Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Misi Menangkap Harimau


__ADS_3

"Apa misi yang kita dapatkan Lestari" tanya salah satu murid bernama Linggar Galing yang penasaran. Dua murid yang menjadi teman satu kelompok Darma thirta dan Lestari yaitu bernama, Linggar Galing dan Diah arum.


"Misi kita, menangkap atau membunuh harimau yang akhir-akhir ini meresakan pemukiman penduduk desa kawur hilir, salah satu desa yang dekat dengan istana kerajaan Gading cempaka, mungkin


misi ini yang dimaksud dengan guru Jaya prana, dilaporan misi ini dikatakan tidak ada yang tahu harimau yang meresahkan itu harimau sungguhan atau harimau jadi-jadian.


bangsawan kerajaan yang secara langsung meminta misi ini, bisa dikatakan ini misi kelas B dan hadiah yang diberikan lumayan besar.


ujar Lestari menerangkan sebagian garis besar gambaran misi mereka.


"Jika hanya menangkap harimau sungguhan, kenapa orang-orang kerajaan meminta langsung kepada kita, bukankah itu hal yang mudah dilakukan." Darma thirta berkata sambil memegangi dagunya.


"Bisa jadi ini Harimau jejadian." sahut Diah arum, seraya Lestari dan linggar galing mengangguk sedikit membenarkan pendapat temannya.


"Disini juga dikatakan harimau yang menyerang pemukiman itu tidak hanya terlihat seekor, tetapi ada sekitar 5 atau 7 ekor. tidak ada yang tahu pasti jumlahnya" Lestari kembali menerangkan.


"Apakah tempat itu cukup jauh lestari?" tanya Darma thirta.

__ADS_1


"Untuk menuju kesana, jaraknya tidak terlalu jauh dari sini, bila dengan ilmu meringankan tubuh kira-kira besok kita bisa sampai, apabila berjalan kaki paling lambat 2 hari untuk sampai kesana, teman-teman persiapkan diri kalian, misi ini harus berhasil."


Dengan persiapan yang dirasa cukup keempat orang pendekar muda itu menuju desa kawur hilir untuk menuntaskan misi mereka, misi ini juga menjadi pengalaman pertama bagi Darma thirta tidak heran bila dia orang yang terlihat paling antusias.


mereka pergi dengan berjalan Kaki, karna mengingat Darma thirta belum menguasai ilmu meringankan tubuh.


"Maafkan aku teman-teman, karna aku kita tidak bisa cepat sampai." Darma thirta merasa bersalah karna belum bisa menguasai ilmu yang cukup penting ini.


"Tidak mengapa thirta santai saja, berjalan juga terlihat asyik dan sedikit santai" jawab Lestari tersenyum diiringi kedua orang temannya juga mengangguk merasa tidak masalah dengan berjalan kaki.


"Kita bermalam dulu disini, besok kita lanjutkan perjalanan, setelah melewati bukit ini kita akan sampai ketempat tujuan kita." ujar lestari disertai anggukan setuju dari teman-temannya.


suasana yang hening dan langit yang cerah, serta bunyi merdu nyanyian jangkrik menemani malam mereka.


malam pun berganti, sang surya perlahan menunjukan diri. kini keempat pendekar muda perguruan Garuda emas itu melanjutkan perjalanan mereka. setelah sekitar 4 jam perjalanan melewati bukit kaba kini mereka telah sampai di perbatasan desa kawur hilir.


Suasana desa kawur hilir sendiri, terlihat tenang meskipun sedang berada dalam masalah, karna gangguan dari para harimau yang akhir-akhir ini sering menampakan diri dan memangsa ternak warga.

__ADS_1


Pemandangan rumah panggung disepanjang jalan mereka lalui, semua mata para warga tertuju kearah mereka tatkala mereka melintasi pemukiman penduduk itu.


"Permisi paman, kami mau bertanya dimana rumah pemimpin desa ini?" terlihat Lestari bertanya kepada salah satu penduduk yang berpapasan jalan dengannya.


"Maaf, nona ada keperluan apa dengan Ki yatno?" jawab penduduk itu.


"Kami pendekar perguruan garuda emas, tujuan kami ingin meringankan masalah didesa ini, bolehkan aku tau rumah kinyatno ini paman? tanya linggar galing


"owh kalo begitu ikut saya, kebetulan saya juga mau ke rumah pemimpin desa ini, mari nak" pemuda itu menjawab disertai anggukan dan kemudian keempat pendekar muda tersebut mengikuti penduduk itu menuju rumah pemimpin desa.


sesampainya dirumah pemimpin desa, Ki yatno mempersilahkan keempatnya masuk kedalam rumah serta menceritakan kronologi harimau yang akhir-akhir ini menyerang desa mereka. dia menceritakan melihat harimau yang menyerang ternak warga tersebut berukuran tidak terlalu besar. berjumlah sekitar 6 ekor. yang selalu muncul pada saat menjelang malam,


kemunculan mereka biasanya untuk menyerang ternak-ternak warga dari ayam kambing sampai sapi. bisanya minimal tersisa hanya tinggal tulangnya saja.


setelah mengatur rencana malam harinya, keempatnya bersiap untuk menjalankan misi mereka. karna belum sempat mencari tempat menginap ke 4 orang pendekar muda tersebut memutuskan tinggal dirumah pemimpin desa untuk sementara.


Malam pun tiba, aura tenang yang dari siang tadi menyelimuti desa kini mulai sedikit mencekam. Para penduduk di desa itu cepat-cepat mengunci pintu rumah dan pintu-pintu kandang ternak mereka. kempatnya menunggu datangnya malam dan mempersiapkan senjata serta kebutuhan lainnya untuk menangkap atau membunuh harimau tersebut.

__ADS_1


__ADS_2