berkata lirih, meringis menahan sakit di tubuhnya yang sudah tidak bisa terlalu bergerak karena luka dan tenaga dalam yang terkuras.

__ADS_1


"Cepat tolong aku prajurit bodoh, bawa aku ke istana, ada hal penting yang akan aku bicarakan dengan raja."


"Maaf yang mulia Patih, kami hanya sedikit terkejut melihat tuan patih terluka parah begini, kami hanya berpikir sekuat apa musuh tuan patih, sehingga patih terkuat Kerajaan Bandar di buat luka seperti ini, kata seorang prajurit senior yang mempunyai ilmu kanuragan pendekar tingkar tinggi, sambil membopong tubuh Patih Renggo terbang melesat menuju istana Kerajaan Bandar.


__ADS_2