
Kini tak terasa pagi yang cerah sudah menyapa, Meilan dkk sedang sarapan sembari menunggu lonceng waktunya berkumpul.
Tak lama suara lonceng berbunyi, meilan dkk bergegas berkumpul ke alun alun kota Tiancang untuk mengikuti ujian tahap kedua.
Kini semua pandangan menatap segan pada mereka, tidak seperti awal yang menatap sinis penuh cemoohan.
"Baiklah para peserta yang dinyatakan lolos ditahap pertama silahkan ikuti saya menuju hutan iblis!" ucap Senior Wu yang membuat mereka kaget, tapi tidak dengan Meilan. Mereka justru tampak senang sekaligus mendengus geli, apanya yang hutan iblis? mereka hanya ke hutan kabut dan hutan buatanku saja, haha dengan begini aku memiliki kesempatan untuk ke hutan iblis dan hutan bunga persik mengambil apa yang ku perlukan sekaligus berpamitan pada mereka, pikir meilan senang.
"Ah tidakkk!! apa-apaan ini kenapa harus ke hutan iblis yang sangat menyeramkan itu!" ucap seorang peserta dan diikuti protesan lainnya.
"Diamlah! segera ikuti aku! kita akan melewati pinggir bagian kerajaan!" ucap Senior Wu tegas.
Meilan melotot, jika mereka lewat pinggir kerajaan sudah pasti kediamannya akan terlihat oleh dunia luar! bagaimana ini?! pikir meilan kacau.
"Tuan kau bisa menutup akses supaya mereka tidak dapat melihat pavilius lotus darah milikmu dengan menggunakan aray tingkat tinggi yang sudah kau pelajari, mintalah Chichi untuk membantumu!" ucap Pan didalam pikirannya.
"Ah ya kau benar Pan!!!" ucap Meilan menupuk dahinya tanpa sadar menjadi perhatian banyak orang, pasalnya Meilan berbicara sendiri.
Banyak tatapan aneh melihatnya, namun ada benerapa yang takjub karna mereka mengetahui Meilan sedang berbicara melalui pikirannya, di usia semuda itu.
Kakak dan adiknya hanya menatap santai melihat kelakuan absurd meilan. Adik mereka memang luar biasa kadang bersikap dingin, sedingin es kadang bersikap manja serta konyol seperti sekarang ini pikir mereka.
"Kakak dan adik ku tercinta nanti sebaiknya kita memisahkan diri pada mereka, aku ingin mengunjungi hutan iblis dan hutan bunga persik untuk mengambil sesuatu," ucap Meilan berbisik agar yang lain tidak mendengar.
"Kau ini ngapain berbisik sih? bicara melalui pikiran saja jika tidak ingin ada yanh mendengar!" ucap Zilong kesal, pasalnya adiknya ini biasanya sangat pandai tapi kenapa hari ini mendadak jadi bodoh.
"Hehe, maafkan aku kakak long!" ucap Meilan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
----------
Saat ini mereka telah sampai dihutan iblis yang selama ini kebenarannya adalah hutan kabut.
Berbaris rapi membentuk kelompok ada pula yang menyendiri.
"Ujian kali ini adalah berburu. Siapapun yang mendapat buruan terbanyak tanpa membunuh mereka maka kalian akan menang dan berhak lanjut ke tahap terakhir, pemenang akan dipilih sebanyak sepuluh kelompok saja. Satu kelompok maksimal berisi sepuluh orang, ada tiga aturan yang wajib kalian patuhi! Pertama, binatang yang kalian buru diwajibkan minimal berada ditingkat Foundation Awal barulah nanti akan dihitung sebagai poin, peraturan kedua, binatang yang mati tidak masuk dalam hitungan justru akan mengurangi poin yang didapatkan sesuai tingkatan binatang yang terbunuh, terakhir kalian dibebaskan untuk berburu kemanapun asalkan masih didalam hutan iblis. Hal yang paling penting, dilarang keras untuk merebut buruan kelompok lain! Segera lakukan kalian hanya memiliki tiga hari untuk berburu, dimulai dari sekarang!" ucap Senior Wu. Bergegas mereka membentuk kelompok masing - masing, namun ada seorang laki - laki yang masih tidak memiliki kelompok terlihat bingung karna tidak ada yang mau mengajaknya ikut.
Bagi mereka laki - laki tersebut tidak berguna karna hanya berada ditahap foundation awal, namun Meilan melihat ada bakat yang tersegel didalam tubuh laki - laki tersebut, bergegas Meilan mendekatinya dan mengajak untuk bergabung pada kelompoknya.
"Hei kau lebih baik bergabung dengan kelompokku saja!" ucap Meilan tegas.
"Bi-bisakah? aku hanya ditingkat foundation awal sedangkan kelompok kalian sudah ditingkat bumi akhir," ucapnya menunduk lesu.
"Tak apa, mari bergabung dengan kelompok kami, kau tidak perlu memikirkan seberapa kuat seseorang yang kau perlukan hanya kepercayaan diri, keberanian, dan tekad yang kuat. Ah ya jangan lupa setia kawan!" ucap Meilan tegas.
__ADS_1
"Te-terimakasih emm nona?" tanyanya.
"Meilan, Li Meilan namaku!" ucap Meilan santai.
"Oh terimakasih nona meilan, perkenalkan namaku Rong Baojin kau bisa memanggilku Baojin."
"Ya, Baojin panggil namaku saja tanpa embel - embel nona! mari ikuti aku!" ucap Meilan diangguki dengan patuh oleh Baojin.
Sesampainya Baojin dan Meilan kekelompoknya membuat banyak tatapan sinis dan iri karna kekuatan mereka terbilang tinggi diumur semuda itu.
Skip
Didalam hutan kabut Meilan dkk tidak menemui kesulitan sedikitpun karna binatang disana tunduk dibawah kepemimpinan Meilan sebagai Queen yang mereka akui.
Dengan santai Meilan dkk memasuki hutan kabut tanpa hambatan bahkan semakin kedalam mereka hanya berjalan santai tidak dengan Baojin yang sudah ketakutan, pasalnya mereka sudah melewati batas hutan iblis yang mereka ketahui.
"E-emm sepertinya kita tersesat, setauku kita sudah melewati batas hutan iblis," ucap Baojin.
"Tidak, kita bahkan baru memasuki hutan kabut kedua! hutan iblis yang kalian kira adalah hutan kabut sebenarnya!" ucap Li Mei santai.
"Ya, selama ini hutan iblis tertutup jadi kalian tidak akan bisa menemukan hutan iblis yang sebenarnya!" ucap Niex malas.
"Lalu mengapa kita kesini jika tidak bisa memasuki hutan iblis?" tanya Baojin.
"Pengecualian untuk kami, sebelum ku jelaskan semuanya, aku ingin kau bersumpah untuk tidak memberitahu rahasia apapun yang ada disini serta selalu setia kepadaku!" ucap Meilan dingin, Baojin mendadak pucat pasi, gemetaran karna merasakan aura pembunuh yang sangat pekat keluar dari tubuh Meilan.
"Baiklah, periksa jarimu dan lihatlah disitu ada tanda bahwa aku, Queen mengakuimu sebagai salah satu pengikutku!" ucap Meilan lantang.
Perlahan penampilan Meilan dkk berubah layaknya dewa dewi, sangat menyilaukan mata bertepatan dengan terbukanya hutan iblis.
Ratusan ribu pasukan binatang serta manusia menunduk hormat dihadapan Meilan, seluruh binatang membuka jalan agar Meilan memasuki singgasana.
Rong Baojin terkejut bahkan hampir pingsan jika Miho tidak menahannya, Baojin dibuat takjub permandangan dihadapannya sekarang. Sungguh beruntung sekali dirinya menjadi pengikut Meilan dkk, tak ada kata menyesal setelah mengenal Meilan.
Selama ini Rong Baojin selalu kesepian dan ditindas keluarganya, padahal Rong Baojin anak sah Panglima Rong, panglima tertinggi dikekaisaran Tiancang.
Namun karna kultivasinya yang tidak meningkat, menjadikannya sampah tak berguna dan dikucilkan dikeluarganya sendiri. Siapa sangka ternyata selama ini kultivasinya tersegel dengan kekuatan tingkat tinggi.
"Selamat datang Queen!" ucap rakyatnya bersamaan, mereka terharu setelah sekian lama menunggu kedatangan Meilan ddkk.
"Terimakasih wahai rakyatku, aku kesini hanya ingin berpamitan bersama saudara saudariku untuk beberapa tahun kedepan. Jagalah diri kalian dan lindungi hunian kita dari ancaman, hari ini aku akan menambah pelindung satu lapis lagi sebelum meninggalkan kalian semua! pergunakan sumber daya sebaiknya dan teruslah kebangkan kultivasi kalian. Suatu saat ketika aku kembali, kalian harus menjadi sangat kuat bahkan dewa sekalipun akan berpikir untuk menyinggung kita!" ucap Meilan lantang sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Kami mengerti Queen!!!!" seru mereka bersamaan.
"Aku membutuhkan beberapa dari kalian yang suka rela untuk menjadi binatang buruanku, kalian hanya perlu ikut denganku untuk keselamatan kalian adalah tanggungjawabku!" ucap Meilan.
"Kami bersedia Queen, silahkan bawa kami!" ucap mereka menunduk hormat.
Kini Meilan menatap saudara saudarinya , ia memutuskan untuk mengangkat Rong Baojin sebagai kakaknya juga yang tentunya sudah disetujui oleh yang lain.
"Aku, Li Meilan mulai detik ini mengangkat Rong Baojin sebagai saudaraku! dengan ini kedudukannya sama seperti saudara saudariku yang lain!" ucap Meilan memberikan tanda bahwa Rong Baojin sudah menjadi saudaranya sekarang.
Rong Baojin sangat terkejut, dengan cepat dia berlutut dihadapan Meilan menerima titah yang diberikan Meilan.
"Rong Baojin menerima titah adik!" ucap Baojin.
Kini mereka terhubung satu sama lain, Meilan tak salah memilih karna Baojin adalah orang yang baik, jujur dan setia.
"Kakak jangan berlutut seperti ini, tolong berdiri sekarang kau adalah bagian dari kami!" ucap Meilan membantu Baojin berdiri.
"Terimakasih adik dan semua kakak karna telah menerimaku!" ucap Baojin menangis haru.
Chichi menghampiri Baojin dan memeluknya hangat disambut dengan yang lainnya, mereka bercanda tawa sesekali saling mengejek.
--------------
Waktu berlalu begitu cepat, kini saatnya Meilan dkk kembali berkumpul dihutan kabut.
Hutan Iblis dan Hutan Bunga Persik kembali menutup diri dari peradaban dunia, Li Meilan dkk sudah mendapat buruan mereka dan barang - barang yang mereka perlukan nantinya.
Tak tanggung - tanggung Meilan membawa setiap tanaman yang ada dihutan iblis dan bunga persik. Dia hanya mengambil satu pohon setiap jenisnya, kini dimensi Meilan, cincin angkasa dan cincin ruangnya dipenuhi tumbuhan dan barang berharga lainnya.
Untungnya Dimensi meilan, cincin angkasa dan cincin ruangnya tanpa batas.
Dia membagi setiap jenis tanaman ditempat yang berbeda.
Seperti tanaman obat disimpannya diruang dimensi karna disana terdapat danau tujuh mata air yang sangat berguna.
Untuk tanaman racun ditanamnya dicincin angkasa dengan sumber mata air yang juga sangat langka. Yang terakhir barang - barang keperluannya serta senjata ditempatkan di cincin ruang tanpa batas pemberian si pria misterius yang mengaku pemilik dirinya.
Meilan dkk dengan santai bergabung pada semua kelompok, kelompoknya lah yang terakhir. Anehnya hanya meilan dkk yang tidak mengalami luka sedikipun, bahkan baju mereka tidak kotor seperti keadaan peserta lainnya yang sangat mengenaskan.
Melihat hal itu semua orang menatap bingung sekaligus iri kepada Baojin yang bergabung dengan Meilan dkk. Banyak dari mereka menggerutu menatap Baojin yang sedari awal tersenyum bahagia seolah mendapatkan sesuatu yang besar. Memang benar, Baojin mendapat keberuntungan untuk menjadi saudara Meilan dkk.
Seingat mereka Baojin selalu nampak ketakutan, sedih dan lesu. Mereka sendiri bingung bagaimana Baojin yang hanya di Foudation tingkat awal bisa menghancurkan batu tingkat tinggi, tapi mereka acuh karna Baojin tetaplah si sampah yang tidak dianggap keluarganya sendiri, keluarga panglima Rong.
__ADS_1
Meilan beserta saudara saudarinya masih tetap memakai topeng untuk menutupi wajah mereka, namun meski begitu aura mereka tetap menampilkan yang agung.
Silahkan berikan dukungan, agar gw lebih semangat. Baca terus cerita gw jangan bosen yahhh, berikan like kalian karna like gratis thankyou❤