Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Lari Menuju Tanah Suwarna Bhumi


__ADS_3

Dilan sepuh tertunduk dihadapan Nyai Mesutri, dengan sebuah arit hitam melingkar menusuk lehernya yang nyaris putus, adipati kerajaan Nusantara itu pun mati seketika ditangan Nyai Mesutri.


Nyai Mesutri tertawa ringkih seakan menikmati pemandangan didepannya. "Hihiihi babak baru akan dimulai, kegelapan akan menguasi bumi nusantara" nyai mesutri tertawa Sambil menengadahkan mukanya kelangit. Anak-anak iblis akan berkuasa di bumi nusantara ini Hihhihi.


*****


Di tempat lain ketiga orang kerajaan Nusantara yang masih tersisa sedang berusaha kabur dari kejaran 3 anggota sekutu misterius yang mengejarnya.


Langkah Pangeran Raden prakoso, Pangeran Biantoro dan patih Rangga geni terhenti, tatkala mereka sudah sampai diperbatasan kerajaan jayakarta yang dijaga oleh puluhan prajurit. "Dimas, paman, kita telah sampai diperbatasan jayakarta, Kita minta bantuan mereka." Raden prakoso berkata.

__ADS_1


"Baik pangeran" kata Rangga geni disambut anggukan pangeran Biantoro.


Melihat kumpulan prajurit yang tampak didepan mereka ber enam, ketiga pengejar dari sekutu misterius tersebut hanya terdiam dan saling menatap antara mereka bertiga. Seakan menghentikan langkahnya, mereka hanya tersenyum sinis.


Rangga geni segera terbang menuju kearah prajurit penjaga perbatasan, dengan maksud untuk meminta bantuan kepada para prajurit tersebut, Tetapi tidak disangka belum sempat sampai kearah prajurit tersebut.


sebuah anak panah melesat kearah bahu patih Rangga geni, Patih Rangga geni yang tidak menyangka dengan hal tersebut tidak dapat mengelak dari anak panah yang menusuk bahu kanannya, Sambil berteriak salah seorang prajurit yang merupakan pendekar tingkat tinggi.


"ya ampun ada apalagi ini" terlihat Raden prakoso mengucap tidak percaya belum sempat keterkejutannya dengan serangan brutal kejantung kerajaan Nusantara oleh mantan mahapatinya, sekarang dikejutkan lagi dengan pengepungan prajurit kerajaan sekutu mereka, kerajaan jayakarta.

__ADS_1


Kini berdirilah dihadapan mereka adipati karyoto dengan menarik pedang disarungnya, seraya berkata " Tetaplah disana Pangeran dan Patih Rangga, Aku akan menanangkap kalian, tidak kusangka kau bahkan bisa berbuat sedemikian rupa Raden prakoso, membunuh ayahmu sendiri dan memenggal kepalanya, sungguh anak durhaka dan sangat biadap" adipati kerajaan jayakarta tersebut bergumam.


Mendengar hal tersebut ketiga orang itu saling tatap. Jadi Kusumo Negoro sudah mengatur siasat sedemikian rupa untuk memfitnah mereka, seolah olah menjadi pahlawan kesiangan yang melindungi kerajaan Nusantara dari kudeta putra mahkotanya.


"Jadi ini lah yang dimaksud oleh ayahanda" pikir Raden prakoso. "Kau salah sangka adipati Karyoto, itu tidak seperti yang kau dengar." Pangeran Biantoro memotong pembicaraan.


"sudah jelaskan di pengadilan saja, kini kalian jangan melawan dan ikut dengan kami" Patih Karyoto menarik pedangnya dan menyerang kedua pangeran serta adipati Rangga didepannya, diikuti hentakan puluhan prajurit yang menyerang secara bersamaan.


"tidak ada jalan Pangeran kita harus bertarung, untuk saat ini mereka tidak akan mendengarkan penjelasan kita, perioritas utama kini kita laksanakan titah terakhir raja, menuju tanah suwarna bhumi" gumam Patih Rangga geni.

__ADS_1


Sambil mengeluarkan keris dari balik pinggangnya, bersiap melakukan serangan balik. "kalian berdua, bila ada celah, larilah pangeran, Larilah sejauh mungkin, Aku akan menahan mereka sekuat tenaga." Kedua pangeran tersebut hanya mengganguk tanda mengerti.


***lanjut dan mohon dukungannya sobat untuk like and komennya***


__ADS_2