Li Meilan

Li Meilan
Ras Duyung Terakhir


__ADS_3

"Ya, bagaimana jika Kakak Pan berkomunikasi lewat batin dengan mereka?" saran Meilan yang disetujui mereka.


Mereka akan melakukan perjanjian agar tak perlu adanya pertumpahan darah, kelimanya yakin didalam sana banyak gagang air yang mereka perlukan.


Meilan bersaudara memilih untuk barter yang akan sama - sama menguntungkan mereka, jika kedua belah pihak setuju tentunya.


***************


Setelah berbicara dalam waktu yang lumayan panjang akhirnya kesepakatan terjadi, Meilan bersaudara akan mematahkan kutukan mereka dengan imbalan Ras Duyung harus setia kepada mereka apapun keadaanya, secara tak langsung posisi Meilan bersaudara setara dengan pemimpin dari Kaum Ras Duyung terakhir didaratan tengah.


Pan mengambil alih untuk menempatkan mereka pada posisi masing - masing, sedangkan Miho akan dibiarkan tidak ikut mematahkan kutukan untuk berjaga - jaga, karna kekuatan mereka akan terkuras nantinya. Hal itu akan membuat keberadaan mereka sedikit terancam, meski Meilan bersaudara sangat cepat dalam mengambalikan energi Qi mereka.


"Simpan energimu sampai kami menyelesaikan ini, segera buat formasi tak kasat mata untuk melindungi kami nantinya yang sedang mengembalikan energi Qi," perintah Niex tegas.


"Tentu, segera selesaikan aku malas berurusan dengan kaum ras duyung! Menurut pengetahuanku kaum mereka sangat licik!" umpat Miho kesal.


"Kau benar, oleh sebab itu akan kami tanam benang ajaib yang menghubungkan formasi kita jadi jika mereka macam - macam, mereka akan segera musnah karna kekuatan kita! Panggilkan Long Da kemari untuk membantu, benangnya akan sangat kuat jika bersatu dengan benang adik Chichi!" suruh Niex.


"Baiklah, Long Da sedang kemari!"


Tak berapa lama Long Da sampai dan mereka mulai menanamkan benang terlebih dahulu lalu mematahkan kutukan dalam waktu satu jam saja, namum energi Qi mereka langsung terkuras karna mematahkan kutukan tidaklah mudah terlebih harus memperkuat benang ajaib agar keberadaan mereka lebih aman.


Formasi perlindungan pun sudah dibuat sangat kuat, dalam jarak seratus meter selain orang mereka akan dibuat hancur berkeping - keping sekuat apapun kultivator tersebut.


"Terima Kasih para pendekar telah membantu melapaskan kutukan kami yang sudah ribuan tahun berlalu, dengan ini kalian adalah bagian dari kami. Izinkan kami untuk menyambut kalian dengan pesta sederhana!" ucap sang pemimpin dari ras duyung.


Meilan membaca pikiran mereka, mereka akan menyerang Meilan bersaudara begitu mereka sudah memasuki tempat para duyung!


'Cih tidak tau terimakasih, waktu kita tinggal sebentar sebelum misi berakhir lebih baik panggil yang lainnya! Buat mereka bungkam, jika mereka menyerang hancurkan siapapun yang menyerang! Aku paling benci orang yang tidak tau terimakasih seperti mereka' ucap Meilan dalam pikiran Niex dkk.

__ADS_1


"Baiklah, tapi tunggu sebentar kawanan kami sedang menuju kemari!" ucap Meilan datar.


"Tentu saja pendekar!" ucap Sang Pemimpin menampilkan senyum yang sedikit ganjil.


Meilan membaca pikirannya tentang akan memusnahkan mereka dalam sekejap, apapun caranya meski menggunakan cara licik sekalipun! Sebenarnya mereka malas mengambil misi namun tetap membutuhkan token murid luar.


"Kurasa waktu kita hanya tersisa beberapa jam lagi, setelah itu kita akan gagal jika belum menyerahkan hasil misi," ucap Pan.


"Ya, dan mereka sudah sampai jadi kita bisa langsung membereskan kaum yang sangat baik hati ini hahaha!" ucap Miho menyindir.


"Haha terimakasih tuan pendekar, kalian lebih sangat baik lagi karna membantu kami untuk lepas dari belenggu ini!" ucap Sang pemimpin dengan percaya diri.


Meilan bersaudara hanya diam sambil menunggu seluruh saudaranya sampai.


Hanya membutuhkan sedikit waktu, semua saudaranya telah sampai dan mereka menurunkan basis kultivasi yang terendah agar tidak membuat musuh waspada!


"Baiklah karna semua saudara saya telah berkumpul, mari silahkan tunjukkan jalan!" ucap Niex datar.


Bahkan Meilan bersaudaraa sudah melihat keberadaan duyung - duyung yang bersembunyi.


Dengan isyarat mata mereka mengaktifkan formasi perlindungan, bersamaan dengan aktifnya formasi perlindungan beberapa duyung yang memang sudah mereka ketahui bergerak dengan cepat mendekat kearah mereka dengan membawa tombak yang sudah dialari kekuatan terkuat dari mereka masing - masing.


Dua puluh kekuatan yang bergabung menciptakan satu pusaran yang sangat kuat dan banyak tombak didalamnya, andai bukan Meilan bersaudara lawannya maka bisa dipastikan mereka akan mati secara keji karna terpotong - potong oleh tombak yang sangat tajam.


Meilan bersaudara tersenyum dengan kemarahan sambil memandang kaum duyung jijik.


'Brukkkk' pusaran air yang sangay dahsyat menabrak formasi mereka, yang terjadi sudah bisa ditebak pusaran air beserta tombak didalamnya hancur berkeping - keping.


Meilan bersaudara menghilangkan formasi perlindungan dan mengembalikan basis kultivasi mereka seperti awal.

__ADS_1


Para duyung memandang dengan wajah jelek dan penuh ketakutan kearah Meilan bersaudara yang mendekati keberadaan mereka, aura kuat terpancar di tubuh mereka.


"Musnahkan!" satu ucapan Meilan menjadi boomerang bagi mereja yang tadi menyerang Meilan bersaudara.


Satu kali hentakan tangan Zilong, duyung yang menyerang mereka hancur terbakar Api Ilahi yang tidak akan padam dimanapun meski air sekalipun, karna Api tersebut langsung memasuki aliran darah atau tubuh musuhnya dan menghancurkan mereka tanpa ampun.


Para Duyung yang menyaksikan semakin bertambah takut, mereka bukan hanya tak tau terimakasih bahkan mereka menyerang para pendekar yang sangat hebat!


Sang Pemimpin langsung bertekuk lutut memohon pengampunan, Ras mereka adalah ras duyung terakhir di dunia tengah ini. Jika mereka musnah, maka eksistensi dari ras duyung akan sepenuhnya musnah, mereka hanya akan tinggal menjadi sejarah saja.


"Apa keuntungan kami memaafkan kalian yang tidak tau terimakasih ini?"tanya Lang tajam menindas duyung - duyung dihadapannya dengan aura yang sangat tajam.


"Kami bersumpah akan mengabdi pada kalian dan menyerahkan seluruh apa yang kami miliki namun jangan musnahkan kami, keberaan kami hanya tinggal sedikit! Kami ras duyung emas terakhir yang hidup didunia tengah ini!"


"Maafkan kami tuan dan nona pendekar!!" ucap salah satu dari mereka menyembah Meilan bersaudara diikuti yang lainnya.


"Baiklah kalau seperti itu kita akan melakukan kontrak darah! Jika kalian mengingkari ucapan kalian maka kematian adalah satu - satunya akan kalian dapatkan?"ucap Long Di.


"Tentu tuan pendekar kami tidak akan pernah berkhianat!" ucap Sang Pemimpin dengan tulus, Meilan bisa merasakan mereka tulus dan sudah menerima keberadaan Meilan bersaudara sebagai junjungan mereka.


"Baiklah adikku akan melakukan perjanjian kontrak hidup mati!" ucap Baojin menatap Meilan.


Mereka melakukan kontrak darah, dengan ini Meilan memiliki posisi setara dengan pemimpin begitupula saudara saudarinya.


Meilan memberikan satu peti sumber daya untuk mereka, dan membawa dua duyung untuk menemani mereka ke dunia tengah dengan syarat keduanya akan pulang jika bulan purnama, saat ekor mereka akan kembali selama satu malam penuh dan saat - saat dimana mereka akan menjadi buas.


Meilan bersaudara juga mengambil satu peti gagang air yang di jaga para duyung, gagang air sangat banyak di dunia air mereka dan membawa beberapa mutiara ajaib untuk menaikkan basis kultivasi mereka.


Selama satu jam mereka mengadakan pesta sederhana, setelah itu mereka kembali ke Organisasi Seven Guardian dengan dua duyung yang ternyata anak dari sang pemimpin.

__ADS_1


Yo, jangan lupa tinggalkan jejak. Makasih🖤


__ADS_2