Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Guru Lading vs Ki Panca Langit.


__ADS_3

Mata Guru lading bersinar putih, menerawang jauh ke arah datangnya sebuah batu yang bisa meledak itu.


"Tidak salah lagi, Heeii beraninya kau menganggu kesenanganku, tua bangka, tidak usah bersembunyi Dari jarak sejauh itu, apa kau takut dengan ku Ggrr."


Guru lading berteriak dengan suara kencang disertai deruan angin memburu kearah ujung suaranya.


Tiba-tiba udara di hadapan Guru lading memecah menimbulkan sebuah lubang dimensi yang muncul tepat di depan matanya, hanya berjarak sekitar tujuh meter keduanya saling berhadapan.


Dari lubang dimensi itu keluarlah sosok pria tua berbaju putih tersenyum kecut sambil menggaruk-garuk kepalanya yang putih dan setengah botak ditengahnya.


"Mata mu masih tajam seperti dulu bocah macan hahaa," pria yang baru muncul itu berujar.


"Dasar tua bangka, pelempar petasan apa mau mu kenapa kau tiba-tiba ada disini, kau kira aku takut padamu panca langit?" Guru lading berujar sedikit membentak pria yang baru datang tersebut ialah Ki Panca langit sesepuh Perguruan Garuda emas.


"Wajar aku kesini, seharusnya aku yang bertanya kenapa kau ada disini bocah, setahuku perguruanmu ada di wilayah kerajaan Bandar, seenaknya saja kau mengacau diwilayah kerajaan lain, kau seharusnya malu, pilihlah lawan yang sepadan denganmu, hanya karna murid mu tidak mampu mengalahkan murid diperguruan ku kau menjadi seenaknya, apa kau tidak bosan aku hajar bocah?". Ki Panca langit menjawab dengan tegas dan lugas.

__ADS_1


Mendengar perkataan Ki panca langit, muka Guru lading memerah, terlihat emosinya meninggi, dengan telinganya terasa panas.


"Tua bangka sialan, aku sudah lama tidak menguji ilmu mu, kurasa kau akan menjadi sasaran ku kali ini Grgrrr" Guru Lading berkata sambil perlahan wujudnya berubah menjadi sesosok Harimau putih besar dua kali lipat ukuran kerbau dengan tinggi hampir 3 meter. matanya putih bersinar. dengan kuku yang tajam seperti pisau.


"Bocah macan sialan, ternyata kau memang tipe orang yang tidak pernah jera, baiklah aku akan menghajarmu sekali lagi."


Ki panca langit mundur tiga langkah kebelakang mengambil jarak mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya, terlihat cahaya berwarna keemasan melindungi tubuh ki panca langit, yang telah bersiap untuk melakukan pertarungan dengan Guru lading.


Ki Panca langit merentangkan jubahnya, disetiap celah jubah yang dipakai lelaki itu terdapat ratusan pisau bahkan ribuan pisau kecil terselip dijubahnya. Ki panca langit mengambil sepuluh pisau kecil yang masing-masing diselipkan lima pisau digenggaman tangan kiri, dan lima pisau ditangan kanannya. Seketika pisau-pisau tadi dialiri tenaga dalam oleh pria tua itu, lalu dilemparkan ke arah sosok harimau putih guru lading yang berlari cepat menerkam kearah Ki Panca langit.


Guru Lading menyilangkan kedua tangannya mengibaskannya kedepan membelah udara, menghasilkan serangan pisau-pisau angin yang segera berbenturan dengan pisau yang dilemparkan Ki Panca langit, menghasilkan ledakan-ledakan disetiap benturan keduanya, menimbulkan kabut asap disekitar mereka.


"Kenapa bocah, ayo serang aku lagi. hehe apa kau masih teringat dengan kejadian lalu." Ki Panca langit berkata sedikit mengejek Guru lading.


"Cihh, aku Guru lading sesepuh perguruan silat harimau tidak kenal rasa trauma dan takut, aku akui dulu aku selalu kalah Darimu, tetapi sekarang, tidak akan kubiarkan itu pak tua ggrrr" Ajian tapak suci harimau" Guru lading melompat cepat secepat kilat sambil memukulkan kedua cakarnya secara silang keudara yang seketika itu menimbulkan pisau udara yang berputar membentuk angin pu**ng beliung cukup besar yang memburu kearah Ki panca langit.

__ADS_1


Ki panca langit menepis serangan itu dengan melemparkan ratusan pisau peledak nya kearah pusaran pisau udara yang diciptakan dari jurus Guru lading. Terdengar bunyi ledakan yang maha dasyat ketika ratusan pisau itu membentur pusaran pisau angin yang menggulung itu, setelah itu dirinya secepat kilat terbang kearah tubuh Darma thirta yang terbaring lemah dan membawanya terbang sedikit menjauh mendekati Diah arum yang juga sudah tidak sadarkan diri, berusaha membawa kedua murid perguruan garuda emas itu sejauh mungkin, agar tidak terkena dampak pertarungannya.


Disisi lain..


Pertarungan antara Lestari dan Hanum masih terjadi. Bahu Lestari terluka cukup parah, akibat gigitan yang di berikan oleh Hanum, darah segar terus mengalir dari lukanya, beberapa kali Lestari mencoba menghentikan pendarahan yang terjadi pada lukanya.


Hanum menggeram keras, berusaha menjatuhkan mental Lestari. setelah itu menyerang gadis itu dengan cakaran dan gigitan taringnya, lestari hanya bisa mengelak berusaha untuk menghindarinya, agar tidak terkena cakaran atau gigitan gadis harimau itu.


"ggrr ayo serang aku wanita sial,"


Hanum mengejar lestari yang berusaha lari menghindar.


Ternyata Gadis itu berlari kearah puing-puing runtuhan rumah ki yatno karna melihat sesuatu yang bisa dipakai untuk dijadikan senjata. Yah, pendekar pedang seperti lestari tidak akan bisa bertarung maksimal jika tidak menggunakan senjata tajam, dengan cepat Lestari berlari menggunakan ilmu meringankan tubuhnya meraih dua buah golok yang tergeletak disekitaran reruntuhan itu.


Hanum mendaratkan serangan bermaksud menyerang tengkuk gadis perguruan Garuda emas itu, tetapi lestari dengan sigap menghindar kesamping kanan dengan cepat menyabetkan golok nya kearah kiri bahu Hanum, sabetan Golok lestari berhasil melukai punggung kiri Harimau hanum, darah segar mengucur dari bekas luka yang ditimbulkan itu. Hanum segera mundur beberapa langkah sambil meringis kesakitan.

__ADS_1


Matanya terlihat lebih waspada melihat lestari yang bersiap menyerang dengan dua golok ditangannya.


"Dengan dua golok ini aku rasa cukup untuk membuat mulut busukmu itu diam harimau betina" ujar lestari melakukan kuda-kuda bersiap memberikan serangan selanjutnya kepada Harimau Hanum.


__ADS_2