Li Meilan

Li Meilan
Ujian Masuk Perguruan Tahap Pertama


__ADS_3

Pagi sekali Li Meilan dkk pergi dari kediaman lotus darah yang entah beberapa tahun akan kembali lagi.


Pagi ini mereka bergegas ke perkotaan untuk membeli peralatan yang diperlukan selama diperjalanan nanti jika mereka diterima diperguruan yang mereka kehendaki.


Meilan, Li Chichi, dan Li Mei akan berpisah dengan saudaranya untuk memasuki perguruan masing - masing, namun untuk ujian masuk perguruan tetap diadakan ditempat yang sama, yaitu dibalai kota tiancang sebelum mereka nantinya yang lulus akan memilih untuk masuk ke perguruan yang mana dikehendaki.


"Ah rasanya aku tidak sabar untuk ikut ujian tahun ini,"


"Benar, katanya ujian tahun ini akan lebih sulit karna panatua masing - masing yang akan memberikan ujian,"


"Ya, kakak ku sendiri yang bilang kalau tahun ini akan berbeda dan pastinya akan sangat sulit masuknya!"


"Kau sih enak ada orang dalam disana!"


"Yah kau benar, begitulah orang kaya sepertiku dimanapun akan dihormati!"


sayup mereka mendengar percakapan para wanita bangsawan yang menyombongkan diri masing - masing, seolah segalanya dapat dibeli dengan koin.


"Gege kalian sebenarnya tidak perlu masuk perguruan seperti ini, terlebih kekuatan kalian bahkan sangat mampu mengalahkan mereka semua," ucap Meilan.


"Benar, kami memang mampu tapi selama ini kami selalu tinggal di hutan iblis, sangat jarang bagi kami berinteraksi didunia luar, mungkin ini saatnya kamu belajar berbaur agar suatu saat nanti tidak kesusahan," ucap Lang menyeringai.


"Maksud kalian suatu saat nanti itu ada apa?" tanya Meilan penasaran.


"Kau akan mengetahuinya nanti," jawab Layn cepat diangguki yang lainnya.


"Hemm baiklah, aku ingin makan sekaligus menyampaikan sesuatu, baiknya kita mencari kedai yang sedikit privasi!" ucap Meilan.


"Oke, aku tau dimana!" ucap Lyan sambil berlalu diikuti yang lain.


---------


Didalam kedai yang sepi pengunjung mereka masuk bergegas menuju lantai teratas, lantai privasi yang keamanannya sangat dijaga.


Mengapa mereka tidak ke kedai mereka?karna kedai mereka saat ini sangat ramai, terlalu kentara rasanya jika mereka masuk tanpa mengantri, tentu hal itu kemungkinan akan membuat orang lain mengetahui siapa mereka.


Duduk dengan tenang sambil menunggu makanan dan minuman yang mereka pesan, sembari berbicara seadanya.


Dengan damai mereka semua makan, menghabiskan semua yang tertata diatas meja. Kembali mereka memesan kudapan untuk dimakan sambil berbincang menunggu waktunya ujian dimulai.


"Jadi ada hal penting apa yang ingin kau bicarakan adik?" ucap Zilong. Saat ini mereka mulai membiasakan berbicara lebih modern dan sedikit tidak kaku.


"Aku hanya ingin membagikan pil untuk kalian selama diperguruan nanti, pil ini akan cukup hingga satu tahun kedepan!" ucap Meilan mengeluarkan semua pil yang ia punya.

__ADS_1


"Wow! adik kau sungguh memberikan pil itu untuk kami?" tanya Li Mei senang.


"Tentu, walaupun pil ini biasa saja bagi kita tapi lumayan lah untuk meningkatkan kultivasi. Untuk sekarang tekan kultivasi kalian jangan sampai ada yang mengetahui kalian diranah apa dan aura kalian tolong ditekan juga!" ucap Meilan tegas. Mereka melakukan apa yang diperintah Meilan, kini tingkatan kultivasi mereka di tahap bumi akhir sama seperti Meilan.


Untuk tingkatan seperti mereka sebenarnya juga sudah mulai langka karna kebanyakan kultivator sekarang berada di ranah foundation.


"Nantinya setiap tahun seluruh perguruan akan melakukan perburuan bebas, jadi disaat itu aku akan memberikan stok pil untuk kalian!" ucap Meilan lagi dengan tegas.


"Baiklah adik kami mengerti" ucap mereka patuh.


"Ah iya, diluar usahakan tetap mengenakan topeng seperti kita saat ini. Kecuali di perguruan nanti itu sih terserah kalian!"


"Baiklah kami setuju adik," ucap mereka bersamaan.


---------------


TENG.... TENGGG... TENGGGG...


Tak lama suara lonceng yang dipukulkan pertanda mereka diharuskan untuk berkumpul dialun alun kota.


Saat ini di alun alun kota banyak sekali kultivator berkumpul, ada yang sendiri ada pula yang membentuk kelompok seperti Meilan dkk yang sedari awal sudah mencuri perhatian banyak orang, pasalnya tingkat kultivasi mereka sama semua dan sudah lumayan tinggi diusia mereka yang terlihat seperti awal enam belas tahun ditambah mereka semua memakai topeng yang sangat indah serta pakaian yang terbilang mewah.


Banyak bisik - bisik sinis dan iri yang mereka dapatkan, tak sedikit pula yang mengagumi mereka bersembilan karna berada ditingkat yang sama, sungguh mengagumkan pikir beberapa orang.


Orang awam memang berpikir mereka masih di tahap bumi akhir, namun mereka yang sudah diranah Emperor keatas akan dibuat bingung karna aura mereka tidak mencerminkan tingkat kultivasi mereka yang sebenarnya, para panatua sepakat untuk berpikiran bahwa mereka sebenarnya menekan tingkat kultivasi, meski samar mereka masih sedikit merasakan aura agung, entah apa tujuan mereka menekan kultivasi namun selagi tidak membahayakan mereka akan diam karna mereka sendiri tidak punya bukti untuk membuka tingkatan kultivasi Meilan dkk.


"Para hadirin yang terhormat, terimakasih untuk waktu yang kalian luangkan! Perkenalkan saya adalah Wu, murid dalam dari perguruan Elang Putih. Langsung saja ujian tahap satu segera dimulai yaitu menghancurkan salah satu batu yang berjumlah ratusan dihadapan kalian dengan nomor token pendaftaran yang kalian miliki, kesempatan hanya sekali, jadi jika tidak ada batu yang hancur maka kalian dinyatakan gagal, mohon kerjasamanya untuk menerima apapun hasil akhirnya!" ucap Senior Wu mengeluarkan sedikit auranya untuk mengancam para kultivator yang sepertinya tidak terima dengan aturan baru masuk perguruan. Kebanyakan dari mereka sedikit kesulitan bernafas namun tidak dengan Meilan dkk yang sangat santai sambil menikmati tenghulu yang tadi sempat mereka beli.


"Peserta token kesatu sampai seratus silahkan maju kedepan!" perintah Senior Wu.


Boommmm.. kraakk.. krakkk.... suara keras bertabrakan dengan batu namun hanya sedikit batu yang bisa pecah sekitar dua belas batu dari ratusan batu yang tersedia. Mereka yang tidak dapat memecahkan batu langsung pergi dengan lemas lantaran dinyatakan gagal untuk masuk perguruan dan harus mengulan tahun depan.


Kini kelompok Meilan dkk yang mendapat giliran, Panatua yang tadinya malas kini langsung membuka mata untuk menyaksikan Meilan dkk, dari awal mereka memang tertarik dengan Meilan dkk jadi kini mereka memusatkan perhatian untuk melihat pertunjukkan apa yang dilakukan Meilan dkk.


"Baiklah kini selanjutnya peserta token terakhir untuk maju kedepan!" ucap Senior Wu.


Meilan dkk hanya berdiam diri disaat yang lain memusatkan kekuatan mereka untuk menghancurkan batu super yang ternyata merupakan batu kelas tinggi untuk membuat senjata.


Bammmm.... bammmm.... sekitar lima belas orang yang berhasil memecahkan batu, meski begitu keadaan mereka cukup kacau karna mengeluarkan semua tenaga dalam mereka. Yang lainnya pergi dengan lesu seperti yang sudah sudah, kini hanya Meilan dkk yang tersisa didepan semua orang yang masih memilih untuk menonton ujian.


Banyak tatapan remeh yang mereka dapatkan, banyak orang berpikir mereka tidak memiliki tenaga sehingga hanya diam saja.


Seorang panatua maju kedepan mempersilahkan mereka untuk menguji kekuatan, namun jawaban mereka membuat semua orang geram.

__ADS_1


"Buatlah pembatas atau aray untuk melingkupi kami, agar jika terjadi sesuatu kalian tetap selamat!" jawaban Niex sungguh diluar dugaan, ucapan tajamnya membuat seluruh kultivator marah dan berdecak kesal hanya panatua perguruan singa awan yang sedari awal diam karna perguruan singa awan dianggap sampah oleh semua orang, tidak ada yang ingin masuk disana karna keanehan para panatuanya.


Bahkan murid mereka tidak lebih dari seratus orang, yang semakin membuat perguruan singa awan dipandang sebelah mata.


"Baiklah, biarkan aku yang membuat aray untuk kalian!" ucap Panatua singa awan yang ditertawakan semua orang.


"Hahaha mereka terlihat sangat cocok, sama - sama pencundang, sungguh menjijikan!"


"Yahh mereka sama, sangat cocok!"


"Sampah bertemu sampah, sungguh keajaiban dunia!"


"Lihatlah perguruan sampah dan kutivator - kultivator sampah!"


Banyak cemoohan yang mereka dapatkan, kini panatua - panatua yang tadi tertarik dengan mereka menjadi berbalik memandang Meilan dkk dengan jijik dan malas.


Meilan dkk hanya diam menanggapi celotehan dan dan tatapan merendahkan seluruh orang kecuali Perguruan Singa Awan yang memandang mereka hangat.


"Pelindungnya sudah selesai, silahkan kalian mulai!" ucap Panatua Sekte Singa Emas.


(fyi, sekte/perguruan sama aja yah. tapi kedepannya author akan menyesuaikan saja, jika enaknya sekte maka author akan memanggil sekte yah. mohon kemaklumannya)


BOOMMM!! KRACKKK.... KRACKKK..... Bunyi yang sangat nyaring terdengar dari dalam formasi pelindung Meilan dkk, debu berterbangan sehingga menutupi pandangan orang. Namun tidak para panatua, yang melihat dengan jelas kengerian apa yang sedang terjadi.


Mereka menelan ludah melihat permandangan didepan, sekitar dua ratus batu tingkat tinggi hancur berkeping - keping seperti debu.


Permandangan mengerikan apa ini? bahkan mereka panatua saja sepertinya akan kesulitan menghancurkan semua batu tingkat tinggi itu. Sedangkan Meilan dkk hanya menjentikkan jari dan semuanya langsung dibuat hancur, sungguh monster pikir semua panatua yang menyaksikan.


Disaat panatua yang lain memandang menyesal dan sedih karna meremehkan Meilan dkk, sekte singa awan justru memandang takjub dan senang, ternyata perasaan mereka benar bahwa Meilan dkk bukan orang biasa, syukurlah mereka tidak menyinggung monster seperti Meilan dkk jika tidak mungkin mereka akan menyesal juga seperti panatua lainnya.


Semua peserta melongo melihat permandangan dihadapan mereka yang begitu mengerikan setelah debu menghilang.


Seluruh batu tingkat atas menjadi debu! Benar benar monster! pikir mereka ketakutan karna tadi sempat menyinggung Meilan dkk.


Lain halnya dengan semua orang yang terkejut, Meilan dkk dengan santai menghancurkan pelindung yang dibuat Panatua Sekte Singa Awan.


Lagi lagi mereka dibuat takjub, pasalnya pelindung yang dibuat Panatua merupakan pelindung tingkat tinggi yang lumayan sulit untuk dihancurkan tapi tidak dengan Meilan dkk yang hanya menyentuh sedikit, seketika pelindung hancur!.


Keadaan hening seketika, sampai suara Senior Wu mengembalikan mereka kealam sadar.


"Baiklah dari seratus ribu peserta yang ikut, ternyata yang lolos hanya lima ratus orang saja. Selamat untuk kalian semua yang lolos di tahap satu. Sampai jumpa besok pagi diujian tahap kedua, segera istirahat dan pulihkan tenaga dalam kalian!" ucap Senior Wu tegas membubarkan mereka.


Halo, jangan lupa beri dukungan untuk cerita gw. Jangan bosan yah, baca terus kelanjutannya.

__ADS_1


Gw usahain setiap hari update 2 kali. (09.00, 10.00 WITA), (15.00, 16.00 WITA), ato dijam (18.00, 20.00 WITA) diantara jam itu ntar updatenya thankyou❤


__ADS_2