Li Meilan

Li Meilan
Misi Pertama


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, kini mereka sudah berkumpul didepan gerbang sambil menunggu datangnya tujuh halilintar emas.


"Baiklah segera kerjakan misi masing - masing, misi utama harus diselesaikan. Jika ingin mengambil misi lainnya dipersilahkan untuk menambah poin nantinya! Selalu ingat untuk menjaga diri, jangan percaya siapapun kecuali anggota kelompok sendiri, jaga ucapan dan perilaku dikota orang lain! Ingat kalian membawa nama baik Sekte Naga Emas!" ucap Meng Yie tegas.


"Siap ketua pemimpin, kami mengerti!" teriak mereka bersamaan.


Satu persatu seluruh kelompok sudah bubar dan memulai misinya, Meilan bersaudara masih ditempat menunggu Xi Yuan.


"Maaf telah menunda keberangkatan kita, tadi saya pergi mengambil peta Kerajaan Tianing," ucap Xi Yuan datar.


"Tak apa ketua, memang perlu bagi kita untuk memiliki peta kerajaan mereka!" ucap Meilan.


"Ada ide kita kesana menaiki apa?" tanya Xi Yuan.


"Beast kontrak ku saja!" jawab Miho datar mengerluarkan salah satu bawahannya yang memang sengaja mereka bawa jika suatu saat diperlukan.


Muncul dua best spirit tingkat tinggi, satu elang api satunya elang es dihadapan mereka.


"Ketua silahkan menaiki salah satunya, dan yang lainnya juga!" ucap Miho yang diangguki mereka.


-------------------


Sepuluh hari berlalu tanpa henti, kini mereka telah sampai di kerajaan tianing dan disambut hangat oleh kaisar dan anggota kerajaan.


"Selamat datang tamu yang terhormat dikerajaan kami, silahkan istirahat ditempat yang telah disediakan. Besok pagi saya mohon kesediaannya untuk berkumpul diruangan yang sudah ditentukan.


Akan ada pelayan yang menjemput kalian besok!" ucap seorang pejabat ramah.


"Terimakasih atas sambutannya, maaf merepotkan!" ucap Xu Yuan datar.


"Silahkan nikmati hidangan yang telah kami siapkan untuk kalian!" ucap Pejabat Ting tersenyum.


Meilan merasakan samar ada racun disemua makanan yang dihidangkan, bahkan makanan untuk kaisar dan anggota kerajaan juga tak luput dari racun biji bunga wisteria yang jika dikonsumsi jangka lama bisa menyebabkan hal yang agak fatal. Tanpa pikir panjang Meilan berdiri dan mengucapkan keinginannya yang membuat semua orang bingung.


"Ehemmm, maaf mengganggu Yang Mulia Kaisar dan seluruh anggota kerajaan! Bolehkan saya meminta sedikit waktu?" tanya Meilan sopan.


"Tak apa nona, silahkan apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Kaisar ramah.


"Yang Mulia jika saya boleh tau siapa yang bertanggung jawab atas hidangan kali ini?" tanya Meilan to the point yang mengundang banyak perhatian.


"Lancang! Siapa kau berani mempertanyakan hidangan yang Ben Gong siapkan secara khusus ini?" teriak seorang selir tingkat tinggi.


"Aku? tentu saja manusia, memangnya kenapa?" tanya Meilan acuh.


"Ka-kau tidak tau sopan santun, gadis liar dari mana kau ini?!" teriak Selir Rong marah.


"Sepertinya anda yang tidak tahu sopan santun, saya bertanya dengan baik kenapa anda langsung marah? Ada yang salah?" tanya Meilan yang membuat Selir Rong gemetar.


"Ya, kau salah karna mempertanyakan hidangan yang Ben Gong buat!" teriak selir rong membentak.


"Nona, mohon maaf sebelumnya kenapa anda menanyakan siapa yang membuat hidangan ini?" tanya Putra Mahkota Qing Tian curiga.


"Tidakkah kalian tau didalam hidangan yang akan kita nikmati ada racunnya?" ucap Meilan santai.


Berbanding terbalik dengan Selir Rong yang mukanya sudah pucat pasi, sialan kenapa gadis ini tau kalau didalam hidanganku ada racun? tamat sudah hidupku, awas saja kau j*lang! batin selir rong.

__ADS_1


"Maksud nona racun apa?" tanya Permainsuri Yun.


"Panggil saja tabib istana kesini suruh mereka periksa seluruh hidangan yang ada!" ucap Niex datar.


"Baiklah Zhen akan panggilkan tabib!" ucap Kaisar Tian panik.


"Ti-tidak jangan percaya pada ucapan mereka!" raung selir rong menghalangi seorang kasim yang diutus kaisar untuk memanggil semua tabib istana.


"Kenapa? kau takut rencana busukmu ketahuan selir rong?" ucap Li Mei menyeringai.


"Si-sialan kau ******!" teriak Selir Rong hendak menampar Li Mei namun belum sampai mengenai wajah Li Mei selir rong sudah terpental cukup jauh dengan luka ringan.


"Tidakkk! Mufei kau tak apa?" teriak seorang putri mengampiri selir rong dan membantunya berdiri, Putri Zhia anak satu satunya selir rong.


"Kalian!! tamu tak tau diri, mengacaukan acara makan malam dan sekarang beraninya melukai selir tinggi kekaisaran tianing ini, kalian cari mati?!" teriak Putri Zhia marah.


"Kami atau kau yang cari mati?" tanya Lang datar mengeluarkan aura pembunuhnya untuk menindas putri zhia yang sangat tak sopan pikirnya.


Keadaan menjadi hening ketika beberapa tabib memasuki ruang makan dan mulai memeriksa semua hidangan, beberapa waktu yang begitu mendebarkan bagi selir rong.


Seorang kepala tabib istana telah menyelesaikan pemeriksaannya, tanpa disuruh tabib liu melaporkan hal yang sangat mengejutkan baginya.


"Am-ammpun kaisar, benar apa yang dikatakan nona dari sekte naga emas. Dimakanan anda dan yang lainnya terdapat racun yang dapat membahayakan jika terus menerus dimakan!" ucap tabib liu gemetar.


"Nona, kau tau itu racun apa?" tanya Pangeran Qing Tang memastikan.


"Racun biji bunga wisteria dari selatan!" jawab Meilan datar.


"Luar biasa luar biasa, siapa dari kalian yang ingin membunuh Zhen dan yang lainnya?!!!" teriak kaisar marah menatap satu persatu selir dan anaknya.


"Dari mana kau tau nak? lalu siapa istriku yang berani memberikan Zhen ini racun?" tanya Kaisar Tian lembut.


"Selir ular Rong!" teriak Lingbo menunjuk Selir Rong yang saat ini gemetar ketakutan.


"Ti-tidak! ini fitnah Yang Mulia, bagaimana anak sekecil itu dengan lancang menuduh anggota kerajaan!" teriak selir rong diam diam mengeluarkan jarum beracun yang diarahkan ke Lingbo.


Trangggg..... lima buah jarum kecil terjatuh dilantai tanpa menyentuh Lingbo sedikitpun


Dengan santai Lyan mengambil lima buah jarum itu dan mencium aroma racun yang sangat menyengat, bibirnya menyeringai seraya mengucapkan sesuatu yang tidak seorangpun pahami kecuali Meilan bersaudara.


Lima buah jarum beracun melesat dengan cepat menuju seseorang, trakkkkk...


Semua mata terbelalak melihat kelima jarum menusuk lengan selir rong, sesaat mereka linglung sebelum sebuah suara menyadarkan mereka.


"Senjatamu cukup bagus, tapi bagiku hanya seperti sebuah jarum usang tak berguna! Bagaimana rasanya senjatamu sendiri?" ucap Lyan marah mendekati selir rong yang menangis histeris.


Tanpa belas kasihan Lyan mencengkram pundak Selur Rong dan menyeretnya secara paksa kehadapn Kaisar Tian yang wajahny sudah memerah menahan amarah dan malu sekaligus.


"Maafkan atas kelancangan hamba Yang Mulia, selir anda ingin menyerang adikku, jadi saya kembalikan apakah salah?" tanya Lyan marah mengeluarkan auranya lebih besar lagi hingga kaisar dan semua yang ada kecuali Meilan bersaudara gemetar hebat.


"Ti-tidak ka-kalian tidak salah, maafkan selir Zhen yang tidak tau diri ini!" ucap Kaisar bersusah payah berdiri tegap.


'Plakkkkkk' suara tamparan menggema diseluruh ruang makan pipi Selir Rong memerah bahkan sedikit mengeluarkan luka karna kuatnya tamparan kaisar, putri Zhia meraung menatap kejadian malang yang menimpa ibunya.


"Segera kurung selir rong diistana dingin, jangan biarkan siapapun mengunjunginya selama satu tahun ini!" teriak Kaisad marah.

__ADS_1


"Tunggu Yang Mulia, tidakkah kau ingin tau bukti seseorang yang memberikan racun bunga itu?" tanya Han Bao tajam.


"Ah iya Zhen lupa, tolong jelaskan pada Zhen buktinya!" ucap Kaisar.


"Kaisar tolong periksa kantong kiri selir rong sekarang!" ucap Meilan.


**flashback


Sedari awal meilan memang mengatahui dalang dibalik racun itu karna Pan, tungku api surgawinya yang memberitau bahkan letak racunpun semuanya diberitau oleh Pan.


Setelah sekian lama Pan menutup diri, kini Pan kembali dengan wujud yang luar biasa bahkan meilan hampir saja terpekik saat melihat Pan didalam ruang dimensinya berubah menjadi manusia, menjadi seorang pria yang sangat tampan.


Bahkan yang lebih mengejutkan lagi Pan kini bisa kedunia nyata tanpa harus bersembunyi didalam ruang dimensinya, sama seperti saudaranya Zilong dan lainnya yang bisa berubah menjadi manusia ditingkat kultivasi yang memungkinkan.


"Meilan bagaimana penampilanku?" tanya Pan santau tanpa memperdulikan keterkejutan Meilan.


"Kau siapa?" Tanya Meilan bingung. Awalnya dia memang bingung namun ada perasaan yang tak asing didalam dirinya, seolah mengatakan pria dihadapanya memiliki hubungan yang cukup dekat dengannya.


"Meilan kau sungguh tega, aku Pan tungku api surgawi. sekarang aku bisa berubah menjadi manusia seperti kau dan yang lainnya, kau tau kan selama ini aku menutup diri ya karna inilah, kejutan buatmu agar aku bisa secara langsung menjagamu!" ucap Pan tersenyum hangat


"Omg!!! Pan-ku tampan sekali!!!" ucap Meilan melihat penampilan Pan yang luar biasa, seketika wajah Pan memerah padam mendengar godaan Meilan kepadanya*.



(Visual Pan cakep banget kan? nyaris cantik hahaha)


"*Sudahlah tak usah memujiku! Ada hal penting yang harus kau ketahui terlebih dahulu!" ucap Pan serius.


"Hal penting apa?" tanya Meilan


"Aku yakin kau tau dimakanan kalian itu ada racunnya, iyakan?" tanya Pan menyeringai.


"Ya aku tau, tapi gak ada bukti gimana mau bilangnya yang ada mereka bukannya percaya malah menganggap aku gila!" dengus Meilan kesal.


"Hahaha, Selir Rong pelakunya! Racunnya diletakkan disamping kiri kantong hanfunya!" ucap Pan tenang.


"Kau yakin Pan?"


"Ya, percayalah aku tidak akan salah tenang saja hehe!"


"Yasudah terima kasih deh, nanti kita ngobrol lagi. Bye Pan-Ku sayang!" ledek Meilan memutus telepatinya sementara*.


*Flashback off


Misi pertama berhasil, menyelamatkan nyawa keluarga kerajaan dan menangkap dalang dibaliknya, sepuluh poin untuk setiap orang.


Batu mereka memancar dan bertuliskan angka sepuluh, lumayan batin mereka.


Kalau saja mereka tau untuk mendapatkan sepuluh poin sangat susah sama dengan mengerjakan lima misi tingkat sedang baru bisa mendapatkan sepuluh poin itupun jika berhasil.


"Terimakasih pendekar atas bantuan kalian, maaf untuk ketidaknyamanan yang kalian dapatkan disini. Mohon tunggu beberapa hari lagi sampai utusan dari wilayah asing kemari!" ucap Kaisar hormat.


"Tentu, itu adalah misi utama kami Yang Mulia. Izinkan hamba dan rekan hamba undur diri untuk beristirahat!" ucap Xu Yuan yang diangguki dengan cepat oleh kaisar.


Berita begitu cepat tersebar, Selir Rong dan ayahnya mentri perpajakan serta bawahan mereka yang membantu kudeta dihukum gantung dan diracun khusus Selir Rong, putrinya Zhia diturunkan menjadi gadis biasa dan dihukum tinggal jauh dari istana, diasingkan didesa terpencil bersama dengan semua pelayannya.

__ADS_1


Allo, jangan lupa berikan dukungan kalian dengan Like, karna like gratis ya. Thankyou🖤


__ADS_2