
"Ada informasi tambahan, saudara ipar dapat memastikan bahwa mereka adalah orang baru yang memasuki dunia kita ini," ucap Zilong tiba - tiba.
"Aku tidak asing, jika tebakanku benar mereka adalah...." ucap Pan menggantung kalimatnya, mereka saling memandang sebuah senyum terbit dibibir semua orang karena sepertinya pikiran mereka sama dan salimg terhubung.
"Yah kurasa itu mereka," ucap Miho menyeringai santai.
Beberapa hari telah berlalu semenjak aksi penyusup yang sangat misterius, mereka berjumlah sembilan orang, dua diantaranya masih anak kecil dan sisanya sudah dewasa.
Mo Tian Yue sebagai Penguasa dunia lapis ketiga turun untuk menangkap penyusup - penyusup secara langsung bersama para black knight elite.
Kesembilan orang yang meresahkan berhasil ditangkap dan dibawa langsung ke istana white jade untuk di introgasi hanya ditengah penangkapan Sang Nyonya berulah dan memerintahkan semua penyusup dibawah pengawasannya langsung.
"Bawa penyusup ke meja makan dan hidangkan semua makanan dan minuman yang paling enak, porsi dilipatkan!" perintah Meilan yang mendapat penolakan dari beberapa orang.
"Nyonya, mereka jahat dan seharusnya saat ini sedang dalam masa penyelidikan. Harap Nyonya tidak meminta hal ini," ucap seorang paruh baya, Kepala keluarga Zhang.
"Ya Nyonya, kami takut mereka akan membahayakan anda dan dunia kita,"ucap wanita tua Kepala Keluarga Li.
"Kami setuju, harap mereka dihukum dengan berat, yaitu hukum pemusnahan!" ucap seorang gadis mendukung pendapat para penatua.
Meilan menatap beberapa orang dengan tajam sebelum bertindak sedih menghadap suaminya, berjalan menunduk.
Mo Tian Yue menatap istrinya yang sedih, aura yang begitu mengerikan segera tersebar diseluruh aula kediaman, aura menekan yang begitu kuat sampai membuat siapapun kesulitan bernafas hanya Meilan yang masih santai mengeluarkan jurus andalannya untuk mendapatkan semua yang ia inginkan.
"Suami aku hikss ingin mereka hikss aku ingin para penyusup hiksss dibawah pengawasanku hikss," satu tetes dua tetes air mengalir di pelupuk mata indah Meilan. Semenjak mengandung, Meilan telah berubah menjadi wanita sepenuhnya, dalam artian sangat manja, sangat pemarah, sangat mudah emosi, sangat jahil, sangat pencemburu dan selalu menangis untuk mendapatkan semua yang ia inginkan!
Seluruh orang yang menentang Sang Nyonya gemetar ketakutan setelah melihat Penguasa mereka dipenuhi aura negatif yang pekat, beberapa pelayan menatap iba pada orang - orang yang menyebabkan Nyonya mereka menangis.
Sebentar lagi bisa dipastikan Sang Penguasa akan murka!
Tatapan Mo Tian Yue semakin suram, lengan yang kekar dan kokoh memeluk wanitanya posesif menenangkan.
"Keluar!" satu perintah Mo Tian Yue semua orang yang tersisa keluar dengan cepat sebelum terlambat.
"Hikssa kamu berjanjikan untuk apa yang aku inginkan? hikss," ucap Meilan lirih.
"Apapun keinginan istriku, cuppp," ucap Mo Tian Yue sambil mengecup seluruh wajah istri kecilnya yang saat ini sedang mengandung pewaris dunia atas.
"Terima Kasih suami," peluk Meilan senang.
Keduanya menuju ruang makan, disana sudah berkumpul Zilong dkk bersama sembilan orang penyusup yang sudah diperintahkan.
Meilan menyeringai menatap sembilan orang yang nampak santai dibawah tekanan sang suami meski ada sedikit gematar yang terlihat.
"Suamiku tarik auramu!" perintah Meilan yang segera dilaksanakan Mo Tian Yue.
Zilong dkk tersenyum penuh arti menatap Mo Tian Yue yang tertipu dengan ulah mereka.
"Kalian penyusup nakal lepas topeng segara!" bentak Meilan berpura - pura marah, mengacak pinganggangnya namun tak lama merentangkan kedua tangannya penuh kerinduan.
Lingbo dan Xiao An berlari menyudahi drama keluarga diantara mereka memeluk orang yang sangat mereka rindukan, mereka selalu berlatih keras berlatih seperti neraka hanya untuk menyusul sang Kakak perempuan, Meilan.
"Hikss kakak kami merindukan anda!!" teriak Lingbo dan Xiao An.
Satu persatu topeng kulit mereka terlepas menampakkan wajah tampan dan cantik yang sangat familiar.
__ADS_1
Lingbo, Xiao An, Rong Baojin, Han Youlin, Tangyin, Ling Yueyu, Ye Tian, Mo Yan, dan Hong Bai.
(Ada nama yang gue lupa, jadi kalo ada yang kurang sesuai mohon dimaklumin makasih)
Yah, penyusup itu adalah saudara saudari Meilan dari dunia atas atau dunia lapis ketiga yang terpilih memasuki dunia lapis ke-empat.
Mo Tian Yue terperangah menatap pria-pria dan wanita yang memeluk istri mungilnya dengan kuat, sesaat tadi ia sempat hampir tertipu karena topeng kulit namun aura mereka tidak bisa ditutupi jadi sedari awal sebenarnya Mo Tian Yue sudah mengatahui siapa para penyusup itu.
Mo Tian Yue memisahkan isrti mungilnya dengan paksa meski mereka enggan untuk melepas pelukan keluarga itu.
"Jadi kalian para penyusup itu," ucap Mo Tian Yue santai.
"Hehe iya kakak ipar, hanya ingin memberikan kesan tak lebih," jawab Tangyin menyomot sepotong dada ayam panggang kesukaan Meilan.
Zilong dkk menatap horor begitupun Mo Tian Yue yang terlambat untuk menghentikan.
Sialan perang dunia sebentar lagi! batin semua orang yang mengetahui tingkah Meilan beberapa hari terakhir.
"Itu dada ayamku! huaaaaaa!!!" rengek Meilan sedih.
"Ini hanya dada ayam kan? masih banyak yang lain adik jangan terlalu pelit oke?," ucap Han Youlin tanpa menyadari situasi yang semakin memanas.
Meilan tertegun mendengar ucapan kakaknya Tangyin, matanya melotot tak percaya ucapan kakaknya yang mengatakan ia pelit, PELIT?
Semua orang menutup telinga menunggu respon Nyonya Penguasa yang manja.
"Baiklah makan saja," ucapan Meilan yang terlalu tidak masuk akal sampai ke pendengaran mereka.
Wow, kesayangan mereka tidak marah? tidak menangis? dan tidak kesal? sungguh ajaib.
"Kau ini tidak tau adik selalu hanya memakan dada ayam panggang itu semenjak ia mengandung!" kesal Pan membela adik kecilnya yang diam mengaduk makanan tanpa nafsu.
Tangyin dkk terdiam mendengar Meilan mengandung? perasaan mereka bersalah menatap gadis kecil yang saat ini menatap sedih kearah piring yang berisi ayam.
Dari jauh Mo Tian Yue cemas menunggu pelayan yang sangat lambat membawa dada panggang lainnya, tak lama sepiring dada panggang yang masih panas dan penuh bumbu dibawa dari dapur.
Mo Tian Yue tersenyum hangat membawa piring ayam dan meletakkan diatas mangkuk sang istri yang langsung berubah.
Mata yang tadi diliputi kesedihan berubah menjadi binar bahagia, Mo Tian Yue menghela nafas lega namun sedikit marah karena ejekan dari iparnya terhadap sang istri namun meski begitu ia hanya diam duduk mendekati sang istri.
"Makan!" perintah Mo Tian Yue, semua orang makan sambil bercerita tanpa henti, saling bertukar cerita tentang pengalaman mereka.
"Yah aku tidak menyangka adik akan menikah dan mengandung secepat ini, selamat adik!"ucap Ye Tian ikut bahagia.
Akhirnya mereka kembali berkumpul setelah terpisah sekian lama, ingatan mereka pun sangat istimewa karena tak lupa sedikitpun seperti ingatan orang lain, hanya mereka memendam untuk keselamatan dan motivasi.
"Kakak selamat, sebentar lagi aku memiliki keponakan!" ucap Xiao An centil.
"Selamat adik semoga bayimu sehat," ucap Ling Yueyu.
Satu persatu mereka mengucapkan selamat seraya memberikan barang yang tidak ada di dunia lapis ke-empat.
Meilan sangat bahagia, Mo Tian Yue juga bahagia menatap istri kecilnya yang terus tersenyum.
Telapak tangan hangat terus mengelus perut istrinya yang sudah mulai terlihat, mereka kembar tentu besarnya berbeda dan lebih menonjol meski baru diusia dua bulan.
__ADS_1
Kebiasaan Meilan selalu meminta suaminya untuk mengelus anak mereka, kehangatan yang nyaman selalu membuat Meilan tenang dan anak mereka juga sepertinya ingin ayahnya melakukan hal itu.
Pada awalnya Zilong dkk terkadang memerah malu menatap wajah datar Mo Tian Yue namun tangannya selalu mengelus perut Meilan dimanapun, tapi sekarang mereka terbiasa menatap permandangan itu kadang tak jarang Mo Tian Yue mengecupi seluruh permukaan perut istri kecilnya dihadapan semua orang.
"Istri aku memiliki tugas untuk mengawasi pertandingan antar empat Keluarga Besar dua hari lagi," ucap Mo Tian Yue enggan.
"Heaven Jade selalu mengadakan pertandingan antar empat keluarga setiap tahunnya dan dua hari lagi dimulai. Aku bersama Doren Juang dan Ji Hongli akan menjadi penilai," ucap Mo Tian Yue lagi pelan takut istrinya menolak.
Empat Keluarga Besar yaitu Li, Bai, Yu, dan Zhang.
"Kamu tidak untuk tahun ini!" bentak Meilan tajam, semenjak ia mengandung kemanapun Mo Tian Yue ia selalu menempel agar tidak mengalami muntah yang hebat.
Inilah yang ditakuti Mo Tian Yue, istrinya pasti tidak akan menginzinkan ia pergi bagaimanapun.
"Tapi aku harus ikut untuk menilai mereka, hanya tiga hari, jadi istri mengizinkan suami?"ucap Mo Tian Yue lembut.
"Tidak!" teriak Meilan menatap Mo Tian Yue garang.
Mo Tian Yue menghela nafas bingung, ia harus menjadi penilai karena itu aturan Heaven Jade namun disatu sisi istrinya saat ini mengandung dan ia takut menyakiti mereka.
Namun ia harus memilih untuk mengikuti aturan karena ia adalah pemimpin dan pemimpin harus menepati aturan yang ada!
"Istri aku minta maaf untuk permintaanmu yang satu ini aku sungguh tidak bisa menepati," sesaat setelah satu kalimat yang dikeluarkan Mo Tian Yue, tubuh Meilan bereaksi dengan cepat menepis telapak tangan yang mengelus permukaan perutnya.
Mo Tian Yue tertegun menatap tangannya yang ditepis, ia melakukan kesalahan fatal dengan menolak istri kecilnya!
"Hehe baiklah, silahkan pergi," ucap Meilan lirih meninggalkan meja makan yang saat ini sangat hening, meninggalkan sepiring ayam panggangnya yang masih banyak juga meninggalkan Mo Tian Yue yang dipenuhi penyesalan.
Lyan menatap Mo Tian Yue sinis begitupun Ming, keduanya memang sangat kekanakan namun merekalah yang paling tidak mampu menghadapi kesedihan adik kesayangan mereka, Meilan.
"Kau terlalu menyebalkan, semoga kau tidak menyesal!" bentak Lyan berlalu meninggalkan meja makan.
"Yah, semoga anda tidak menyesal," dukung Ming mengikuti Lyan.
Mo Tian Yue menghilang menuju kamar mereka tanpa sepatah katapun meninggalkan semua orang dimeja makan.
Disana diatas tempat tidur mereka, istri kecilnya bergelung dengan air mata yang meluncur deras, hati Mo Tian Yue terasa sangat menyakitkan menatap istrinya yanh menangis.
Mendekati tempat tidur, tangannya terulur untuk menghapus air mata istrinya namun ditepis Meilan dengan kasar.
"Pergi hikss," lirih Meilan. Pertama kalinya sang suami menolak keinginannya dan rasanya sangat menyebalkan.
"Istriku jangan menangis, aku berjanji untuk tidak menjadi penilai ditahun ini. Maafkan aku karena menolak permintaanmu tadi," ucap Mo Tian Yue mengecupi wajah istrinya.
Meilan tetap menangis menumpahkan kekesalan hatinya, terisak pelan menatap sang suami yang berjanji.
"atau jika kau ingin ikut tak apa, namun aku takut kalian kelelahan," ucap Mo Tian Yue mengangkat hanfu sang istri.
Perut yang sudah menonjol terlihat, tangannya dengan lembut mengelus dan mengecupi seluruh permukaan perut sang istri yang saat ini berisi calon anak-anak mereka.
"Aku ikut," ucap Meilan sumringah, ia akan membuat semua orang cemburu dan kesal nantinya karena para knight pernah bercerita bahwa gadis-gadis dari empat keluarga sangat mengidolakan suaminya. Pikiran Meilan sangar licik, penuh perhitungan.
"Baiklah, ayo makan kembali kakak-kakakmu kesal padaku hmm," ucap Mo Tian Yue yang diangguki Meilan.
"Gendong," ucap Meilan terkekeh.
__ADS_1
Petualangan dimulai lagi yeay, mereka udah lengkap dong semoga suka jangan lupa ya berikan dukungan thankyou🖤