
Kini pemuda itu dihadapkan kepada pilihan yang sulit, disatu sisi bila ia tidak memakan mutiara laut itu, tentu saja akan memancing kemarahan sosok misterius didepannya,sementara apabila dimakan pemuda itu tentu tahu akan resikonya, dirinya hanya sesekali mendengar cerita tentang inti mutiara yang disebutkan oleh para pendekar yang selama ini ditemuinya, tetapi tidak tahu pasti apakah lebih banyak manfaatnya atau malah lebih beracun dari racun bisa ular paling berbisa sekalipun.
Sedangkan pilihan untuk kabur jelas sangat tidak mungkin.
Diperhatikannya mutiara itu, mutiara laut yang seukuran kelereng, dengan warna biru muda itu sesekali mengeluarkan sinar ketika digulirkan ditelapak tangannya.
"Apakah ini harus kulakukan, yahh nampaknya tidak ada jalan lain. Apapun resikonya, ayah ibu, bila mutiara ini menolakku, tunggu aku disana. Pikir pemuda itu yang langsung memasukan mutiara itu kedalam mulutnya setelah itu perlahan menelannya.
"Hahaha ternyata kau berani juga anak muda. " Pria itu tertawa lantang semakin keras membuat Darma thirta sedikit heran.
"Kenapa tidak ada reaksinya paman." Pemuda itu berkata.
"Tunggu saja sebentar lagi, kita akan lihat hehe" jawab pria misterius sambil mengeluarkan senyum termanisnya walaupun kesannya masih sangat menakutkan.
Tidak lama setelah itu, efek mutiara laut mulai terasa, perlahan kemudian..
"Apaaaa ini,, Perut kuuu."
Pemuda itu seketika memegangi perutnya sambil berguling-guling dilantai merasakan sakit yang amat luar biasa yang belum pernah dirasakannya sebelumnya. Sambil sesekali memukul-mukul lantai.
Sudah satu jam lamanya Darma thirta merasakan hal yang membuat nyawanya hampir putus dari jasad.
__ADS_1
Bukannya mereda sekarang dirinya memuntahkan semua isi perutnya yang kebanyakan air, yah karna selama bertapa dirinya hanya meminum air sungai,
muntahnya kini terlihat air yang sedikit berubah warna menjadi kemerahan, ternyata bukan hanya air, pemuda itu juga muntah darah, dibeberapa darah yang dimuntahkan Darma thirta terdapat darah yang bercampur warna kehijauan.
"Sepertinya bekas racun panah patih kerajaan itu masih tertempel dibadannya." Guman pria itu.
Sekarang sudah hampir dua jam Darma thirta merasakan sakit, tubuhnya semakin lemas, kini dirinya tidak mampu berdiri dan hanya duduk bersilah dihadapan pria misterius itu, rasa sakit diperut dan badannya masih sepenuhnya terasa, bahkan untuk membuka mulutnya saja pemuda itu sudah tidak bisa melakukannya.
"Bagus seperti itu, jangan terlalu dirasakan, apa anak ini mampu, aku jadi khwatir." pria itu bergumam pelan.
"Jangan dirasakan kepalamu, aduuhh. " Darma thirta berkata dalam hatinya.
Pertama kali ketika membuka matanya, yang disadarinya bahwa pria misterius itu sudah tertidur di depannya.
"Paman bangun, nampaknya aku berhasil paman, mutiara itu memang menolakku awalnya, tetapi tubuhku mampu menahannya, efek khasiatnya kini mulai terasa paman. " Darma thirta berkata terlihat pancaran keceriaan dari wajahnya, sambil membangunkan pria misterius yang tergeletak tidak sadarkan diri didepannya.
"Apaa, kau berhasil?" pria itu tersentak kaget terbangun lalu berdiri memperhatikan setiap anggota tubuhnya, "kupikir aku akan musnah lalu menghilang, haha tidak kusangka bocah lemah sepertimu bisa menahan efek inti mutiata itu, bagus-bagus" pria misterius itu berkata sambil memukul-mukul pundak pemuda itu.
"Owh iya paman, maaf tentang pertanyaanku sebelumnya paman" Darma thirta berkata pelan kepada sosok misterius itu karna takut kembali membuatnya marah, mengingat sosok didepannya selain sangat kuat dan sangat tidak bisa ditebak.
" Haha yang itu, mengenai siapa diriku nanti kau akan tahu sendiri. dan Mengenai tempat ini, kau sekarang sedang berada dialam bawah sadarmu sendiri, kau melakukan tapa brata sampai sejauh ini dan berhasil menemui aku disini,
__ADS_1
dan kuakui aku sedikit tertarik denganmu. hahaa"
"Tombak itu, bagaimana caranya kau membuatnya paman, itu terlihat sangat kuat." Darma thirta bertanya dengan penuh rasa penasaran.
"Mengenai itu, setelah kau mengkonsumsi inti mutiara laut, kurasa kau tidak akan kesulitan membuat senjata mu sendiri, inti nya, unsur air itu adalah mineral, bentuk dari mineral terkuat di muka bumi ini adalah batu kristal, setelah kau tersadar, kau bisa berlatih sendiri, dengan dirimu yang sekarang aku yakin kau bisa mempelajarinya dengan cepat. ingat..! pusatkan konsentrasi mu kesatu titik, rasakan aliran tenaga dalammu ,bentuk unsur airmu lebih keras dan semakin mengeras." pria misterius itu menjelaskan.
"Aku tidak mengerti paman tetapi aku akan coba memahaminya." jawab Darma thirta.
"Yah, yah. terserah kau saja bocah, cepatlah kau pergi dari sini bocah, aku tidak ingin setelah berhasil selamat, kembali musnah karna orang-orang bodoh itu ingin mengubur tubuhmu, sana cepat pergi."
Pria itu mendorong tubuh Darma thirta yang masih terlihat bingung, tanpa mengetahui apa yang dimaksud dan belum sempat menanyakannya kini tubuh pemuda itu terlempar dengan keras, karna dorongan kuat yang dilakukan pria misterius itu Membuat dirinya sesaat kehilangan kesadarannya.
kemudian setelah itu..
ketika dirinya tersadar dan perlahan membuka matanya.
Dirinya telah menyadari sesuatu yang janggal disekelilingnya.
"Kenapa gelap sekali, ini tanganku tidak bisa digerakan, kakiku ?? kenapa tubuhku dibungkus kain, sialan siapa yang melakukannya." Pikirnya dalam hati penuh pertanyaan dan apa yang terjadi kepada dirinya selama melakukan tapa brata.
"Maafkan aku thirta, karna aku, kau bernasib seperti ini, bodohnya aku membiarkan mu bertapa dialiran sungai setelah itu meninggalkan mu, aku tidak sadar bahwa akhir-akhir ini adalah musim hujan sehingga membuat air sungai meluap." Terlihat Ketua perguruan Garuda emas Raden prakoso berdiri lesu dihadapan tubuh seorang pemuda yang dibungkus kain dan telah siap untuk dikubur.
__ADS_1