
"Terimakasih informasi dari saudara dan saudari, sudah waktunya untuk kita memasuki Dimensi Kematian!" ucap Perwakilan Ras Elf mengejutkan mereka yang ada, Sudahkah waktunya? Pikir mereka sambil menarik nafas panjang dan menghembuskan secara teratur untuk mengurangi kegugupan yang ada.
***********
Pertama kali portal terbuka, Sang Takdir berkumpul untuk membuat formasi mengaktifkan penghubung di antara dua dimensi.
Disebuah ruang tak berujung, ruang dimensi yang begitu pekat dengan hawa mematikan. Ribuan tulang tengkorak sejak terakhir kali dimensi kematian terbuka, sejak saat era kehancuran pertama.
Satu persatu para takdir telah memasuki dimensi kematian yang disuguhi permandangan sangat mengerikan dan aura mencekam.
"Kematian dihadapan kita, saya harap kita saling membantu!" ucap Tu Yan, perwakilan dari sekte aliran putih.
Meilan bersaudara yang termasuk dalam takdir hanya Meilan sendiri, Li Mei, Li Chichi, Ming, Miho, Lyan, Layn, Lang, Zilong, Niex, Long Da dan Long Di salah satu eksistensi dari Elf Bangsawan Emas yang sangat langka.
"Ya!!" ucap mereka bersamaan terus menelusuri Dimensi Kematian, semakin kedalam semakin pekat hawa kematian dari iblis-iblis buatan.
Anehnya setelah memasuki Dimensi Kematian, masih ada sebuah portal lagi yang membawa entah sampai kemana.
Kembali mereka memasuki portal didalamnya, satu permandangan mengejutkan. Hutan lebat nan indah, terdapat banyak beast indah maupun beast buruan namun sama seperti awal dibalik keindahan entah bagaimana justru menyimpan bahaya yang serius.
"Sepertinya kitapun harus mencari tempat tinggal dan sekali lagi berkenalan dengan baik, bukankah begitu?" tanya Li Chichi mencairkan suasana yang begiti tegang.
"Ah tentu nona, mari kita melihat Gua yang berada didepan sana. Saya rasa cukup luas dan cukup aman untuk tempat kita beristirahat, mari." ucap seorang pria menunjukkan jalan menuju Gua yang terlihat tak jauh dari keberadaan mereka.
Sesaat setelah mereka duduk mengambil posisi masing - masing, Li Chichi mengambil alih perbincangan.
"Hai saya Li Chichi, perwakilan dari Organisasi Seven Guardian, disamping saya ada saudara dan saudari saya. Seneng bertemu kalian!" ucap Chichi yang memang paling cepat akrab.
"Li Mei" "Li Meilan" "Zilong" "Niex" "Lang" "Layn" "Ming" "Miho" "Lyan" "Long Da" "Long Di" ucap mereka singkat dan padat dihiasi sedikit senyuman sopan.
"Oh Hai, senang bertemu kalian! Saya harap kita dapat berkerjasama kedepannya nanti. Perkenalkan saya Tu Yan perwakilan dari Sekte Aliran Putih yaitu Pedang Suci, kedua pria disamping saya juga perwakilan dari kami!"
"Tu Yang Gang, senang bertemu dengan kalian!" ucap seorang pria santai.
__ADS_1
"Tu Leng Yi, hai semua jangan sungkan dengan saya kedepannya!" ucap seorang pria juga yang sama dari perwakilan Sekte Pedang Suci.
"Ah Sebenarnya kamipun perwakilan dari Organisasi Seven Guardian, atau kalian bisa menyebut kami Seven Guardian yang sebenarnya. Saya Guardian Pertama, Fengying Luo." ucapnya santai diikuti dengan Guardian lainnya.
"Guardian Kedua : Xi Renren, Guardian Ketiga : Meili Na, Guardian Keempat : Zean Dao, Guardian Kelima : James Arthur, Guardian Keenam : Lingli Yuan dan yang terakhir Guardian Ketujuh : Li Meilan!" Meilan mendukkan sedikit kepalanya memberikan rasa sopan, kecantikan sebuah negara terpancar diwajah Meilan yang tersenyum. Meski banyak yang kagum, namun ada juga yang merasa iri hati seperti beberapa perwakilan wanita.
"Kami dari perwakilan Akademi Giok Dingin, saya sendiri Jianlie Yue dan saudari saya Jialie Yuan, senang berkenalan dengan kalian!" ucapnya santai.
"Perwakilan Sekte Aliran Hitam, Sekte Persik Darah. Senang berkenalan juga saya Rong Yuolin!" ucap seorang pria.
"Ras Elf Perak, Miaoling dan Mialing!" ucap keduanya.
Meilan memberikan kode pada Long Da dan Long Di untuk mengungkapkan keberadaan mereka, sudah saatnya dunia atas tahu eksistensi Elf Emas masih ada meski sangat langka dan dilindungi.
"Long Da dan Long Di kembali berkenalan dengan kalian, kami dari Ras Elf Emas!" ucapan keduanya mengejutkan semua orang yang ada, banyak dari mereka tak percaya namun Long Da dan Long Di langsung merubah wujudnya yang menunjukkan keagungan dari ras Elf Emas, sepasang sayap indah berwarna emas dan sebuah mahkota bertengger dikepala keduanya.
"Ka-kau Pangeran! Ya, Pangeran yang dikatakan hilang sesaat kalian dilahirkan!" ucap Miaoling terkejut namun beberapa detik setelahnya Mialing maupun Miaoling menunduk hormat pada sikembar.
"Jangan sungkan jangan sungkat tetaplah seperti biasa!" ucap Long Di kembali pada wujuh manusianya.
"Saya dan Adik saya perwakilan Ras Wolf, Regan dan Elgan senang bisa menjadi salah satu dari kalian!" ucap Regan santai.
"Ras Vampire terakhir, salam kenal semuanya! saya Edward dan adik perempuan saya Luna," ucap Edwad tersenyum.
Wow, Meilan tak pernah membayangkan bahwa didunia tempatnya berpijak bahkan ada Vampire atau Wolf, tak hanya Meilan yang terkejut semua yang ada disana juga tak kalah terkejut. Mereka selalu mengita Ras Vampir telah binasa ratusan ribu tahun yang lalu karna perang saudara namun dihadapan mereka seakan menampar keadaan, ras vampire masih tetap berdiri meski keberadaannya tidak diketahui.
"Lalu kami yang terakhir, jangan terkejut ya hehe. Perkenalkan saya Lusie dan teman saya Lumina, kami perwakilan dari Ras Angel, senang berkenalan dengan kalian!" ucapan keduanya benar - benar menghancurkan pemikiran mereka, bahkan ras Angel yang dinyatakan telah musnah ternyata masih ada dihadapan mereka!
"Wah wah perkenalan yang sangat ramai ya, sayapun tak menyangka sangat banyak orang yang disebutkan dalam takdir ini, untung disini tak ada ras Naga atau para Keagungan lainnya, jika ada sudah pasti saya pingsan haha," ucap seorang wanita yang diketahui bernama Lusie.
"Sebenarnya ada," ucap Li Mei mengejutkan mereka lagi dan lagi.
"I-ini anda tidak sedang bercanda kan?" tanya Lumina yang juga terheran.
__ADS_1
"Bukankah memang ada ras naga ya didunia atas ini?" tanya Miho.
"Ada, namun mereka yang Agung keberadaannya tidaklah diketahui hingga saat ini!" jawab Regan menggaruk tengkuknya bingung.
"Izinkan kami berkenalan lebih dalam lagi," ucap Niex dingin yang diangguki setiap orang disana.
"Niex, Sang Phoniex Ilahi!" ucap Meilan menunjukkan Niex yang sedang duduk santai.
Tak memberikan kesempatan mereka terkejut, Meilan kembali memperkenalkan saudara saudari lainnya.
"Zilong, Sang Naga Ilahi!"
"Lang, Griffin Api Legendaris!"
"Miho, Rubah Ekor Sembilan Legendaris!"
"Layn, Serigala Es Legendaris!"
"Lyan, Harimau Putih Legendaris!"
"Li Chichi, Penjaga Persik Abadi!"
"Li Mei, Pegasus Legendaris!"
"Ming, Kuda Iblis Legendaris!"
(PERUBAHAN : GUE NGELUPAIN KARAKTER HUHU, KARAKTER FIX YANG DIATAS INI AJA YAH. MOHON DIMAKLUMIN, THANKYOU🖤)
Cukup sudah takdir mempermainkan mereka semua, pantas saja sedari awal mereka bingung dengan Meilan bersaudara karna basis kultivasi mereka tak terlihat, inilah kenyataan yang sulit diterima. Kekuatan tiada tara berdiri dihadapan mereka, bahkan ada dua kekuatan Ilahi yang berada didepan mereka semua.
Tak hanya Lusie pingsan, namun Lumina dan beberapa lainnya terduduk dengan wajah yang sangat syok.
Berbeda dengan banyak orang yang terguncang emosinya, Zilong bersaudara justru tersenyum bahkan Miho masih sempat untuk bercanda.
__ADS_1
"Hahaha, inilah kami yang rendah dan lemah!" ucap Miho hampir saja membuat mereka muntah darah, jika Meilan bersaudara rendah dan lemah maka mereka hanyalah sampah atau bahkan serbuk - serbuk tak berguna!
Like 200, up ke part berikutnya ya guys mohon dimaklumin hehe, Thankyou🖤