
Di gubuk tua tersebut, menunggu kedua orang tua yang sejak dari tadi sangat khawatir dengan keadaan anaknya.
kekhawatiran mereka akhirnya terobati, setelah melihat anaknya Darma thirta membuka pintu dan berdiri di depan kedua orang tua tersebut, seraya memeluk kedua orang tuanya, Darma thirta bercerita tentang apa yang di alaminya kepada kedua orang tuanya.
Suseno dan Hartini yang sudah khawatir dengan keadaan anaknya sejak dari semalam, menyuruh anaknya untuk istirahat, dan tidak berburu dulu untuk hari ini.
****
Cemprit segera melesat secepat mungkin, untuk sampai ke kerajaan Bandar.
Kerajaan Bandar adalah sekutu kerajaan atau bisa dibilang kerajaan yang masuk dalam kekuasaan kerajaan Nusantara, kerajaan Bandar terletak di tanah Suwarna bhumi serta berbatasan langsung dengan laut barat dan gunung krakatau kembar, Raja Basah, raja kerajaan Bandar, sangat setia mengabdi kepada Raja Kusumo negoro.
__ADS_1
Melaporkan prihal yang dilihatnya ke kerajaan Bandar sangat efisien karna tidak mungkin langsung ke kerajaan Nusantara yang membutuhkan waktu 3 hari perjalanan bila dengan ilmu meringankan tubuh.
Dan satu setengah hari perjalanan dengan kecepatan tinggi, pendekar berlevel tertinggi. Tidak sampai sehari bila yang menempuhnya pendekar iblis/ pendekar tingkat dewa, apabila pendekar tingkat dewa tersebut sudah menguasai ilmu melipat bumi, perjalanan bisa dengan sekejap mata seperti yang di lakukan oleh Ki Panca langit tempo dulu.
Cemprit terus terbang berlari keluar dari batas wilayah Kerajaan Gading cempaka melintasi rimbunnya pepohonan hutan Bungo bangkai, hingga sampailah ia ke perbatasan kerajaan Bandar.
Perjalanan yang ditempuhnya dengan waktu satu setengah hari, Cemprit kemudian melaporkan tentang anak bermata biru kepada prajurit kerajaan Bandar Dan setelah itu Cemprit di persilahkan langsung menghadap kepada raja Basah.
" Benarkah apa yang kamu bicarakan itu pemuda, kamu tahu kan konsekuensinya bila berita ini bohong, maka kepalamu akan lepas dari tubuhmu itu." kata raja Basah sedikit membentak.
Sambil gemetaran menelan ludah, Cemprit berkata memelas, ampun beribu ampun baginda, seratus persen berita ini benar. karna, teman-teman hamba sedang mengintai dan masih menunggu, serta mengawasi kediaman pemuda tersebut."
__ADS_1
"Baiklah kalo memang berita ini benar, aku akan mengirim Patih Renggo untuk mengikuti mu, ke kediaman pemuda bermata biru ini" kata Raja Basah kepada Cemprit.
"Patih Renggo ku tugaskan kau ikuti pemuda itu, bawa prajurit-prajurit tingkat tinggi, karna apa bila itu benar, pemuda yang Raja Kusumo cari, kita tidak boleh meremehkannya, dan ini bawalah 10.000 keping koin emas ini berikan kepada kutu kupret ini bila berita ini benar.Seraya melemparkan sekantung koin emas kepada patihnya.
"Baik yang mulia, titah yang mulia akan ku kerjakan" jawab Patih Renggo, patih yang mempunyai level kekuatan tingkat tertinggi setingkat dengan level kemampuan Raja Basah, dengan aura kegelapan yang cukup tinggi.
Mereka juga mengutus 20 prajurit berkekuatan tingkat tinggi, yang dipimpin langsung oleh Patih Renggo untuk menangkap dan membunuh Darma thirta, mengikuti Cemprit sebagai penunjuk jalan menuju kediaman pemuda bermata biru tersebut.
Raja Basah segera menulis surat dan menerbangkan surat tersebut melalui merpati pengantar surat, untuk di sampaikan kepada kerajaan Nusantara. Prihal berita dan informasi yang telah di dapatkannya, sambil membayangkan imbalan yang akan diberikan Raja Kusumo kepadanya.
Membayangkan, Hadiah apa yang akan di dapatnya kelak, bila berhasil membawa mayat pemuda tersebut ke hadapan Raja Kusumo negoro.
__ADS_1