Li Meilan

Li Meilan
Jangan memprovokasi Meilan!


__ADS_3

Heaven Jade selalu mengadakan pertandingan antar empat keluarga setiap tahunnya dan dua hari lagi dimulai. Mo Tian Yue, Doren Juang dan Ji Hongli akan menjadi penilai.


Empat Keluarga Besar yaitu Li, Bai, Yu, dan Zhang telah menyiapkan kultivator terkuat mereka masing-masing.


Hari ini, tepat pertandingan dimulai.


Mo Tian Yue akan datang ketika penilaian dimulai karena ia tidak suka pesta ataupun penyambutan.


Di White Jade, Meilan sibuk menyusun rencananya jika nanti ada gadis-gadis yang mengganggu suaminya!


"Istri mari kita pergi," ucap Mo Tian Yue menarik tangan Meilan lembut.


"Kakak Mo, aku mengajak Xiao An dan Lingbo bersama, tidak apakan?" tanya Meilan berbinar yang tentu tidak akan ditolak Mo Tian Yue.


Di dalam kereta beast, Meilan terus memakan cemilan yang disediakan untuknya bahkan sampai di aula pertandingan tanpa memperdulikan pandangan banyak kultivator, Meilan memegang setoples kue kering sambil menggandeng Mo Tian Yue yang sudah pasrah.


Kursi kebesaran hanya satu, Meilan menatap Mo Tian Yue sedih, selama mengandung Meilan sudah tidak pernah menggunakan kekuatannya karena ia selalu mudah lelah akibat berbagi nutrisi dengan anak-anak mereka.


Mo Tian Yue tersenyum sedikit sebelum membiarkan Meilan menduduki kursinya, ia berdiri disamping Meilan yang membuat banyak kultivator-kultivator yang tidak tahu siapa Meilan menjadi kesal.


"Yang Mulia, orang luar dilarang memasuki aula pertandingan ini," ucap seorang kultivator wanita menatap Meilan bengis.


"Mulai pertandingan!" perintah Mo Tian Yue tajam.


Satu persatu peserta bertanding, karena hanya 4 keluarga besar jadi peserta tidak terlalu banyak tidak lebih dari 20 orang.


Lingbo dan Xiao An saling menatap, mengeluarkan mainan tikus mereka yang diajari Meilan cara membuatnya.


Beberapa tikus menuju tempat para gadis menciptakan keributan besar yang membuat Meilan tertawa senang sedangkan Mo Tian Yue hanya pasrah karena kejahilan istri dan adik-adik istrinya itu.


Meilan berdiri dari kursi menarik Mo Tian Yue duduk dikursi lalu ia kembali duduk dipangkuan Meilan yang membuat semua orang disana melongo serta cemburu.


Bersandar didada Mo Tian Yue dengan tenang sambil memakan cemilannya sedangkan Mo Tian tengah sibuk menjadi penilai.

__ADS_1


Insiden tikus dilupakan begitu saja, karena semua orang yang ada disana fokus pada Sang Penguasa dan wanita didekapannya.


Penilaian berakhir tidak ada yang menarik karena bakat mereka masih rata-rata dilanjut dengan jamuan.


Awalnya Mo Tian Yue tidak akan mengikuti jamuan, namun permintaan istri kecilnya untuk ikut jamuan maka ia akan ikut karena apapun yang membuat istrinya bahagia ia akan lakukan meski bukan seperti dirinya.


Penatua kediaman Yu maju kearah Mo Tian Yue menggandeng seorang gadis yang nampak malu-malu.


"Yang Mulia, izinkan hamba menghadiahkan putri hamba untuk melayani anda," ucap Penatua Yu sombong.


Yu Lan, putri kediaman Yu sangat cantik dan menggoda namun tetap masih jauh dibawah Meilan.


Mo Tian Yue mengerinyitkan alisnya bingung, sejak kapan keluarga-keluarga besar ini berani mengirimkan wanita untuknya terlebih saat ini dipelukannya juga ada wanita yang amat ia cintai.


"Yang Mulia, berkah bagi Lan'er untuk melayani anda kedepannya," ucap Yu Lan mendatangi Mo Tian Yue.


Meilan menatap dengan senang, akhirnya ia menemukan mainan baru lagi.


Melihat binar kebahagiaan di mata istri mungilnya, Mo Tian Yue hanya diam tanpa memperdulikan Putri Yu Lan, seandainya bukan untuk istrinya sudah pasti gadis didepannya sudah berubah menjadi abu.


Meilan mengangguk menatap gadis muda didepannya.


"Baiklah.. Putri Yu Lan akan ditempatkan sebagai pelayan dapur White Jade!" ucap Meilan mengangguk lucu.


Lingbo dan Xiao An bertepuk tangan menyaksikan drama yang cukup menyenangkan.


"Maaf anda siapa? saya disini bukan untuk pelayan dapur namun pelayan samping Yang Mulia," ucap Yu Lan lembut.


Pelayan samping yang berarti Selir, well Yu Lan ini sangat berani batin Meilan.


"Oh jadi kamu mengambil selir?" tanya Meilan menghadap Mo Tian Yue yang langsung menggeleng tegas.


"Tidak, cukup istri tidak perlu wanita lain!" ucap Mo Tian Yue tegas.

__ADS_1


Yu Lan dan Penatua Yu tercengang begitupun semua orang disana yang tidak mengetahui Meilan, mereka tidak menyangka bahwa wanita cantik itu ternyata Nyonya Penguasa!


Yu Lan maupun Penatua Yu gemetar ketakutan, mereka meski tidak pernah melihat Meilan langsung namun cerita kejam Nyonya Penguasa sudah beredar jika berurusan dengan orang-orang yang dianggapnya mengganggu.


"Yah bagus tidak ada Selir sampai kapanpun!" ucap Meilan memandang Yu Lan.


"Gadis ini melemparkan dirinya ke suami Nyonya ini, bersedia menjadi pelayan namun menolak Nyonya ini juga ketika dipekerjakan sebagai pelayan dapur, menurut peraturan jika menolak sang nyonya dan menggoda sang penguasa hukumannya kultivasi anda dihapuskan dan anda akan dibuang dari Heaven Jade bukan?'


"Tapi karena suasana hati Nyonya ini sedang baik, maka sebagai hukuman untuk Nona Yu Lan adalah menjadi pelayan di Black Knight, pelayan terendah dalam belasan tahun kedepannya!"ucap Meilan menjatuhkan hukuman.


Yu Lan bergetar menggelengkan kepalanya sedangkan Penatua Yu tak bisa melakukan apapun karena memang kesalahan dan kesombongan mereka yang membutakan segalanya.


"Hongli, Juang gadis ini saya serahkan kepada anda. Tangani dia sebaik mungkin, sama seperti pelayan lainnya!" perintah Meilan santai melanjutkan makan kue keringnya sedangkan Lingbo dan Xiao An sudah tertawa karena kemalangan Yu Lan itu.


Itu adalah kesalahan Yu Lan dan Penatua Yu karena dari semua banyaknya orang kenapa harus memprovokasi Meilan, si ratu rubah itu yang sangat licik?


"Baik Nyonya!" ucap Hongli dan Juang bersamaan.


Keduanya menyeret Yu Lan, mulai saat ini Yu Lan adalah pelayan biasa yang tidak memiliki kedudukan apapun.


Yu Lan akan menjadi lelucon seluruh kota karena kelakuan tidak tau malunya menyebabkan ia menggali lubang pemakamannya sendiri.


Pesta jamuan terus berlanjut hingga malam, Meilan sendiri sudah tertidur lelap dipelukan Mo Tian Yue yang membuat para gadis iri dan cemburu.


Mo Tian Yue terus menelusupkan telapak tangannya ke perut Meilan lembut, mengelus anak-anak mereka yang sedang tumbuh.


Perasaan hangat mengalir dihati Mo Tian Yue, saat ini mereka sedang didalam pembatas jadi orang luar hanya melihat Mo Tian Yue yang duduk dengan santai.


Sekitar 1 jam berlalu, pesta perjamuan selesai dengan baik.


Mengangkat istri mungilnya menuju kereta, mereka pulang kembali ke White Jade untuk mempersiapkan jamuan kedatangan keluarga Meilan dari dunia atas ketiga yaitu kedatangan Rong Baojin, Xiao An, Lingbo dan lainnya.


Pesta perjamuan akan dilaksanakan semeriah mungkin karena bersamaan dengan pesta pengumuman kehamilan Meilan.

__ADS_1


Jangan lupa komentar, like juga ya buat cerita ini semoga suka. Happy Reading, thankyou


__ADS_2