Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Guru Lading vs Ki Panca Langit 2


__ADS_3

Hanum menggeram keras berusaha menancapkan kuku-kuku tajamnya ke muka gadis cantik peguruan garuda emas itu, tetapi lestari dengan sigap menangkis setiap serangan hanum dengan menggunakan kedua goloknya.


Terlihat pertarungan keduanya berimbang sekarang, menunjukan kemampuan Hanum dan Lestari sama kuatnya.


Dari sisi lain..


Ki panca langit beberapa kali memukul udara membuka Portal dimensinya,


kemudian memasukkan kedua tubuh murid perguruan garuda emas, tubuh Darma thirta dan diah arum yang sudah tidak berdaya kedalam lubang dimensi yang dibuatnya itu, untuk menjauhkan kedua orang itu dari dampak pertarungan dirinya dan Guru lading.


Guru lading yang menyaksikan hal itu , tidak ingin memberikan kesempatan dan secepat kilat menyerang Ki panca langit dengan ajian tapak suci harimaunya. Ki panca langit dengan sigap mampu menghindarinya, dan membalas dengan melemparkan pisau-pisau peledak kearah Guru lading.


Guru lading menghindari dengan lincah setiap pisau yang datang kearahnya. terdengar bunyi ledakan setiap kali pisau itu terhenti dan tertancap di tanah atau pun benda lainnya.


"Dengan begini aku lebih leluasa untuk memberimu pelajaran bocah macan"

__ADS_1


Ki Panca langit mengalirkan lebih banyak tenaga dalamnya, tangannya menyingkap kedalam jubah bersiap melakukan serangan, dengan terbang cepat kearah Guru lading.


"Ajian hujan seribu bintang."


Ki panca langit menembakan ratusan pisau peledaknya, semakin lama pisau itu semakin banyak, bahkan tidak terhitung lagi jumlahnya seperti kumpulan hujan bintang dilangit yang terbang cepat memburu guru lading.


"Apaa, sialan ilmu yang merepotkan itu lagi."


sosok harimau putih Guru lading berujar kesal seraya mundur cepat beberapa langkah, sejurus kemudian Guru lading mengeluarkan ajian tapak suci harimaunya untuk menangkis ribuan pisau terbang yang terbang kearahnya.


Pisau angin yang berputar itu berupaya menggulung pisau peledak yang terbang kearahnya.


beberapa bagiam tubuh harimau guru lading seperti tangan dan sebelah mukanya terlihat terkena luka senjata tajam bercampur dengan luka bakar, karna tidak semua pisau peledak itu berhasil ditahannya.


Guru lading menggeram keras. terlihat suasana kesal menyelimuti hatinya.

__ADS_1


'"Grrrgrr, aauurmmrrghhh""..


Auman guru lading semakin kencang menimbulkan deruan angin yang berputar cepat seperti senjata tak terlihat, terlihat beberapa ranting pohon terpotong akibat dampak dari gelombang angin yang dihasilkan dari geramannya.


Ki panca langit bergerak menghindari setiap gelombang suara auman Guru lading,


Sejurus kemudian Ki panca langit melemparkan lima pisau emas yang terlihat berbeda dari pisau yang biasa dilemparkannya, pisau emas dengan ukiran naga di gagangnya.


Mata harimau Guru lading sedikit melotot melihat pisau yang dilemparkan Ki panca langit kali ini, dirinya mengenal pusaka pisau bintang emas yang menjadi pusaka andalan dari kakek tua itu. kewaspadaanya meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.


Kelima pisau emas itu meluncur deras, menuju jantung dan kepala guru lading.


Guru lading menggeram kesal, sosok harimau putih itu berlari cepat menghindari kejaran kelima pisau emas yang bagaikan punya nyawa sendiri.


berbeda dari pisau sebelumnya yang akan hancur bila meledak, kelima pisau ini tetap utuh walaupun menimbulkan ledakan ketika tertancap di tanah dan benda-benda yang dilaluinya, tidak terhenti dan terus memburu Guru lading yang berlari terengah-engah dengan sosok harimaunya.

__ADS_1


Merasa terdesak Guru lading berbalik arah, berhadapan dengan kelima pisau emas yang memburunya tersebut.


Guru lading mengalirkan tenaga dalamnya kedalam kedua telapak tangannya. Seketika terlihat kuku-kuku harimau itu memanjang tiga kali lipat lebih panjang dari sebelumnya.


__ADS_2