Li Meilan

Li Meilan
Gua Rahasia


__ADS_3

Berbeda dengan banyak orang yang terguncang emosinya, Zilong bersaudara justru tersenyum bahkan Miho masih sempat untuk bercanda.


"Hahaha, inilah kami yang rendah dan lemah!" ucap Miho hampir saja membuat mereka muntah darah, jika Meilan bersaudara rendah dan lemah maka mereka hanyalah sampah atau bahkan serbuk - serbuk tak berguna!.


*************


Keanehan Dimensi Kematian, tidak ada pagi hanya ada malam yang selalu suram meski terpaan cahaya terang memperindah keadaan didalamnya, sesuai dengan naluri setiap orang yang merasakan lapar setelah perjalanan yang cukup melelahkan bagi mereka.


Meilan bersaudara berinisiatif untuk memberikan makanan dan minuman yang mereka simpan dicincin ruang khusus, lalu membagikannya setiap satu orang satu porsi penuh yang diterima dengan senang hati.


Ditengah hangatnya perbincangan, aura mencekam, aroma kematian tercium sangat pekat menyapa indera penciuman setiap orang.


Tanda bahaya muncul dengan sendirinya, latihan bertahan hidup di dalam dimensi kematian memang benar mengantarkan pada kematian yang sebebarnya.


Keadaan menjadi semakin kacau, tak jauh dari mereka tepat diarah kanan sesosok tinggi besar menjulang dengan taring dan tanduk yang sangat mengerikan, kulit yang mengelupas dan bentuk wajah yang justru nyaris tak berbentuk, terlihat menggeram marah menuju para takdir dengan cepat.


"Waspada, meski iblis itu hanya seorang diri namun kekuatannya kurasa hampir menyamai kita semua!" ucap Tu Yang Gang memperingatkan.


"Kekuatannya itu hanya luapan sesaat, jika saya benar kekuatan itu tak bertahan lebih dari satu tarikan nafas!" ucap Zilong tiba - tiba.


"Jadi maksud saudara Zilong kekuatan mereka hanya bersifat sementara?" tanya Arthur.


"Betul, kita perlu mengulur waktu sampai kekuataannya tertekan dititik akhir, saat itu barulah kita serang dari berbagai arah!" jawab Zilong sekaligus memberikan ide untuk mereka.


"Saya rasa ini cukup efektif dan tidak banyak menghabiskan tenaga," ucap Luna.


"Yasudah tidak ada waktu lagi, Iblis jelek itu tepat dihadapan kita sekarang hehe" ucap Miho santai membuat mereka kesal, memang benar tepat dihadapan mereka iblis jelek itu!

__ADS_1


Zilong, Niex, Long Da, Arthur, Regan dan Edward menyerang pertama kali untuk mengulur waktu, sisanya bersembunyi diantara dahan pohon menunggu giliran mereka tiba.


Setelah satu jam berlalu, seperti yang dikatakan Zilong benar adanya, kemampuan iblis jelek dihadapan mereka semakin menurun dan sudah saatnya serangan disegala sisi mengambil alih.


Meilan dengan dua senjata api ditangannya, menembak selalu tepat sasaran, melumpuhkan mata utama dari iblis jelek dihadapan mereka lalu menembak telinga si iblis dan yang terakhir tebasan pedang kembar miliknya memberikan akhir dari pertempuran melawan iblis jelek yang tergolong cukup kuat.


"Melelahkan, kita harus melanjutkan perjalanan dan mencari tempat istirahat yang aman!" ucap Fengying.


"Ya dan secepatnya kita harus mencari sumber air. Badan kita semua lengket karna ulah iblis jelek itu, huh!" ucap Lussie kesal karna pakaiannya yang paling kotor dari semua.


Mereka terus berjalan memasuki dimensi kematian, dalam waktu beberapa jam sumber air bersih masih tak kunjung ditemukan.


Kekesalan kembali memuncak tatkala dihadapan mereka terlihat kebuntuan tak berdasar.


"Sialan, jalan buntu!" pekik Lussie.


Setelah terdiam beberapa saat ketiganya mengganggukkan kepala dengan senang, permandangan seperti ini tentu membuat siapa saja kebingungan sebab ditengah kekesalan ketiganya justru tersenyum aneh.


"Ehmm jika saya boleh tau mengapa anda tersenyum?" tanya Miaoling sopan yang langsung diangguki semua orang.


Meilan mengode pada Pan untuk menjelaskan semuanya, sebelumnya Pan memperkenalkan diri kepada mereka karna muncul tiba - tiba.


"Ah nama saya Pan, juga perwakilan organisasi Seven Guardian dan salah satu takdir. Langsung pada intinya, Jurang tak berdasar ini sebenarnya tak sesederhana itu hanya saja jika kalian kurang berpengalaman dengan aray formasi dan sebagainya tentu kalian tak dapat melihat, ada satu formasi tipis tingkat dewa yang melindungi jalan menuju jurang itu! Jurang itu pula menyimpan sesuatu yang mata saya sendiri tidak mampu menembus hingga kedalam. Untuk mematahkan aray formasi ini kalian bisa mempercayakan pada saya dan ke-empat saudara saya, tugas kalian adalah menjaga kami dari segala gangguan agar proses pembukaan aray formasi berjalan lancar, bisakah?" terang Pan panjang lebar.


"Tentu, senang berkenalan dengan anda, kami akan menjamin perlindungan kalian nanti!" ucap Edward yang diangguki lainnya.


"Saya, saudari Meilan, saudari Chichi, saudara Lang dan Saudara Miho akan mulai membuka aray formasi. Sekali lagi tolong jaga kami!" pinta Pan tegas.

__ADS_1


Kelimanya mulai mengambil posisi masing - masing dan menyalurkan kekuatan mereka, pancaran kekuatan yang begitu dahsyat mengelilingi kelimanya yang sedang berusaha mematahkan aray formasi.


Perlahan namun pasti, aray formasi mulai retak dan bunyi nyaring bersamaan dengan hancurnya aray formasi, sebuah jalan transparant terlihat menjulang kebawah. Jalan yang akan menghubungkan mereka hingga kedalam gua.


Jauh didunia atas, pembuat dimensi kematian menatap kesebuah wadah yang memperlihatkan sesuatu disana. Mata tuanya menatap para takdir dengan senang, akhirnya mereka dapat merusak aray formasi dengan cepat, sungguh luar biasa generasi kesayangan mereka itu.


"Mari kebawah dan melihat ada apa disana!" ajak Meilan berjalan mendahului setiap orang yang masih terbengong menatap keindahan sebuah jalur penghubung tranparant dihadapan mereka.


Didalam gua, terpajang puluhan senjata unik yang sudah bertuliskan nama mereka, senjata cantik yang bahkan tidak ada didunia tengah maupun dunia atas.


Meilan menatap antusias, senjata dihadapannya adalah senjata dari dunia modern bahkan senjata itu sudah dimodifikasi agar bisa dialiri kekuatan masing - masing orang.


Hatinya menghangat mengetahui ulah keluarganya pasti, ayah, kakek, nenek dan ibunya lah dalang dibalik ini semua!


Dengan senyum yang terus berkembang tanpa ragu Meilan menyentuh senjata yang memang diperuntukkan untuknya, tangannya dengan lihai menarik pelatuk senjata api jenis Ak-47 yang telah dimodifikasi bisa berubah menjadi samurai terbaik dizamannya dulu, beberapa botol racun mematikan dan beberapa pil penyembuh yang luar biasa hebat


Senjatanya diarahkan pada papan yang telah disediakan, ternyata dibalik dimensi kematian terdapat ruang latihan yang sangat hebat bahkan dari luar gua ini ternyata tidak dapat dilihat oleh iblis dan beast lainnya.


Matanya membidik sasaran dengan tepat, 'klik' suara pelatuk pertanda peluru telah meluncur.


Kecepatan yang tak terlihat, satu peluru menembus papan sasaran tanpa celah.


Papan sasaran yang tadinya kokoh menjadi habcur berkeping.


Tepukan riuh mengiringi keberhasilan Meilan, banyak kekaguman menatap Meilan yang dengan mudah menggunakan senjata aneh dihadapan mereka itu.


Gadis cantik, secantik dewi namun sekuat jenderal perang yang telah bertarung puluhan tahun, kuat dan cantik kesatuan yang membuat siapapun akan gentar berhadapan dengan gadis didepan mereka.

__ADS_1


Jangan lupa like kalian penting banget buat gue, thankyou🖤🖤


__ADS_2