
"Kalau begitu taklukan salah satu dari dua beast spirit yang paling kuat diantara mereka, buatlah kontrak kurasa kedua ular berekor kalajengking berbeda element itu cocok untuk kalian berdua," ucap Meilan yang diangguki Tangyin dan Ling antusias.
"Baiklah aku, kakak Li mei, dan adik chichi akan membereskan sisanya! Let's go!!" ucap Meilan yang tidak dimengerti oleh mereka.
Namun melihat Meilan yang memasuki ruangan, mereka mulai paham sepertinya Let's go adalah kalimat ajakan untuk mereka dalam bahasa asing pikir mereka.
----------------
Setibanya di ruang penyimpanan harta, Meilan dkk mengambil tugas masing - masing.
"Beraninya manusia rendah seperti kalian masuk ke wilayahku!" suara beast spirit, ular berekor kalajengking marah.
"Oh ya terus masalahmu apa?!" tentang Li Chichi yang membuat kedua ular beast spirit tingkat tinggi murka dan menyerang kearah Chichi namun dengan cepat dihadang Ling dan Tangyin.
"Ular jelek lawan kalian adalah kami!!" teriak Tangyin yang langsung menyerang balik salah satu ular berekor kalajengking ungu yang berelement petir.
Serangan demi serangan telah mereka keluarkan, diantara kedua belah pihak sama sama dalam keadaan yang tidak baik, namun beruntungnya kedua ular sombong akhirnya menyerah dan menjadi beast spirit Tangyin dan Ling An.
Di lain sisi Meilan bertarung seorang diri melawan lima beast spirit tingkat menang yang baginya seperti melawan semut, saudarinya Li Chichi dan Li Mei mengumpulkan semua harta yang ada untum dimasukkan kedalam cincin ruang.
Tebasan demi tebasan dilancarkan Meilan kearah lima beast spirit yang sudah mengenaskan, kedua ular yang melihat betapa hebatnya Meilan hanya bisa menelan ludah sambil menatap satu persatu bawahannya terbunuh.
"Fiuhhhhh, akhirnya selesai!!" ucap Meilan sambil memungut inti beast spirit yang dia dapatkan.
"Daging mereka aku simpan buat bikin racun ya?" tanya Meilan kepada Li Mei dkk yang diangguki langsung oleh mereka.
"Baiklah kita harus segera membantu yang lain dilorong satunya, perasaan mengatakan ada sesuatu yang buruk akan terjadi," ucap Li Mei pelan merasakan dadanya yang,begitu sesak.
Bahkan mereka semua juga merasakan firasat yang tidak baik, seperti akan terjadi sesuatu jika merekq terlambat.
Sesampainya dilorong Zilong dkk menyelamatkan para sandera, mata meilan melotot diikuti saudari lainnya.
Meilan jatuh meluruh menatap Miho yang biasanya konyol, jahil dan tengil terbaring lemah dengan tusukan diperutnya, kenapa? kenapa Miho bisa seperti ini? Meilan mengedarkan pandang menatap banyaknya jasad disini, matanya terus menelusuri hingga menemukan pria tua yang kultivasinya cukup tinggi, apa mungkin Miho melawannya hingga seperti ini??? pikir Meilan sedih.
"A-apa yang terjadi dengan adik Miho?" ucap Ling An bergetar, pasalnya Miho sangat baik pada mereka tidak seperti yang lain agak dingin.
"Dia tertusuk dari belakang saat menolong seorang wanita yang ternyata sekomplotan dengan bandit sial*n ini!" ucap Zilong marah.
__ADS_1
"Dimana gadis itu?" tanya Meilan singkat.
"Dibelakang mu adik," jawab Layn pelan.
Segera Meilan dkk menatap wanita yang terbaring dilantai tapi kondisinya masih baik hanya kelelelahan sepertinya.
"Kakak Niex tolong bawa kakak miho kedalam ruang dimensiku bersama yang lainnya. Pulihkan luka kalian disana dan mintalah bantuan Pan untuk mengobati kalian!" perintah Meilan tegas yang langsung diikuti mereka.
Kini yang tersisa hanya Meilan, Li Mei, Li Chichi, Tangyin dan Ling An sambil menatap penuh dendam kearah wanita yang mulai sadar.
"Jadi kau wanita yang ditolong kakak ku?" tanya Meilan dingin yang membuat wanita dihadapan mereka gemetar ketakutan.
"I-iya sa-saya," gumamnya terbata.
"Baguslah ternyata kau mencari kematian yang indah!" ucap Meilan lagi.
"Ya adik kau benar, bagaimana jika kita perlihatkan kematian yang indah itu seperti apa kepadanya?!" sarkas Li Mei.
"Ti-tidak tolong ampuni aku!" ucap si wanita ular menangis penuh drama, benar-benar seperti ular berbisa yang sangat terlatih pikir mereka.
"Kau takut tapi kenapa menjebak saudaraku?? apalagi saudaraku yang menolongmu bukan?" tanya Ling An.
"A-ampuni aku! Kalian sesama wanita mengapa begitu tega kepadaku huhuhu!"
"Lalu kenapa jika kami tega? kau saja tega menusuk saudaraku dari belakang!" ucap Meilan yang membungkam si wanita ular.
"Sudahlah aku tidak ingin lama - lama membuang waktu hanya untuk ular sepertimu! Kakak Yin dan Kakak Ling tolong pegangi tangannya!" perintah Meilan sambil mengeluarkan belati yang dilumuri racun kalajengking buatannya.
Tanpa ampun Meilan menggores permukaan kulit si wanita ular dengan perlahan semakin dalam hingga tak tersisa sedikitpun kulit yang bersih karna telah terlumuri dengan banyaknya darah, seolah belum selesai mendengar jeritan indah yang mereka maksud, Li Mei mengambil air perasan jeruk yang dicampur garam dari dalam cincin ruangnya.
Li Mei menuangkan segelas air jeruk dari atas kepala hingga seluruh tubuh si wanita ular, jeritan putus asa terdengar semakin pelan bersamaan dengan kematian indah si wanita ular.
Zilong dkk bergidik ngeri melihat betapa sadisnya saudari mereka menyiksa si wanita dengan perlahan namun sangat menyakitkan.
Ingatkan mereka untuk tidak mencari masalah pada saudari mereka.
Meilan segera memasuki ruang dimensi dan melihat keadaan Miho yang perlahan sudah mulai memulih, mereka sepakat Miho akan dijaga saudara Zilong sampai keadaannya membaik.
__ADS_1
"Sudah selesai bermainnya?" tanya Ye Tian memastikan.
"Ya, kami sih selesai. Tapi sepertinya masih ada yang bersembunyi disekitar sini," ucap Meilan tenang.
"Belakang pohon, lima orang ditingkat Emperor Akhir, kita apakan?" tanya Ming santai seolah lima orang yang dia maksud tidak mendangar, padahal nyatanya kelima orang itu sedang gemetar mendengarkan ucapan Ming dkk.
"Musnahkan!" satu kata dari Meilan sanggup membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa ketakutan.
"Baiklah!" ucap Ming, Baojin dan Lyan segera menuju kearah pohon.
"Keluar!" teriak Lyan malas, segera kelima orang tersebut keluar dari persembunyiaan mereka dengan wajah yang sangat tegang.
"Jadi, apa yang kalian lakukan dengan menonton kami disini?" tanya Baojin.
"Ka-kami hanya sekedar singgah saja!" ucap salah satu seorang pria.
"Kau yakin?" tanya Ming menekan mereka dengan aura membunuhnya.
"Ya, ya kami sangat yakin!" ucap seorang pria angkuh.
Tanpa kata Lyan melepaskan salah satu jurusnya untuk menyerang mereka.
Darah segera keluar dari mulut kelima orang itu karna tak sempat menghindari serangan Lyan yang sangat kuat pikir mereka.
"Ka-kalian sial*n, kau tak tau aku siapa? Aku Meng You, tujuh halilintar emas dari sekte naga emas!!" ucapnya membohongi Meilan dkk.
"Kau? Hahahaha sejak kapan tujuh halilintar emas memiliki anggota payah sepertimu? bahkan sekte KAMI juga tidak akan menerima murid busuk dan jahat seperti kalian, Hahaha konyol sekali ternyata selain payah kalian juga pembohong amatiran!!" teriak Chichi mengejek.
Wajah kelimanya langsung pucat pasi mendengar ternyata orang orang dihadapannya merupakan murid sekte naga emas yang asli, tamat sudah riwayat mereka hari ini pikir mereka.
"Lepaskan saja mereka, ambil semua cincin ruang dan benda berharga yang mereka miliki!" ucap Meilan santai.
Dengan santai Meilan mendekati mereka dan menyegel beberapa meridian supaya kultivasi mereka tidak akan meningkat kecuali Meilan sendiri yang melepaskan segelnya.
Bagi para kultivator meridian, Qi, atau sumber daya sangatlah penting karna menentukan seberapa kuat mereka nantinya.
Btw maap ya guys baru update, hari ini kayaknya bakal 2 kali update soalnya kemarin engga.
__ADS_1
Kemarin gw lagi gak enak badan hehe mohon pengertiannya, jangan lupa mampir di new story gw "Jianheng Mei" dijamin gak kalah serunya, thankyou so much🖤