Li Meilan

Li Meilan
Jamuan Berdarah


__ADS_3

"Untuk kelompok pertama isinya aku sendiri, Xiao An, Kakak Li Mei, Kakak Miho, Kakak Lyan, Kakak Layn dan Kakak Ming. Lalu untuk kelompok kedua kuserahkan pada Kakak Li Meilan, Kakak Niex, Kakak Pan, Kakak Lang, Kakak Zilong, dan Kakak Li Chichi, Bagaimana?" tanya Lingbo meminta persetujuan mereka.


"Ya, pilihan yang bijak maka laksanakan sesuai arahan Lingbo kali ini, jangan melakukan kesalahan sedikitpun!" tegas Meilan.


"Tentu!" seru mereka bersamaan.


"Istirahatlah kalian, aku dan Zilong akan mengamati keadaan istana kekaisaran ini," ucap Meilan yang dituruti mereka semua.


-------------------


Keesokan harinya kekaisaran Tang disibukkan dengan berbagai acara perburuan dan persiapan jamuan kalangan bangsawan dan kerajaan.


Dikekaisaran Tang sendiri memiliki keunikan yang berbeda diantara semua kekaisaran yang ada, seperti jika dikeikasaran lain acara jamuan akan dipersiapkan tuan rumah, sedangkan dikekaisaran Tang setiap acara jamuan akan dilaksanakan bersama kecuali tamu dari luar.


Seperti yang terjadi saat ini, banyak para pemuda bangsawan dan gadis gadis bangsawan silih berganti sambil mempersiapkan acara jamuan yang akan dimulai pada makan siang, acara perburuan hanya berlangsung sebentar karena hasil buruan akan dijadikan hidangan diacara jamuan nantinya.


Namun yang menjadi perhatian Meilan bersaudara dari banyaknya yang hadir diacara jamuan, hanya tersisa setidaknya sembilan kepala keluarga yang masih setia dengan Kaisar Tang, sisanya sudah jelas pengkhianat yang akan melalukan kudeta nantinya.


Melihat betapa hebatnya mereka bersandiwara, Meilan yang berasal dari dunia modern tidak bisa berhenti berdecak kagum sekaligus kesal, betapa hebatnya orang zaman ini yang berakting sangat alami, seolah hal yang mereka lakukan sudah biasa terjadi! batin Meilan memandangi satu persatu pengkhianat yang berusaha menjilat Kaisar Tang dan Permaisuri.


Acara jamuan kali ini sangat mewah karna sekaligus memperkenalkan Meilan dkk sebagai saudara Putra Mahkota yang disembunyikan, acara akan berlangsung hingga makan malam.


Ditengah kesibukkan yang ada, beberapa pelayan bayaran mulai beraksi dengan memasukkan racun kedalam hidangan para tamu.


Meilan, Pan dan Xiao An yang memang ahli dalam hal racun dan mengobati tentu saja mengendus bau racun ular seribu bunga yang memang tidak tercium jika bukan orang yang hebat, ketiganya bergegas menuju dapur istana dengan si kecil Xiao An yang menjadi alasan ingin memakan sesuatu karna sudah sangat kelaparan.


"Lihatlah mereka sepertinya terlalu tidak sabaran ingin menguasai kekaisaran tang ini!" ucap Pan prihatin.


Tiba saatnya nanti, hampir seluruh pejabat kekaisaran Tang akan terlibat. Bahkan beberapa dari mereka sebentar lagi akan terbunuh oleh Kelompok dua yang sudah disepakati, mereka Prihatin terhadap kondisi Kekaisaran Tang yang akan mengalami kerugian besar dan tentunya akan membuat Kekaisaran Tang melemah sesaat.


"Ya, mereka terlalu berambisi bahkan orang awam sekalipun akan tahu beberapa dari mereka ingin melakukan kudeta, sayang sekali Putra mahkota belum cukup kuat sebenarnya untuk mengemban tugas sebagai Kaisar!" ucap Meilan.


"Entahlah, sekilas kulihat ada yang aneh dari tubuh putra mahkota!"

__ADS_1


"Wah kau benar Pan, aku merasa ada sesuatu yang terjadi pada tubuh putra mahkota!"


"Kita akan cari tau nanti, sekarang bersihkan semua racun yang ada!"


"Tentu, Xiao An akan membantumu! Aku ingin memastikan arak dibelakang! Oh ya, kurasa mereka bukan hanya ceroboh tapi juga sangat bodoh! Padahal kau kemarin tidak ikut waktu penyambutan, tapi tak satupun dari mereka yang memperdulikan, ckck benar benar buta kekuasaan!" ucap Meilan.


"Haha benar benar, bahkan kakak Pan tidak pernah menginjakkan kaki disini, kenapa mereka begitu bodoh sih!" ucap Xiao An geli melihat betapa bodohnya para pengkhianat.


"Sudahlah adik cepat selesaikan tugas kita, sebentar lagi jamuan akan dimulai. Didalam jamuan nanti jangan memakai cadar, Pan tolong beritahu yang lainnya!" perintah Meilan yang langsung dilaksanakan mereka.


-----------------


Acara jamuanpun dimulai, para pengkhinat kebingungan karna tidak ada racun yang bereaksi. Namun mereka mengira racunnya terlambat bereaksi, jadi mereka tidak peduli dan memilih untuk menikmati acara jamuan.


Saat malam tiba, acara perkenalan Meilan bersaudara dimulai.


Perkenalan berlangsung sangat mewah, banyak putra dan putri bangsawan bahkan anggota kerajaan terpesona dengan kecantikan Meilan bersaudari serta ketampanan Zilong bersaudara.


Tak sedikit pula yang menatap mereka sinis dan berbicara buruk tentang basis kultivasi mereka yang tidak terlihat, banyak yang beranggapan mereka tidak bisa berkultivasi oleh karena itu selama ini disembunyikan dengan rapat.


Dilain sisi, Meilan dkk mengubah sedikit rencana. Akan sangat kentara jika mereka membunuh satu persatu para bangsawan, tapi lagi lagi Lingbo kecil yang jenius memberikan ide yang luar biasa.


Lingbo dengan otak jeniusnya, mengatakan jika mereka harus tetap membasmi para pengkhianat dengan catatan para Kakaknya yang bertugas membunuh nanti harus membuat boneka manusia yang akan dikendalikan dari jauh seolah - olah penghuninya masih ada dan baik - baik saja dari luar, ide yang sangat jenius!


"Sepakat! Adik Chichi akan mengendalikan boneka itu dibantu Kakak Li Mei!" ucap Meilan yang diangguki mereka.


Jangan salah, Meilan dkk sudah memasang aray formasi agar kegiatan mereka tidak diketahui entah disaat mereka berbicara atau apapun itu, hanya orang dari dunia atas yang bisa melihat dan mengetahui apa yang sebenarnya mereka lakukan.


"Sebentar lagi kelompok dua akan melaksanakan aksi, mengingat acara sudah hampir selesai jadi kalian bersiaplah!" ucap Layn mengingatkan.


"Tentu. Selama kamu pergi jaga Kaisar, Permaisuri, selir kelima beserta anak - anak mereka dengan baik!" ucap Zilong.


"Ingat apa yang diucapkan dengan Zilong, karna jika benar malam ini akan ada penyusup yang datang keistana! Menurut penelusuran mataku, sekitar seratus orang yang akan menyerang istana kekaisaran ini di pertengahan jam malam!" ucap Lang tegas.

__ADS_1


"Ya, Kakak Lang benar! musnahkan mereka tanpa meninggalkan jejak apapun!" ucap Meilan.


Tiba saatnya acara selesai, namun ada seorang putra bangsawan yang menantang Zilong duel dalam berpedang. Ingatkan hanya Zilong yang basis kultivasinya terlihat itupun tetap sudah ditekan hingga dasar yang berada di tingkat Langit Akhir.


"Anda terlalu tidak pantas untuk berduel dengan saya!" ucap Zilong tajam.


"K-kau! Bilang saja kau takut!" teriak pemuda bangsawan, putra tertua dari menteri pangan salah satu yang berkhianat!


"Ck, sudah saya bilang anda terlalu lemah, perlu saya buktikan?" tanya Zilong kesal.


"Y-ya b-buktikan!" jawab Tong Ye.


Zilong mengarahkan tangannya ke Tong Ye tanpa basa basi.


Hanya butuh satu tarikan nafas, Tong Ye dibuat terbang dari kursinya dan membentur meja dengan sangat keras.


"Aghhh uhuk uhuk!!" seteguk darah terlihat keluar dari mulung Tong Ye yang keadaannya sangat mengenaskan, tak satupun ada orang yang membantu Tong Ye berdiri. Hanya Mentri Pangan yang panik membantu anaknya, semua orang tau Tong Ye lah yang salah karna menentang Zilong yang dari awal sudah tidak mau berduel!


Kini mereka tau, setidaknya walau yang lain tidak memiliki kultivasi namun ada Zilong yang cukup kuat, tapi hal ini tetap saja bukan apa apa bagi para pengkhianat yang jumlahnya banyak, mereka menganggap Zilong tak lebih dari sebutir pasir yang kapanpun dengan mudah bisa dikalahkan!


"Anda yang mengganggu saya, seharusnya anda tau batasan jangan terlalu sombong! Diatas langit selalu ada langit!" kesal Zilong pergi dari jamuan makan malam diikuti kelompok satu, tanpa susah susah mereka mencari alasan untuk bersiap menyerang kediaman mentri pangan, sudah sepakat mentri pangan yang akan mereka habisi pertama kali.


Malam itu ditengah maraknya pesta jamuan, kejadiam berdarah dikediaman mentri pangan tak terelakkan lagi.


Hanya mentri pangan dan putra tertuanya yang masih hidup, namun kepulangan mereka kembali ke kediaman justru menjadi kematian mereka yang sangat keji.


Zilong yang paling bersemangat menyiksa mentri pangan dan putra tertuanya, Tong Ye dengan sadis.


Keduanya dikuliti hidup - hidup sebelum dantian mereka dihancurkan dengan sangat sadisnya. Menggunakan segel darah hitam, Zilong membunuh mereka perlahan dengan menghisap darah mereka sedikit demi sedikit hingga tubuh keduanya kering dan hancur bagai debu.


Meilan sangat puas menyaksikan metode membunuh ala Zilong yang memakai segel terlarang, luar biasa hebat dan Meilan mengingatkan dirinya untuk mempelajari segel itu nanti.


Malam itu, malam yang dihabiskan kebahagiaan awalnya, justru menjadi malam berdarah bagi kediaman mentri pangan.

__ADS_1


Jangan lupa like dan comentnya, thankyou🖤


__ADS_2