Li Meilan

Li Meilan
Jadi ini Saatnya?


__ADS_3

Hari itu mereka membuat aray formasi tingkat dewa dengan mengorbankan setengah kekuatan yang akan pulih dalam beberapa hari dengan menyerap banyak sumber daya nantinya.


Rose Guild resmi menutup diri dari dunia luar, Meilan dan yang lainnya juga membuat formasi untuk melingkupi dunia atas meski tak seperti aray formasi mereka.


*************


Memang benar, apa yang ditakutkan benar - benar terjadi. Pada malam yang hening, sesosok orang yang diketahui adalah Belphegor menampakkan dirinya bahkan malam itu yang harusnya tenang berubah menjadi penuh tangisan disebuah desa yang menjadi sasaran pertama Belphegor, dikatakan hanya dirinya sendiri namun mampu mempora - porandakan sebuah desa yang bisa dikatakan cukup luas dan memiliki banyak kultivator.


Malam itu tercatat dalam sejarah dunia atas, hanya butuh beberapa jam satu desa luas berubah menjadi genangan darah tanpa diketahui siapapun bahkan Stars Guild tak mendapatkan kabar apapun hingga pagi hari, mereka melihat sendiri betapa kejamnya Belphegor membantai seluruh orang yang berada di desa timur.


"Aku tidak menyangka bahwa Belphegor saja sudah sekuat ini, mampukah kita melawan seven deadly sins?" tanya Lumina sedih menyaksikan pembantaian yang begitu kejam bahkan anak kecil sekalipun tak tersisa.


"Jika bukan kita para takdir, lalu siapa lagi yang akan menjadi pondasi dunia atas ini? Jika kita menyerah apakah dunia ini masih ada?" tanya Li Meilan sambil mengingatkan takdir yang mereka emban.


"Kau benar, kita harus semangat dan berlatih lagi sebelum seven deadly sins lainnya muncul. Untung saja kau dan Pan membuat banyak pil hingga menunjang kenaikan kultivasi kami sampai ini." ucap Lumina yang diangguki lainnya.


"Lupakan masalah pil sudah beres, kurasa pil itu akan bertahan sampai puluhan tahun kedepan itupun jika perang akhir terjadi puluhan tahun yang akan datang. Sebenarnya ada satu sumber daya yang pasti akan membuat kita semua menjadi sangat kuat," ucap Meilan menatap para saudara saudarinya untuk meminta izin, mereka mengangguk demi dunia atas tak apa jika mereka mengorbankan hal kecil itu.


Mata Meilan terpejam, tak lama sebuah air terjun yang sangat luas dan indah berdiri kokoh dihadapan mereka, air terjun yang menyiman begitu besar energi.

__ADS_1


Meilan telah mencampurkan tujuh mata air yang ia miliki selama ini meski hanya beberapa tetes ditambah Heaven Water yang sangat langka bahkan didunia atas tak ada yang memiliki sumber air itu.



"Sekali lagi kita akan kembali menempa tulang dengan Heaven 7 Water ini. Dikatakan Heaven 7 Water karena air ini telah mengandung beberapa tetes dari 7 sumber air legendaris, dengan ini Belphegor atau beberapa Seven Deadly Sins bukanlah masalah bagi kita, namun ada tiga kesulitan dari seven deadly sins, dikatakan jika Lucifer, Asmodeus dan Satan memiliki kekuatan yang sangat hebat kemungkinan mereka akan sulit ditangani maka kita harus secepatnya menjadi kuat, aku merasa mereka akan muncul sebentar lagi dan kurasa mereka semua datang bersamaan," ucap Meilan menghebuskan nafasnya kasar.


"Jika begitu kita tak memiliki banyak waktu untuk bersantai, mari berlatih hingga lelah!" ucap Meili Na menyemangati mereka yang saat ini tengah terdiam.


"Ya, semangatttt!!" teriak Xi Renren.


"Kita akan berlatih bersama, seluruh tulang akan ditempa ulang dan tentunya sangat menyakitkan. Jaga kesadaran kalian dan carilah posisi masing - masing, jangan lupa gunakan sihir agar tidak ada keributan yang nantinya bisa memecahkan konsentrasi. Nantinya siapapun yang duluan selesai, harus kembali berlatih lagi konsumsi semua pil yang mampu tubuh kita pakai, jangan pikirkan pilnya karna aku masih memiliki stok. Ingat jaga kesadaran masing - masing, jika tidak akan sangat fatal ini berlaku untuk siapapun termasuk Lingbo dan Xiao An kalian juga akan latihan disini, peperangan besar kali ini akan melibatkan banyak tenaga bahkan korban, kita tak boleh lengah sedikitpun!" perintah Meilan yang langsung diangguki.


Meilan memasuki kolam paling akhir, ia berada dipaling atas mendekati pusat Heaven 7 Water bersama Pan, Zilong dan Niex karna kekuatan merekalah yang sangat amat kuat dibandingkan kekuatan yang lain.


Teriakan terus menggema selama pelatihan tertutup mereka, sudah tak terhitung teriakan yang terdengar masing - masing untungnya mereka sudah memasang sihir agar yang tak mendengar.


Sayang sekali Meilan, Niex, Zilong, Pan, Lyan, Layn, Li Chichi, Li Mei, Ming, Miho, Lang, Long Da dan Long Di sudah tidak bisa lagi menerobos, Regan, Edward, dan Arthur juga telah mengalami kebuntuan akibat hebatnya Heaven 7 Water sehingga mereka berada dipuncak Kultivasi menutut masing - masing.


Mereka yang tersisa juga sangat kuat, hanya saja sudah dipastikan mereka tak bisa menaiki dunia selanjutnya karna kebuntuan namun bukan karena mereka dipuncak melainkan tubuh mereka tidak mendapatkan pencerahan hanya tulang mereka yang diperbarui, saat ini tulang mereka sekuat baja bahkan kultivator dunia atas selain mereka bukanlah tandingannya.

__ADS_1


Beberapa bulan semenjak mereka melakukan kultivasi tertutup, dunia atas mengalami ketenangan. Namun siapapun mengetahui, dibalik ketenangan itu sebenarnya terselip bahaya yang bukan main - main.


Kemungkinan terbesar, sekarang sudah saatnya kemunculan Seven Deadly Sins.


Keadaan langit sangat mendukung, gelap, suram, dipenuhi petir yang terus menggelegar.


Hati Meilan dan para takdir lainnya tengah dirundung rasa khawatir, was - was, sedih dan penuh kekuatan pula. Pertanda mereka telah siap untuk menjalani takdir yang sebenarnya.


"Anak - anakku semoga kalian semua selamat, hari ini Seven Deadly Sins akan menunjukkan diri mereka. Ya, mereka semua telah menuruni dunia tengah atas perintahnya! Kerjasama adalah hal utama, jangan pernah termakan ucapan para pendosa itu. Dunia Atas telah resmi berperang mulai hari ini, Aku akan mengatakan satu kelemahan mereka adalah kebersamaan, semakun kuat kebersamaan kalian semakin susah mereka untuk menghasut dan memisahkan kalian. Jaga seluruh orang didunia atas, takdir kalian adalah melindungi mereka bahkan sampai dimanapun kalian berpijak kalian tetap memiliki tugas melindungi sesama karena kalian adalah YANG TERPILIH!!!!"


Sebuah pesan suara bergema diruangan yang cukup luas, Meilan mengetahui dengan benar suara itu adalah suara kakeknya.


Memang lucu takdir mereka dimanapun harus melindungi orang lain dan harus terlibat peparangan tiada henti, entah sampai kapan tapi Meilan yakin mereka akan mendapatkan kebahagiaan masing - masing.


"Ternyata Pahlawan yang mengirimkan pesan untuk kita, Terima Kasih Pahlawan besar tanpa anda dunia ini tak akan selamat!" ucap Fengying menunduk yang diikuti mereka semua.


Terlihat sebuah asap yang membentuk wajah Kakek Meilan sedang tersenyum seolah menerima penghormatan mereka.


Yoshhh.. sebentar lagi season 2 tamat gak tau deh nanti kapan season 3 nya dilanjut hehe mau bikin new story soalnya biar banyak wkwk, thankyou ya yang ngedukung sejauh ini luvvvvv bgtttt🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2