
Malam berlalu, Meilan masih terdiam malu menyaksikan tubuh suaminya yang telah selesai mandi.
Dengan langkah cepat, Meilan berlari menuju kamar mandi namun sayang harapanya tak sesuai dengan kenyataan karna Mo Tian mengetahui terlebih dahulu rencana rubah kecilnya itu.
Terjadilah malam yang panas antara kedua insan yang dimabuk asmara hingga dua hari lamanya meninggalkan seluruh kediaman Sang Penguasa dengan kekacauan dan malu yang mereka dapat setelah mencoba membangunkan keduanya justru suara - suara nikmat yang terdengar.
************
Malam yang panas hingga dua hari berlalu, keduanya keluar dari peraduan dalam keadaan yang sangat ceria.
Ditengah meja makan, keadaan masih begitu canggung apalagi setelah insiden 'Nyamuk Besar' yang sangat ganas.
Nyamuk yang meninggalkan banyak bekas disekitar 'leher jenjang' sang pengantin wanita.
"Ehemmm.. Nikmati hidangannya karena setelah ini kita langsung pergi menuju Black Knight Empire untuk pelatihan kalian, kalian sudah resmi menjadi anggota!" ucap Mo Tian Yue.
Mereka mengangguk patuh sambil menikmati hidangan yang sangat nikmat tanpa ada rasa canggung lagi.
Waktu berlalu dengan cepat, mereka telah sampai ketujuan.
Gerbang mewah nan megah terbuka dengan lebar menyambut kedatangan Sang Penguasa dengan kereta kebanggaannya.
(Mo Tian Yue)
Ribuan Knight baru maupun Knight yang telah resmi berbaris rapi menyambut Sang Penguasa dengan senyum tegas.
"Selamat Datang Yang Mulia Penguasa!!"
"Selamat Datang Yang Mulia Nyonya Penguasa!!"
"Selamat Datang Saudara Saudari!!!" teriakan terus menggema sampai Sang Penguasa dan rombongannya turun dari kereta beast.
Mo Tian Yue mengangguk pelan sambil menarik lembut tangan Sang Istri menuju singgasana, yang dulu hanya satu kursi sekarang sudah menjadi dua kursi yang sama megahnya!
Keadaan menjadi hening sejenak sampai Mo Tian Yue mengangkat satu tangannya.
Pesta megah di Black Knight Empire dimulai, suasana yang tadinya senyap menjadi riuh dengan banyaknya hidangan yang disediakan, ribuan kursi dan meja yang lebih rendah sudah disediakan.
Beberapa anggota senior memberikan selamat langsung pada Sang Penguasa, banyak hadiah berharga yang disiapkan untuk Pasangan Penguasa didepan mereka.
"Yang Mulia selamat atas pernikahan anda," ucap salah satu anggota Black Knight Alpha.
"Ya," hanya satu kata yang sangat dingin dan mendominasi.
Meilan tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada semua orang yang memberikan mereka hadiah.
"Sepertinya kita harus kembali ke istanaku?" ucap Mo Tian Yue mendengus kesal.
"Tidak, aku masih ingin merayakan pesta kita,"
"Hmmm, besok harusnya kita menjalani upacara teh di kediaman Li,"
__ADS_1
"Aku tidak," ucap Meilan dingin, Keluarga Besar Li pertama kali sudah membuat kesan buruk pada Meilan terlebih pasangan Li Tong yang begitu tidak tau malu.
"Kita harus,"
"Kau saja!"
"Baiklah tidak usah, tapi orangtuamu dan kepala keluarga Li pasti akan sedih karena istri tidak mengikuti upacara teh itu besok,"
"Aku tidak peduli, biarkan ayah ibu dan kakek nenekku ke istanamu! Ngomong - ngomong aku lupa nama istanamu apa?"
"Baiklah, pesta teh akan diadakan di istana kita. Kurasa pamanmu Li Zhou dan keluarganya adalah orang baik jadi kita akan mengundang mereka, untuk istana kita apapun namanya istri saja yang tentukan," ucap Mo Tian Yue lembut.
Keduanya terlibat dengan obrolan yang begitu hangat, siapapun yang pernah melihat tingkah Mo Tian Yue dulu dan yang sekarang pasti akan terperangah. Inilah pertama kalinya mereka yang pernah melihat Sang Penguasa bisa berbincang begitu asyik dan hangat, sungguh kedatangan Nyonya Penguasa banyak sekali membawa dampak baik batin mereka senang.
"Yah Paman Zhou memang baik, kita undang mereka dan juga Knight Elite mu. Adapun untuk nama istana bagaimana jika sekarang menjadi "Sky Garden", nama yang sangat cantik menurutku!" ucap Meilan tersenyum cerah.
"Sangat cantik,"
Pesta makan telah usai, saatnya adalah pertunjukan musik dan menari untuk siapapun yang ingin menunjukan bakat mereka.
"Ternyata pesta didunia ini maupun didunia lain sama saja, selalu ada pertunjukan bakat yang tidak berguna," ucap Meilan mengerinyit menatap gadis muda yang sedang menari gemulai.
"Istri tidak suka?"
"Kurasa Ya, akan bagus jika pesta dilakukan seperti diduniaku dulu,"
"Merindukan dunia modernmu?"
"Ampun Yang Mulia, izinkan saya yang rendah ini untuk menerima kemurahan hati Nyonya Penguasa untuk menampilkan bakatnya," ucap sebuah suara lembut tepat di bawah singgasana Meilan, gadis muda berpakaian yang sangat terbuka sedang bersimpuh dengan lemahnya namun wajahnya penuh dengan kelicikan, rubah busuk! batin Meilan.
Lagi dan lagi drama dimulai! batin Meilan kesal.
Mo Tian Yue mengangkat alisnya bingung, aura kehitaman muncul disekitarnya, memberikan kesan yang begitu mengerikan. Tekanan yang begitu kuat didapatkan semua orang kecuali Meilan yang masih santai sambil memakan buah persik kesukaannya.
"Siapa namamu?" tanya Meilan, suaranya dingin penuh intimidasi namun sebuah senyum terbit di bibir mungilnya.
"Nama hamba Rong Yianlou, Nyonya Penguasa,"
"Kau tadi memintaku untuk menunjukan bakatku?" tanya Meilan sedikit kesal karena waktu ngemilnya terganggu.
"I-iya Yang Mulia,"
"Kalau begitu tanyakan pada suamiku apakah aku di izinkan untuk mempersembahkan sebuah pertunjukan, kau tau kan aku sudah menjadi seorang istri jadi kurasa tidak terlalu pantas untuk tampil dihadapan banyak orang kecuali kau mungkin yang memang suka mencari perhatian haha, ah tidak maksudku suka menunjukan bakatmu dikeramaian!" ucap Meilan membuat semua orang yang ada tercengang, tak sedikit yang terbatuk ringin bahkan Zilong dkk tertawa keras mendengar ucapan kesayangan mereka yang begitu tajam dan mendominasi, memang pasangan yang pantas batin semua orang!.
Rong Yianlou mengepalkan tangannya erat, wajahnya memerah mendengar penghinaan secara langsung ditengah banyaknya orang yang hadir.
Mo Tian Yue tersenyum lembut sebelum mengatakan,
"Tentu tidak istriku, kau dilarang untuk menunjukan apapun didepan semua orang, kau wanita terhormat jadi tak pantas untuk melakukan hal yang tidak berguna!" ucap Mo Tian Yue tajam dan pastinya menyindir Rong Yianlou yang masih bersimpuh.
"Tapi suamiku gadis dibawah ingin melihatku menunjukan bakat sepertinya ia tak puas dengan kehadiranku ini, lalu bagaimana orang lain mempercayaiku? Kurasa mereka juga menganggapku tak berguna hikss!" Meilan ikut berdrama mengeluarkan air matanya.
'Wow inilah istrinya' 'Beginilah seharusnya kesayangan mereka!' 'Nyonya Penguasa sangat pandai dalam berdrama!' batin beberapa orang dekat Meilan.
__ADS_1
Setiap orang yang hadir dengan gugup menjawab bahwa mereka tak pernah berpikir buruk untuk Sang Nyonya Penguasa.
Rong Yianlou menjadi pucat pasi, ia tak pernah menyangka bahwa Nyonya Penguasa sangat licik! Bisa dipastikan hidupnya setelah ini akan berakhir menyedihkan!
"Ssttt jangan buang air matamu untuk orang yang tak berguna seperti itu!" ucap Mo Tian Yue mengusap lembut pipi wanitanya.
"Yang Mulia ampuni hamba yang tidak tau diri ini, tolong hukum hamba!!" ucap Rong Yianlou menangis pilu, tatapannya begitu lemah seolah jika hanya tersentuh sedikit akan rapuh.
Mereka yang berada disana menarik nafas dingin, takut untuk melakukan hal sekecil apapun yang bisa memicu kemarahan Sang Penguasa, entah mengapa selalu ada gadis yang tak tau malu datang mengacau dan membuat segalanya menjadi rumit! batin mereka kesal menatap Rong Yianlou yang penuh kepalsuan.
Meilan terlalu malas untuk mengeluarkan tenaganya jadi ia memutuskan untuk menghukum gadis licik didepannya dengan kata - kata yang akan memicu kemarahan sang suami haha!
"Aku masih lelah setelah kegiatan panjang kita, tidak kah Nona Rong begitu tega menyuruhku untuk melakukan pertunjukan, bagaimana jika aki jatuh sakit atau bahkan terluka karena memaksa tubuhku yang masih lemah ini?" tanya Meilan menangis, matanya menyiratkan kelelahan yang teramat hingga siapapun akan tertipu dan mengira Sang Nyonya memang kelelahan apalagi ucapan pertama sangat ambigu, kegiatan panjang? oh astaga apakah kegiatan itu? batin setiap orang malu karena memikirkan kegiatan panas yang memang seharusnya dilakukan oleh sepasang suami istri terlebih baru menikah! Sungguh Sang Nyonya Penguasa sangat luar biasa terbuka!.
Bibir Mo Tian Yue berkedut menahan sesuatu, ia sendiri tak menyangka istrinya begitu 'terbuka dengan kegiatan mereka', kali ini Mo Tian Yue juga tertipu menatap mata istrinya yang menunjukan kelelahan, ini salahnya karena terus menyerang Sang Istri tanpa memperdulikan kondisi tubuh mungilnya.
Adapun Rong Yianlou menjadi semakin cemas dan ketakutan, pada awalnya ia ingin menarik simpati semua orang namun siapa sangka Nyonya Penguasa bisa bermain lebih hebat?
Zilong dkk hanya menatap penuh arti, namun mereka juga ingin terlibat dalam menyalakan api yang lebih besar!
"Yang Mulia Penguasa tidak kah kau menghukum gadis ini karena menyuruh Yang Mulia Nyonya Penguasa untuk menunjukan bakatnya disaat Yang Mulia kelelahan seperti ini?!" ucap Miho datar.
Dari awal mereka telah mengirim pesan melalui batin untuk melakukan pertunjukan yang fenomenal.
"Ya, lihatlah wajah Nyonya Penguasa begitu pucat dan lemah. Penguasa sungguh sangat baik jika membiarkan gadis ini begitu saja!" ucap Arthur memojokkan Mo Tian Yue.
Setelah itu banyak suara bersahutan meminta keadilan kerena kelancangan Rong Yianlou pada Nyonya Penguasa!
Lagipula pertunjukan bakat hanya untuk mereka yang masih lajang, tak pantas rasanya untuk mereka yang sudah berpasangan masih menunjukan bakat terlebih Nyonya Penguasa adalah kehormatan White Jade, dunia mereka!
Rong Yianlou terdiam, tersesat dalam pikirannya yang berkecamuk. Hidupnya akan berakhir! sebentar lagi! batinnya.
Tak lama sebuah suara menjadi kenyataan, suara dingin yang menciptakan kesunyian.
"Maafkan kelalaian suamimu yang masih tidak bertindah tegas," ucap Mo Tian Yue lembut sambil menarik istrinya untuk dibawa kedalam dekapan tubuhnya yang hangat.
Lag, sebuah suara yang kali ini menciptakan atmosfer ketakutan semua orang,
"Bunuh!" hanya satu kata, dalam satu detik, satu kepala terlepas dari tempatnya!
Keadaan senyap menjadi riuh setelah kepergian Sang Penguasa yang tiba - tiba bersama Sang Nyonya.
Para gadis yang melihat memuntahkan isi dalam perut mereka, para pria juga pucat menyaksikan betapa mengerikannya Sang Penguasa jika menyangkut Sang Nyonya, hanya dalam satu detik satu nyawa hilang tanpa ampun!
Zilong bersaudara menatap santai namun ada rasa kasihan pada semua orang yang nampak terkejut,
'Haha itulah mengapa meski sesama rubah tetaplah berbeda! Satu rubah busuk sedangkan Satunya Ratu Rubah!'
(Meilan Ratu Rubah ya haha)
Banyak yang minta buat tetep lanjut, maka gue putusin buat ngelanjutin.
Sequel? nanti ya untuk perjalanan anak mereka, sekarang masih perjalanan Meilan bersaudara hihi.. semoga suka jangan lupa berikan vote dan coment kalian. Terima kasih🖤
__ADS_1