Li Meilan

Li Meilan
Kota Angin


__ADS_3

Sesampainya diperbatasan Meilan dkk melihat Senior Qi Ruo dan Sepuh Jing sedang berbincang bersama seorang wanita.


"Salam sepuh, senior dan nyonya kami perwakilan dari Sekte Singa Awan," ucap Ling sopan yang diacuhkan oleh Nyonya Lu pemilik tempat hiburan terkenal di kaisar Tiancang.


"Hmmm, mengapa kalian begitu lama?!!!!" tanya Nyonya Lu marah


"Memangnya kau kira kami hantu yang bisa hilang dan muncul seenaknya?!!" jawab Meilan nyolot.


"Kau!!! Apakah ini yang diajarkan perguruan sampah kalian? hehhh," ucap Nyonya Lu menyeringai.


"Bukannya yang sampah itu kau, Nyonya Lu?" balas Meilan menaik turunkan alisnya.


Mereka hanya memandang perdebatan Meilan dan Nyonya Lu, tanpa memisahkan.


Senior Qi Ruo cukup terkejut dengan keberanian Meilan, karna setaunya kultivasi Nyonya Lu cukup tinggi ditahap Emperor Awal.


"K-kau sialan! musnah kau dari dunia ini!" ucap Nyonya Lu menyerang Meilan.


Tranggggg suara pedang berbenturan, Meilan memang selalu cepat dalam menanggapi situasi jadi serangan Nyonya Lu menurutnya hanya seperti serangan dari semut.


"Pedang Salju Es!!!" teriak Nyonya Lu menyerang Meilan lagi dengan kekuatan terbaik miliknya.


Mereka tanpa henti bertukar serangan, Sepuh Jing sangat tertarik dengan Meilan karna begitu mudahnya menangkis setiap serangan yang diberikan Nyonya Lu, bahkan Meilan terlihat santai tanpa mengalami kelelahan sedikitpun seperti Nyonya Lu yang keadaannya sudah buruk.


"Heh tante gantian ya giliran gue yang serius!!" ucap Meilan yang tidak dimengerti beberapa orang kecuali para saudaranya.


"Pedang Api Naga!!!" teriak Meilan yang kini menyerang Nyonya Lu tanpa ampun.


"Brukkkkk... Arghhh... arghhhhh!" suara jatuh di iringi teriakan pilu, Nyonya Lu tersungkur dilubang yang lumayan dalam karna ulah Meilan.


Tubuhnya sangat memperihatinkan karna dibeberapa bagian mengalami patah tulang, dar*h meng*lir ditubuhnya hingga menutupi hanfu putih nyonya lu yang sangat kontras dengan warna merah pekat.


"Uhukk...uhukkkk.... to-tolong am-ampuni a-aku!" ucap Nyonya Lu susah payah sebelum dirinya kehilangan kesadaran.


Mereka yang menyaksikan sungguh terkejut, betapa kejamnya Meilan gadis berusia enam belas tahun menyerang Nyonya Lu tanpa ampun, bahkan membuat beberapa tulang nyonya lu bukan hanya p*tah tapi sebagian remuk! bisa dipastikan Nyonya lu akan mengalami lumpuh dibeberapa bagian kecuali dirinya menemukan alkemis tingkat tinggi untuk membuatkan pil regenerasi yang saat ini sangat langka.


"Ka-kau! Bagaimana kita bertanggungjawab atas keadaan Nyonya Lu!" bentak Senior Qi Ruo sangat marah.


Pasalnya nyonya lu merupakan orang yang penting di benua timur tepatnya di kota tiancang.

__ADS_1


"Hei kawan turunkan tangan kotormu itu dari muka adikku!" ucap Miho marah sambil mengeluarkan aura membunuhnya yang diarahkan ke Senior Ruo.


Senior Ruo langsung jatuh berlutut, nafasnya sangat sesak bahkan sulit rasanya bisa menghirup udara disekitar!


Kenapa? kenapa aku tertindas dengan auranya? batin Qi Ruo marah.


"Ka-kau! cepat tarik aura mu!" bentak Senior Ruo.


"Kau bisa apa jika aku katakan tidak?" ucap Miho sinis.


Sepuh Jing hanya memandang diam kearah muridnya yang sangat sombong karna kesalahannya sendiri sehingga menyinggung orang yang tidak seharusnya disinggung.


"Sialan! cepat tarik auramu jika tida-" ucapanya diputus langsung oleh Zilong.


"Jika tidak kau bisa apa memangnya? ingin membunuh kami?? sampah sepertimu bahkan tidak akan mampu menyentuh kulit kami meski hanya seinci!" ucap Zilong datar.


Senior Ruo diam tak berkutik, dirinya memang salah karna menyinggung mereka dan berperilaku kasar, harusnya dia bertanya santai tanpa harus membentak. Sungguh sial aku menyinggung mereka yang sangat kuat, pantas saja Nyonya Lu dibuat tak berkutik batinnya menahan sesak akibat aura yang diarahkan Miho kepadanya.


"A-aku minta maaf! aku buta tidak melihat jenius seperti kalian!" ucap Senior Ruo menundukkan tubuhnya semakin dalam.


"Kak sudahlah lepaskan Senior Ruo, kau lihatkan dia sudah menyesali perbuatannya?" ucap Meilan membujuk Zilong dan Miho.


"Tidak akan kami maafkan pria busuk sepertinya! Kecuali Sepuh Jing memberikan hukuman yang setimpal untuknya!" ucap Miho diangguki yang lainnya.


"Kau, mulai saat ini akan dikeluarkan dari murid inti, setelah sampai disekte nanti segera kemas barangmu dan kembali ke asrama murid dalam!" ucap Sepuh Jing tegas. Qi Ruo merutuki nasib sialnya yang sekarang hanya menjadi bagian murid dalam bukan lagi murid inti yang selalu dibanggakannya.


"Untuk Nyonya Lu biarkan saja disini, sebentar lagi akan datang utusanku mengantarnya kembali ke paviliunnya!" ucap Sepuh Jing yang disetujui semuanya.


"Maaf merepotkanmu Sepuh Jing!" gumam Meilan.


"Tak apa nona. Mari lanjutkan perjalanan, ke Sekte Naga Emas hanya butuh melewati beberapa kota saja!"


"Tapi sebelum itu kita akan menjemput lima belas murid sekte hutan angin karna kemarin mereka masih menutup diri jadi harus kami lewati terlebih dahulu untuk menjemput kalian, tapi tadi aku mendapat kabar mereka sudah membuka diri kembali," tukas Sepuh Jing.


"Baiklah, kami mengikutimu Sepuh!" ucap mereka mengikuti Sepuh Jing yang sudah jauh menggunakan Qinggong miliknya!.


------------


Kota Angin, kota yang sangat luas bahkan luasnya melebihi kota tiancang, namun kota angin dibenua utara masih terbilang kecil dari kota besar lainnya.

__ADS_1


Mereka memutuskan untuk mencari penginapan agar bisa beristirahat, tadinya Meilan dkk ingin langsung ketujuan tapi mengingat waktu sudah mulai malam rasanya tidak sopan jika mereka menjemput murid sekte hutan angin langsung saat ini.


Jadilah sekarang Meilan dkk terdampar di sebuah penginapan angin topan yang menurut mereka sangat mewah, padahal tidak ada apa apa nya jika mereka nanti sampai dijantung benua utara.


"Kak makanan disini ternyata sangat buruk!" keluh Chichi manja pada Lyan.


"Kau benar adik, rasanya hambar dan juga tidak terlalu segar. Padahal penginapannya terbilang cukup mewah!" tukas Lyan merasakan hal yang sama.


"Tidak seperti makanan buatan adik seperguruan Meilan yang kaya akan rasa dan sangat nikmat disini rasanya seperti memakan bahan mentah!" keluh Senior Tangyin.


"Kalian ini cepat habiskan makanan yang ada, nanti jika sudah sampai disekte Naga Emas aku akan memasakkan khusus untuk kalian!" ucap Meilan santai yang disambut pekikikan senang mereka semua.


Untungnya keadaan kedai saat ini sangat sepi, hanya ada Meilan dan beberapa orang lainnya yang tadi sempat mencuri pandang kearah Meilan dkk.


Meilan bertelepati dengan suadaranya mengatakan niatnya untuk membangun kedai di Benua Utara khususnya dikota Angin ini yang langsung disambut mereka setuju.


"Kak bagaimana jika kau bikin kedai sekaligus rumah seni?" ucap Lingbo polos tak sadar dirinya keceplosan yang membuat Senior Ling, Senior Han, Senior Tangyin memandang bingung kearah mereka. Pantas saja mereka sedari tadi diam ternyata Meilan dkk berbicara melalui pikiran, sungguh luar biasa pikir mereka.


"Hah? kalian ingin membangun apa?" tanya Senior Ling memastikan.


"Huhhh, aku akan ceritakan tapi kalian harus berjanji menjaga rahasia ini?!" tanya Meilan yang disetujui mereka bertiga.


"Apakah kalian tau Kedai Lotus?" tanya Meilan yang langsung diangguki ketiganya


"Ya, kami tau kedai terkenal itu, namun kami belum pernah kesana. Kalian tau kan murid sekte kita terisolasi jadi setiap kami ingin ke kedai itu banyak yang menghalangi sehingga tidak pernah terjadi!" ucap senior Tangyin sedih.


"Siapa yang menghalangi kalian kakak seperguruan?" tanya Xiao An penasaran.


"Tidak tau, yang jelas mereka murid dari sekte lainnya!" jawab senior Han yang sedari tadi berdiam diri.


"Tidak usah sedih kakak seperguruan, asal kalian tau kedai lotus itu milik Meilan!" ucap Li Mei santai.


Seketika mereka bertiga melotot, kedai Lotus yang terkenal karna masakan enaknya dan juga kekuatan misterius dibelakangnya ternyata milik adik seperguran mereka, sungguh, dunia sungguh tak adil menciptakan makhluk sesempurna Meilan pikir mereka sesaat.


"Sudahlah lupakan saja, kapan kapan kalian kuajak kesana! dan itu bukan hanya kedaiku tapi kedai kami semua!" ucap meilan tegas, mereka terharu mendengar ucapan meilan yang begitu tulus.


"Ja-jadi kalian berencana membuat kedai lotus cabang disini?" tanya Senior Han gagap.


"Ya begitulah, rencananya sih kami ingin menjadikan kedai disini sebagai kedai utama!" jawab Lang malas yang membuat ketiganya terkejut sampai menganga

__ADS_1


"Tak perlu terkejut seperti itu!, sebaiknya kalian segera selesaikan makan dan istirahat untuk besok hari yang mungkin melelahkan!" dengus Meilan yang merasakan akan ada sesuatu yang terjadi besok.


halo guys jangan lupa dukungannya, sesuai janji hari ini up 2 chapter, happy reading thankyou🖤


__ADS_2