
Pagi hari yang indah, kini Meilan sedang asik didapur membantu kakak seperguruannya memasak untuk sarapan mereka bersama.
Meilan mengambil alih untuk kudapan, ia membuat beberapa kue yang dulu sering dibuatnya saat masih dizaman modern.
"Wah sepertinya kue buatanmu sangat enak, adik seperguruan!" ucap senior Tingyun.
"Ah tidak, biasa saja kau terlalu memujiku kakak seperguruan Yun!" ucap Meilan.
"Lihatlah kelakuan kakak seperguruan kita yang biasanya terkenal dingin malah terlihat konyol begitu setelah memakan kue buatanmu!" ucap senior yun sambil menunjuk kakak seperguruan mereka Han Bao yang biasanya terkenal dingin.
"Hahaha, kau benar, senior han sangat konyol dan sedikit aneh" ucap Meilan yang menatap senyum Han Bao biasa saja.
"Tapi meskipun begitu bukankah Senior Han sangat tampan?" ucap Senior Ling menggoda mereka.
"Biasa saja tuh, kalian belum melihat ketampanan kakak ku, nanti jika melihat jangan lupa tutup mulut kalian ya para senior," ucap Meilan kabur sambil tertawa.
Suasana ruang makan para murid sungguh ramai karna kedatangan sepuluh murid baru ditambah adik murid dua orang, mereka menyambut sangat antusias ketika Meilan dkk memasuki ruang makan.
Hari ini adalah penyambutan untuk mereka sekaligus perkenalan, bahkan sekarang panatua serta pendiri sekte lainnya berkumpul menyambut hangat.
"Sebelum kita memulai makan hari ini, perkenalkan aku Fuxiang Ketua Sekte Singa Awan, kalian bisa memanggilku Ketua Fu. Silahkan perkenalkan diri kalian secara resmi sekarang!" ucap Ketua Fu yang diangguki Meilan dkk.
"Li Meilan, enam belas tahun hampir ditingkat Emperor Awal!" ucap Meilan tanpa basa basi sambil melepaskan cadarnya, sungguh kecantikan yang sangat mematikan pikir semua orang disana ketika melihat wajah meilan yang putih, mulus, cantik dan terlihat begitu berani.
__ADS_1
"Selamat Pagi, perkenalkan aku Li Chichi, usiaku lima belas tahun, tahap bumi akhir, senang bertemu kalian!" ucap Chichi ramah, umur lima belas tahun sudah secantik ini bagaimana nanti? kakak dan adik sama sama memiliki kecantikan yang luar biasa tanpa celah batin mereka takjub.
"Li Mei, delapan belas tahun tahap bumi akhir!" ucap Li Mei santai. Tak ada hentinya mereka berdecak menatap keindahan duniawi bahkan dewi sekalipun akan iri melihat kecantikan mereka.
"Hai semua, aku adik bungsu Xiao An, usiaku baru genap tujuh tahun hari ini, senang menjadi bagian dari kalian!" ucapnya riang. Siapa yang tidak melotot melihat permandangan gadis dihadapan mereka, baru berusia tujuh tahun sudah sangat berkembang pikir mereka.
"Zilong, dua puluh tahun tahap Emperor akhir," ucap Zilong santai. Wajah yang sangat menipu, mereka mengira Zilong berusia setidaknya paling tua diantara tujuh belas sampai delapan belas tahun, namun kenyataannya?? Luar biasa yang dikatakan adik seperguruan mereka, Meilan memang benar bahwa saudaranya sangat sangat tampan. Bahkan yang tertampan di sekte tidak ada apa apanya dihadapan para saudara Meilan.
"Layn, sembilan belas tahun, Emperor Awal!" wajah yang selalu dingin tanpa ekspresi jika dihadapan orang tak dikenal. Mampu menggetarkan pandangan mereka melihat pahat wajah Layn yang sangat tegas dan kokoh.
"Lang, Emperor Awal, sembilan belas tahun!" pesona Griffin yang memikat benar - benar tanpa celah hingga mereka sesaat dibuat linglung.
"Kalian bisa memanggilku Miho, yang paling tampan berusia delapan belas tahun, sebentar lagi menerobos ke tahap Emperor Awal, senang berkenalan dengan para gadis hehe!" perkenal Miho yang paling absurd, tapi tidak ada yang mengelak kalau Miho memang sangat tampan.
__ADS_1
"Lyan, si tampan yang sebenarnya. Usiaku yang termuda dari mereka semua, Ingat aku masih tujuh belas tahun, hampir ditahap Emperor Awal. Terimakasih!" ucap Lyan narsis. Semua orang menatap terkejut dengan ketampanan dan keimutan Lyan sungguh mereka sebuah kehancuran yang diturunkan Sang Pencipta pikir mereka.
"Eh-eh kakak keenam kita seumuran tau!! huh, Aku Rong Baojin, tujuh belas tahun, hampir mendekati Bumi tingkat awal!" mereka semua terkejut pasalnya hanya Baojin yang memiliki tingkat kultivasi rendah dan mukanya sedikit dewasa awalnya mereka mengira Baojin akan seumuran Zilong.
Li Meilan dkk hanya tersenyum melihat respon semua orang, memang tak salah karna Baojin awalnya bukan dari tempat asal mereka.
(Huhu, Author hampir melupakan karakter Rong Baojin. Maapkanš)
"Akulah yang termuda diantara kalian dan yang paling tampan, kalian itu hanya mengada - ngada. Lingbo, tujuh tahun baru saja sih. Senang berkenalan dengan semua kakak seperguruan, panatua dan ketua sekte!" ucap Lingbo yang paling sopan. Mereka tertegun melihat betapa sopannya seorang bocah yang baru berusia tujuh tahun bahkan tingkahnya lebih dewasa meski wajahnya sangat berbanding terbalik.
"Baiklah karna semua sudah mengetahui murid baru, mari makan segera karna sebentar lagi Pagoda Yang Agung akan terbuka selama satu malam. Ini kesempatan kalian untuk mencari jurus ataupun pusaka berharga disana, tanpa batas!" ucap Ketua Sekte.
"Eemm Ketua Fu, kurasa Pagoda yang Agung namanya terdengar tidak asing?" tanya Niex sopan.
"Kau benar, selama ini Pagoda yang agung menjadi incaran seluruh kultivator dunia atas, tengah sampai dunia bawah! Hanya para murid dan orang perguruan kita yang bisa memasuki Pagoda. Beruntungnya sekte kita dianugerahi sang pecipta Pagoda yang Agung ini, Pagoda akan terbuka setiap seratus tahun sekali, inipun bagiku baru pertama kalinya! Kalian sangatlah beruntung bisa memasuki Pagoda tanpa batas. Selain itu jika sempat, seraplah kekuatan yang ada pada Pagoda itu untuk memudahkan penerobosan, serap sesuai kemampuan kalian jangan dipaksa atau dantian kalian akan mengalami kerusakan yang fatal!" ucap ketua sekte.
"Semua bisa memasuki Pagoda?" Tanya Li Mei.
"Tidak, hanya yang berada di tahap bumi awal dan seterusnya yang bisa memasuki pagoda! Ingat waktu kalian hanya semalam, sebentar lagi Pagoda akan terbuka.
"Tapi bukannya ini masih sangat pagi? tanya Baojin diangguki yang lainnya.
" Sebenbarnya ini kali pertama dalam sejarah Pagoda terbuka di sebelum waktu yang ditentukan, intinya kalian harus bersiap dan ambil apapun yang kalian inginkan, karna di pagoda yang agung tidak memiliki batasan. Aku pamit undur diri silahkan makan kembali!" ucap Ketua sekte diikuti panatua yang lainnya.
Kini mereka makan dengan lahap, kudapan yang dibuat Meilan bahkan langsung habis tak bersisa.
__ADS_1
jangan lupa dukung terus ya guysss cerita aku, thankyouā¤