Legenda Nusantara Sakti

Legenda Nusantara Sakti
Menjalankan Misi Pertama


__ADS_3

"Tanganku apa yang terjadi dengan tanganku, tapi ya sudahlah, toh ini terlihat lebih keren dibanding tangan bening yang harus kututupi sepanjang waktu" pikir Darma thirta seraya memegangi kedua lengannya yang kini sudah terlihat berbeda.


"Baiklah, untuk sementara aku harus perbanyak latihan untuk menguasai tenaga dalam ku, agar bisa mengendalikan perubahan unsur, pusatkan kesatu titik rasakan aliran tenaga dalammu, bayangkan unsur air mu semakin mengeras, baiklah akan aku coba." Pemuda itu mencoba mengingat apa yang dipelajari, sembari duduk bersila berkonsentrasi pada latihannya.


Belum setengah jam melakukan meditasi, tiba-tiba pintu kamar pemuda itu ada yang mengetuk..


"Permisi, Thirta apa kau ada didalam?" terdengar suara lembut gadis muda memanggil namanya, "kalo kau ada didalam, apa kau ada waktu?"


Pemuda itu membuka pintu kamarnya, dan dilihatnya sosok gadis cantik yang ia kenal, "yah tentu, ada apa Lestari?" jawab pemuda itu sambil tersenyum.


"Aku sedang dalam misi akhir-akhir ini dan mendengar kabar bahwa kau sudah meninggal, aku sih tidak percaya, dan ternyata perkiraanku tepat hehe" gadis itu membuka percakapan seraya sedikit tersenyum penuh arti.


"Hahaa yah sepertinya begitu, aku juga tidak menyangka dan tidak sadar juga ketika sedang bertapa ternyata air sungai meninggi menghanyutkan tubuhku." jawab pemuda itu santai


"Thirta aku dengar, kau naik tingkatan kelas ya, hehe selamat ya, katanya kau dikelas 1 ruang 2, berarti kita satu ruang dong, hehe kebetulan aku diruang yang sama dengan mu, mendengar kau pindah ke ruang yang sama denganku membuatku sedikit kaget, mohon bantuannya ya." Ujar Cahya lestari sembari menunduk dan melempar senyuman manisnya.


"Owh benarkah, tidak-tidak Lestari, aku yang seharusnya bilang begitu, mohon bantuannya ya. hehe"


Malam semakin larut percakapan dan saling lempar pertanyaan antara kedua anak muda itu, menghiasi jalannya malam membuat ruang kedekatan sedikit merapat diantara mereka berdua.


Sosok Darma thirta yang memang sedikit populer dikarenakan parasnya yang tampan dan berita tentang dirinya yang mencuat akhir -akhir ini membuat sosok pemuda itu tentunya menjadi salah satu yang digemari oleh kalangan murid perempuan perguruan Garuda emas. Tidak terkecuali oleh Cahya lestari, gadis cantik berkulit kuning langsat, yang memiliki lekukan tubuh indah ini menaruh rasa kagum terhadap pemuda didepannya, selain karna parasnya, Darma thirta dirasakannya memiliki aura dan wibawa yang berbeda dari para pemuda bahkan manusia pada umumnya.


"Iya Thirta, sampai jumpa lagi besok ditempat latihan hehe" gadis itu berpamitan seraya kembali melemparkan senyum termanisnya.


"Baik Lestari." Jawab pemuda itu sambil membalas senyum yang diberikan oleh Lestari.


Setelah benar-benar dirasa sepi, Darma thirta melanjutkan latihannya yang tertunda guna belajar mengendalikan tenaga dalamnya. malam itu, pemuda itu tidak tidur guna berkonsentrasi pada latihannya dan dengan sedikit kerja keras, pada pagi harinya Darma thirta berhasil melakukan perubahan unsur pada unsur airnya, dengan membentuk beberapa bongkahan es walau tidak terlihat seperti senjata, tetapi hal itu telah menunjukan sedikit perubahan terhadap kemampuan pengendalian tenaga dalamnya.

__ADS_1


Suasana dipagi hari perguruan Garuda emas dihiasi dengan kesibukan masing-masing murid dari kelas 3 sampai kelas 1 untuk persiapan latihan mereka. Dan ada juga beberapa murid yang mengambil misi yang diberikan oleh pemberi misi.


Pagi itu kelas 1 ruang 2 telah bersiap berkumpul untuk melanjutkan latihan yang biasa dilakukan, tidak terkecuali Darma thirta yang sudah menjadi bagian Dari kelas itu, dan tentu saja menjadi pemandangan yang asing bagi murid-murid lainnya melihat ada orang baru yang bergabung kekelas mereka.


Para murid itu terlihat sedang menunggu seseorang yang tidak lain guru pembimbing mereka yaitu guru Jaya prana, dengan muka yang tidak begitu santai, tidak sedikit murid yang memikirkan latihan dan tugas seperti apa yang akan diberikan kali ini dengan perasaan sedikit gugup.


Murid kelas 1 ruang 2 terdiri dari 20 murid, yang rata-rata memiliki kemampuan pendekar yang baru mencapai tahap pendekar tingkat tinggi. Kemampuan dan kecerdasan mereka rata-rata berimbang setiap muridnya, ditiap ruang kelas tentu ada murid yang paling menonjol diantara murid lainnya, dan dikelas ini murid yang dikenal seperti itu ialah Cahya Lestari, selain karna wajah dan lekuk tubuhnya yang aduhai yang selalu menjadi pemandangan menyejukkan bagi mata para murid laki-laki. Kecerdasan dan kemampuannya juga tidak bisa dianggap sebelah mata, dengan kemampuan berpedang level tinggi yang dimilikinya , membuat para murid laki-laki harus berpikir dua kali untuk macam-macam dengannya. Sehingga yang mereka lakukan hanyalah menelan ludah sambil berkhayal tanpa bisa berbuat.


Guru Jaya prana dikenal juga sebagai guru yang selalu memberikan latihan cukup berat dan cendrung aneh serta bisa dikatakan cukup membahayakan kepada para muridnya, walaupun belum sampai ada korban jiwa.


Guru Jaya prana juga dikenal sebagai 10 besar tetua kelas terkuat diperguruan Garuda emas. Tentu kekuatannya berada diatas level pendekar tingkat tertinggi yang sudah dikuasainya selama bertahun-tahun, membuat dirinya cukup disegani dari kalangan tetua kelas maupun ketua perguruan Garuda emas.


Setelah menunggu lumayan lama, kini terlihat dihadapan para murid itu, sosok orang yang mereka tunggu muncul juga, yaitu guru Jaya prana, sosok yang tidak terlalu tua, pria itu berumur 40 tahun dengan rambut botak ditengah kepalanya dan memiliki kumis yang cukup lebat.


Sambil menstabilkan nafasnya pria itu berkata.


''Iya guru, aku baru bergabung pertama kali dikelas ini guru, nama ku Darma thirta, ketua Raden prakoso yang merekomendasikan untuk masuk kelas ini, murid mohon bimbingannya guru, serta dukungan kawan-kawan sekalian." Jawab Darma thirta seraya membungkukkan badannya.


"Kudengar kau menghajar Joko lengo salah satu murid terbaik padepokan ini, sehingga kau bisa masuk kekelas ini." Pria itu kembali bertanya sambil memilin kumisnya dan sedikit melototkan pandangannya. Membuat para murid lainnya hening tanpa berani menatap dan hanya menunduk.


"Benar guru, maafkan murid guru, karna murid merasa harus membela diri sebab orang tua murid dihina olehnya guru." Jawab Darma thirta sambil menunduk.


"Tidak usah meminta maaf, justru yang kau lakukan sama seperti yang kulakukan ketika muda dulu, waktu itu aku hampir mengirim ayahnya sicurut itu menuju lubang kuburan, bagus-bagus kau memang pantas masuk kekelas ku hahah." Guru Jaya prana berkata seraya tertawa sambil mengacungkan jempolnya kepada Darma thirta.


"Baik lah, langsung saja kita mulai. Karna aku sedang sibuk akhir-akhir ini karna harus mengurus pertemuan perguruan aliran putih. untuk itu aku sudah mengambil 5 misi buat kalian untuk mengisi latihan kalian, misi ini terbagi dalam 5 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang.


masing-masing kelompok wajib menyelesaikan misi tingkat C dan B yang kuambil ini, kalian tau kan kalau misi tidak selesai tentunya bakal ada hukuman untuk kalian. Apa kalian paham ?"

__ADS_1


para murid hanya mengangguk tanda mereka memahaminya.


"Oke baiklah, akan kubacakan kelompok dan nama-namanya, bagi ketua kelompok ambil dan pilih gulungan kertas misi ini." Guru jaya prana berkata seraya memberikan perintah kepada para muridnya.


Setelah 4 kelompok sudah ditentukan dan mengambil kertas gulungan misi . Kini


tibalah kelompok kelima yang diisi oleh Cahya lestari, Darma thirta dan 2 murid lainnya.


"Thirta kau kujadikan satu kelompok dengan Lestari karna kau baru bergabung dikelasku, dan lestari adalah murid paling berbakat dikelas ini, kurasa kombinasi kelompok kalian akan saling melengkapi, serta Lestari kutunjuk sebagai ketua kelompok, apa kau keberatan dengan itu?" kata guru Jaya prana menerangkan.


dan Langsung dijawab oleh pemuda itu.


"Tidak guru, murid menerimanya"


Cahya lestari hanya terlihat tersipu malu dengan pipi yang menjadi kemerahan..


"Misi-misi yang kuambil ini terdiri dari misi kelas C dan B, dan misi yang kalian ambil, kalian ambil sendiri secara acak. Kebanyakan misi ini berasal dari masyarakat maupun pedagang, tetapi ada satu misi yang cukup sulit, tapi itu tidak termasuk misi kelas A, walaupun para bangsawan kerajaan yang memintanya, kurasa kalian dapat menyelesaikan misi yang kuberikan ini, sehingga kalian bisa bertahan hidup disini dengan memproleh uang hasil dari menjalankan misi, semoga sukses.".


Jaya prana menutup kata-katanya sebelum akhirnya letusan kecil yang menimbulkan asap menyelimuti dirinya dan membuat tubuh pria itu menghilang dari hadapan para muridnya.


"Ayo Lestari cepat buka gulungan misi itu, misi apa yang kita dapatkan" kata kedua murid lainnya dan Darma thirta yang terlihat penasaran.


"Baiklah akan kubuka" jawab gadis itu.


setelah gulungan dibuka dan dibaca.


"Misi ini ?" terlihat perubahan pada raut wajah Cahya lestari berubah sedikit serius ketika membaca Gulungan misi tersebut.

__ADS_1


__ADS_2