
Dari kejahuan terlihat sepasang mata mengawasi kerumunan Darma thirta dan penduduk desa yang membawa paksa tubuh Gumai larang, seakan sedang mempelajari keadaan dan mencoba mencari cara agar dapat membebaskan sahabatnya yang sudah tertangkap.
"Apa yang sebaiknya kulakukan, apakah aku harus mencoba membebaskan Gumai sendirian atau harus meminta bantuan, sial"
Harimau jejadian yang lain membatin. harimau wanita yang bernama Hanum itu terlihat bingung dengan langkah yang akan diambilnya.
"Baiklah aku akan coba kembali dan meminta bantuan kepada Guru Lading." gumam Hanum seraya bergerak cepat meninggalkan tempat pengawasannya untuk pergi kesuatu tempat guna mencari bantuan.
*****
Penduduk desa beramai-ramai mendatangi kediaman pemimpin desa guna melihat sosok yang selama ini meresahkan dan menakuti warga desa kawur hilir.
Karna baru kali ini mereka melihat ada harimau jejadian yang datang kedesa mereka.
"Katakan darimana kau berasal, dan apa tujuan kalian datang ke desa ini." Ki yatno menanyai Gumai larang dengan nada sedikit membentak.
Gumai larang hanya diam sambil tersenyum memperlihatkan giginya yang merah akibat darahnya sendiri.
"Apa karna aku sedang terikat kau bisa membuat ku takut"
"Sialan"
""Bletak.""
ki Yatno mendaratkan pukulan ke wajah Gumai larang.
__ADS_1
"Anak ini keras kepala sekali"
Memang selama harimau jejadian menyerang, bisa dikatakan tidak ada warga yang terbunuh, tetapi kerugian akibat ternak warga yang dimangsa belum lagi ketakutan yang menghantui penduduk selama ini cukup untuk membuat beberapa warga kesal akibat ulah mereka.
"huah ha ha, apa kalian sudah selesai?" Gumai larang tersenyum sinis sambil sedikit mengenduskan hidungnya.
"Apa maksudmu bocah keras kepala?" ki Yatno bertanya heran, karna perkataan Gumai larang menimbulkan reaksi waspada yang dia lihat dari tiga pendekar muda perguruan Garuda emas.
Belum lama setelah itu sebuah geraman dari kejauhan tapi terdengar jelas membuat mereka yang berkumpul di rumah ki Yatno merasa merinding dan bergidik ngeri.
"Apa itu"
Para warga yang ramai saling bertatap pandang dan bertanya-tanya.
"Ajian cakar angin harimau suci"
Seketika itu terlihatlah dari kejauhan mata para penduduk desa yang memandang kearah sumber bunyi deru angin, kini terlihatlah sebuah angin ****** beliung yang cukup besar bergerak cukup cepat menuju kearah mereka, menerbangkan apapun yang dilaluinya.
Angin ****** beliung itu berhasil merusak beberapa rumah penduduk yang dilaluinya dan baru berhenti ketika sudah memporak-porandakan rumah panggung ki yatno, dan membuat sebagian penduduk menderita luka ringan dan sebagian lagi penduduk desa berhamburan berlarian menyelamatkan diri mereka masing-masing.
Kini tinggalah Darma thirta dan kawan-kawan beserta ki Yatno yang memegang tiang rumahnya yang masih berdiri, sambil tidak hentinya tubuhnya bergetar karna ketakutan dengan kejadian yang barusan dialaminya.
Dari kejauhan mata mereka berempat, terlihat dua orang sedang berjalan santai kearah mereka, satu orang perempuan muda dengan kulit kuning langsat berambut hitam kekuningan, dan seorang pria paruh baya berbadan kekar berbaju putih.
"Siapa mereka, apakah mereka Harimau jejadian lainnya, sial satu orang saja sudah membuat kami berempat menjadi seperti ini, bagaimana dengan tambahan dua orang lagi, apa yang harus kulakukan" gumam Darma thirta.
__ADS_1
Darma thirta , Lestari dan Diah arum yang belum sempat bereaksi, tiba-tiba kembali dikejutkan dengan serangan selanjutnya, sambil mengayunkan kedua tangannya secara silang, dengan jari membentuk sebuah cakaran, ki Yatno membelah angin, Dari kedua tanganya berhasil membuat sebuah gelombang kejut menghasilkan energi angin ****** beliung yang cukup besar membuat ketiga pendekar perguruan garuda emas tersebut berada pada posisi bertahan dan membuat ketiganya terpental beberapa langkah.
"Lestari, Diah arum, pergi dari sini bawa linggar galing Ki yatno menjauh.'' aku akan menahan mereka. Darma thirta berteriak kepada kedua rekannya.
"Tidak Thirta aku akan tetap disini, aku akan..
Belum sempat melanjutkan kata-katanya sebuah pukulan Gelombang angin dengan cepat menerjang tubuh gadis itu. membuatnya terpental lagi cukup jauh dari tempat sebelumnya.
"Lestari" Diah arum berteriak sambil berlari untuk memeriksa dan memastikan keadaan Lestari.
Sebelum sampai ketempat Lestari , sosok perempuan muda terbang dan mendarat didepannya.
"Mau kemana kau, lebih baik kau khawatirkan dirimu sendiri
,Tapak harimau"
Sebuah pukulan mendarat kearah dada Diah arum.
Diah arum tidak sempat menghindari serangan yang datang secara tiba-tiba dan hanya mampu menangkisnya, walaupun tertahan, tetapi efek serangan itu masih terasa dan cukup membuat Diah arum terpundur beberapa langkah.
Diah arum mengeluarkan tali dari balik lengan bajunya, tetapi gadis harimau itu berhasil menghindari setiap serangannya dengan mudah, akhirnya pukulan telak bertubi-tubi diterima oleh Diah arum dan membuatnya tergeletak pingsan tak berdaya dengan darah segar mengalir dari tepi bibir murid garuda emas itu.
Darma thirta yang berniat menolong kedua rekannya, kini langsung dihadang oleh sosok pria paruh baya berbaju putih tersebut.
"Kau bocah yang mengalahkan murid ku?"
__ADS_1
Pria itu bertanya dengan suara paraunya. sambil jari telunjuknya menunjuk kearah Darma thirta.